Tutorial Bangkrut Di Pasar Saham | BIA #105

Tahun 2020 menjadi tahun luar biasa bagi bursa efek Indonesia karena mencetak pertumbuhan jumlah investor yang mencapai rekor. Akibatnya, pasar saham menjadi dunia baru bagi investor dan trader saham baru ini. Hal ini bisa kita ibaratkan kucing anggora yang kita miliki, yang awalnya terbiasa hidup di hangatnya rumah kita, lantas harus kita buang di savana Afrika dan harus menghadapi ganasnya alam liar Afrika. Bila kita meninggalkan kucing anggora yang kita sayangi ke tengah padang savana di Afrika, yang penuh dengan hewan pemakan tanaman seperti zebra, wildebeest, gazelle, antelope, buffalo, elephant, dll maka kucing anggora kita punya kemungkinan yang cukup besar bisa mendapatkan makanan untuk tumbuh dan bertahan hidup. Namun, yang harus kita ingat adalah dimana ada hewan buruan, maka disana akan ada hewan pemangsanya. Hewan pemangsa di Afrika ada banyak dan mayoritas berukuran lebih besar daripada kucing anggora kita, seperti singa, cheetahs, leopards, hyenas, wild dog, dll. Dari kenyataan ini, maka ada kemungkinan yang sangat besar, kucing anggora kita menjadi korban dari hewan- hewan pemangsa di padang savana Afrika itu.

Pasar saham bisa kita ibaratkan layaknya padang savana dan alam liar afrika. Ada investor yang sudah berpengalaman, ada trader yang sudah berpengalaman, ada investor yang masih awam, ada trader yang masih awam. Selain ke 4 “jenis hewan” ini, dipasar saham juga ada “jenis hewan” pemangsanya. Yang termasuk pemangsa di pasar saham diantaranya pemilik emiten yang melakukan IPO dan Right Issue perusahaan sampah, sekuritas penipu yang menargetkan orang awam untuk membeli REPO sampah, penipu berkedok ahli saham yang merekomendasikan saham sampah atau saham yang sudah kemahalan, penipu yang memainkan harga saham alias jadi bandar, dll. Para pemangsa di pasar saham ini sudah siap memangsa mereka yang tidak waspada di pasar saham terutama orang- orang baru yang belum berpengalaman.

Investor dan trader yang baru masuk ke pasar saham di tahun 2020 atau 2021 pasti menjadi sasaran empuk para pemangsa di pasar saham. Investor dan trader baru ini belum pernah mendengar, menjumpai, apalagi menjadi saksi hidup dari Investor dan trader lain yang menjadi korban keganasan pasar saham. Di forum stockbit tahun 2017 atau 2018, ada curhatan tentang trader yang melakukan percobaan bunuh diri dan harus dirawat di rumah sakit karenanya akibat kerugian ratusan juta dari modal pokoknya. Bahkan di tahun 2008 dan 2009, ada banyak investor dan trader saham yang mengalami kebangkrutan, bahkan sampai harus menjual rumah yang mereka tempati untuk membayar hutang margin. Bila kita tarik ke belakang sampai 23 tahun yang silam, maka ada tingkat kejadian bunuh diri dan kebangkrutan  yang besar di pasar saham akibat krisis moneter di tahun 1998.

Seperti apa ciri- ciri mereka yang akan bangkrut di pasar saham?


Berikut tutorial untuk bangkrut di pasar saham :
1. Menggunakan cash atau uang kas yang panas alias akan harus kita gunakan dalam waktu kurang dari 3 tahun.

Pasar saham itu membutuhkan kesabaran yang besar karena kita tidak tahu kapan pasar mengenali nilai asli atau nilai wajar dari investasi yang kita miliki. Kadang perlu 1-3 tahun untuk saham naik ke harga wajarnya. Bila kita harus menjual saham kita di saat harga belum naik atau bahkan saat mengalami penurunan harga karena kita butuh uang , maka kita bisa mengalami kerugian akibat menjual saham di saat yang tidak tepat.

2. All in dari uang yang panas itu ke 1-3 saham saja.

Melakukan investasi secara all in ke satu saham memang bisa membuat kita kaya mendadak bila saham itu naik tinggi. Namun, yang harus kita ingat adalah bila 1 saham itu harganya hancur, maka portofolio kita juga akan hancur bersamanya. Akan lebih bijaksana untuk membagi modal kita ke 5 saham yang masing- masing kita alokasikan 20% dari modal.

3. Membeli saham gorengan atau saham dengan fundamental buruk yang harga sahamnya di angkat oleh bandar.

Membeli saham gorengan yang sudah naik tinggi memberikan perasaan nyaman karena melihat banyak orang yang ikut membeli juga. Selain itu ada siraman adrenalin yang besar akibat berspekulasi di saham sampah yang kita tidak tahu jeroannya. Namun, kotoran yang dijual mahal akan tetap menjadi kotoran dan tidak bisa berubah menjadi makanan apalagi berlian.

4. Membeli saham yang harganya sudah dipucuk atau sudah naik diatas nilai wajarnya.

Suatu saham disebut murah atau mahal tergantung harga belinya. Perusahaan yang bagus tapi dibeli di harga yang kemahalan akan menjadi investasi yang buruk. Perusahaan yang biasa tapi di beli di harga yang sangat murah akan menjadi investasi yang baik.

5. Mengikuti rekomendasi dari forum- forum saham atau dari penipu saham yang berlagak seperti ahli saham.

Manusia sejatinya sama seperti hewan- hewan pemakan rumput di padang savana Afrika dalam hal mengikuti pendapat mayoritas. Seekor zebra tidak akan berani mengambil jalur yang berbeda dengan kelompoknya. Sayangnya, berbeda dengan zebra yang hidupnya terancam ketika sendiri, manusia malah hidupnya terancam bila mengikuti pendapat mayoritas. Karena pendapat mayoritas itu seringkali mematikan otak logika manusia akibatnya manusia jadi mengikuti pendapat mayoritas tanpa di pikir kembali apakah pendapat mayoritas itu benar dan masuk akal.

6. Memakai hutang margin dari sekuritas dengan jumlah yang signifikan.

Rick Guerin, teman Warren Buffett sebelum krisis 1973- 1974 di Amerika merupakan investor yang sangat sukses dan mencatatkan imbal hasil yang besar. Agar cepat kaya Rick Guerin mengambil hutang margin yang besar untuk menambah modal investasinya. Malangnya, krisis 1973- 1974 datang dan membuat Rick Guerin hampir mengalami kebangkrutan. Akibat dari musibah ini Rick Guerin tidak pernah mencapai status billionaire seperti Warren Buffett dan Charlie Munger.

Dari 6 tutorial untuk bangkrut di pasar saham di atas, silahkan Anda melakukan introspeksi diri akan apa yang Anda lakukan selama ini di pasar saham. Bila Anda melakukan salah satu atau beberapa atau bahkan melakukan semua dari 6 poin di atas maka Anda sebaiknya segera melakukan taubat nasuha di pasar saham.

Bila Anda, setelah menerima peringatan ini masih saja mengabaikannya, maka jangan salahkan saya ketika nanti Anda termangsa di ganasnya alam liar pasar saham Indonesia.



@dr_BramIrfanda

utk update artikel melalui Telegram, silakan Join Irfanda Capital on telegram

Setiap minggu, kami akan menulis analisis saham fundamental emiten BEI dan akan mempostingnya di blog ini. Untuk MENDAPAT KIRIMAN EMAIL GRATIS UPDATE ARTIKEL TERBARU irfanda.id , silakan masukkan email anda ke form dibawah ini

Subscribe to Blog via Email

GRATIS! utk berlangganan gratis, Masukkan email anda di form dibawah ini, lalu klik link konfirmasi berlangganan yang kami kirim ke email anda

Leave a Reply