Saham Dalam Sebuah Angkringan | BIA #104

Dalam masa pasar Bullish ( pasar saham yang naik terus ) seperti sekarang, banyak pemula ingin ikut masuk ke pasar saham dan ikut menikmati keuntungan dari pasar saham. Namun, seperti semua pasar yang sedang rame, banyak orang yang tertarik mencari uang dipasar itu baik sebagai penjual, pembeli, maupun pelaku kejahatan seperti copet, penipu, dll.

Apa yang harus dilakukan oleh mereka yang termasuk golongan pemula ini saat masuk ke pasar saham?
Yang terpenting adalah seorang pemula di pasar saham harus terlebih dahulu memahami dasar- dasar pasar dan investasi saham di antaranya adalah memahami apa itu saham 

Pada memo kedua ini saya akan berusaha menjelaskan apa itu saham 


Saham adalah bagian dari kepemilikan suatu perusahaan. Biar lebih mudah dimengerti mari kita pakai contoh kasus nyata yang bisa kita jumpai di kehidupan nyata. Ada 2 orang lulusan SMK, sebut saja Sule, 18 tahun dan Andre, 18 tahun keduanya teman sebangku di SMK, berencana setelah lulus SMK membuka angkringan di pinggir jalan di sekitar kawasan kampus di Jogja. Setelah mereka hitung- hitung modal bersih yang dibutuhkan untuk modal bisnis angkringan adalah Rp 10.000.000. Agar usahanya kelihatan bonafit mereka bersepakat mendirikan PT ( Perusahaan Terbatas ) untuk jadi payung bagi usaha angkringan mereka  yang bernama PT Opera Van Java.
Di PT ini, yang bermodalkan Rp 10.000.000 mereka berdua menerbitkan 1.000 saham dengan nilai Rp 10.000 per saham . Sule sepakat menyetor modal sebesar 500 saham atau Rp 5,500.000. Sedangkan Andre menyetor modal sebesar 450 saham atau Rp 4.500.000. Keduanya kemudian berbisnis bersama membesarkan bisnis angkringan OVJ itu.
Di tahun 2019 angkringan OVJ mencatatkan laba bersih Rp 100.000.000 per tahun. Sule dan Andre yang merasa gembira atas pencapaian itu, lantas cerita ke teman- temannya kalau usaha angkringanya yang selama ini mereka tekuni sudah mendapatkan laba Rp 100.000.000 di tahun 2019.
Mendengar cerita dari Sule dan Andre, Nunung, salah seorang teman mereka tertarik membeli saham angkringan OVJ dari mereka berdua. Sule menawarkan sahamnya kepada Nunung seharga Rp 1.000.000 per saham. Nunung pun menolak karena merasa kemahalan. kemudian Nunung menghubungi Andre untuk membeli sahamnya, Andre pun meminta Rp 800.000 per saham. Karena merasa harga yang ditawarkan masih mahal Nunung menawar diharga Rp 500.000 persaham. Akhirnya Andre melepas sahamnya di harga Rp. 500.000 per saham sebanyak 100 lembar kepada Nunung karena Andre butuh uang untuk beli sepeda motor baru. Dengan pnejualan saham ke Nunung maka perusahaan OVJ jadi bernilai Rp 800.000.000. 

Kemudian tahun 2020 pun datang…..
Kemudian pandemi Covid-19 pun datang…. 

Kawasan kampus di Jogja yang menjadi senjata utama angkringan OVJ mendadak sepi karena kuliah berubah menjadi online. Maka di akhir 2020, angkringan OVJ hanya mencatatkan laba bersih Rp. 50.000.000 selama setahun. Di awal 2021, Nunung yang butuh uang untuk biaya pernikahanya, ingin menjual 100 lembar saham angkringan OVJ yang Ia miliki. Nunung berusaha menawarkan saham Angkringan OVJ ke Sule, Andre, dan teman-teman lainnya di harga Rp 750.000 per saham. Namun tidak ada yang mau membeli saham milik nunung di harga Rp 750.000 sesuai yang Nunung inginkan. Saat itu saham Nunung hanya ditawar dibawah harga Rp 100.000 per saham yang membuat Nunung enggan menjualnya. Setiap hari ada yang menawar saham Nunung di OVJ seharga Rp 50.000 sampai Rp 100.000 per saham, yang menurut Nunung tidak masuk akal. Karena tanggal pernikahannya sudah dekat dan Nunung sangat perlu uang untuk membayar biaya Catering, maka Nunung terpaksa menjual sahamnya di harga Rp 200.000 per saham kepada Aziz sebanyak 100 lembar. Aziz berpendapat bahwa angkringan OVJ belum akan mendapat laba bersih lebih dari Rp 100.000.000 lagi sampai kuliah tatap muka kembali bergulir. karena itu Ia hanya mau membayar saham angkringannya 200.000 per saham.
Jadi di awal tahun 2021 pemilik saham angkringan OVJ adalah Sule sebanyak 550 saham, Andre sebanyak 350 saham, Aziz 100 saham.
Dari ilustrasi di atas maka saham itu :
1. Saham adalah bagian kepemilikan dari perusahaan yang nilainya dalam jangka panjang berfluktuasi tergantung kinerja perusahaannya 

2. Perubahan harga harian tidak penting selama kinerja perusahaan tidak berubah 

3. Harga saham yang ditawarkan oleh orang yang ingin membeli bisa kita tolak kalau kurang mahal 

@dr_BramIrfanda

utk update artikel melalui Telegram, silakan Join Irfanda Capital on telegram

Setiap minggu, kami akan menulis analisis saham fundamental emiten BEI dan akan mempostingnya di blog ini. Untuk MENDAPAT KIRIMAN EMAIL GRATIS UPDATE ARTIKEL TERBARU irfanda.id , silakan masukkan email anda ke form dibawah ini

Subscribe to Blog via Email

GRATIS! utk berlangganan gratis, Masukkan email anda di form dibawah ini, lalu klik link konfirmasi berlangganan yang kami kirim ke email anda


Leave a Reply