Kondisi Keuangan PPRE (PP Presisi) Terkini, Sehat? | BIA #85

PT PP Presisi Tbk., PPRE, anak usaha PTPP, Harga sahamnya sudah turun 20% dari posisi tertinggi di 2018. Apakah harga saham PPRE Turun karena Kondisi Keuangan yang Buruk?

Setahun yang lalu, PT PP Presisi Tbk., PPRE melakukan IPO di harga rp430/saham dan mendapat dana IPO sebesar Rp984,7 miliar..

Setelah mendapat kucuran dana IPO dan suntikan dana dari PTPP, kondisi keuangan PPRE menjadi jauh lebih sehat..

Sebelum IPO, tepatnya di akhir 2016, Kondisi keuangan PPRE bisa dibilang sangat lemah baik dilihat dari sisi Likuiditas maupun solvabilitas. Pada akhir tahun 2016, posisi rasio lancar PPRE di angka 0.83 dan jumlah kas hanya sebesar rp. 210 Milyar dengan DER di angka 4..

Saat ini, likuiditas PPRE cukup baik dengan Rasio lancar pada akhir 2017 sebesar 1,9 dan jumlah kas sebesar rp.1,13 Trilyun. Sayangnya, Dari Laporan keuangan PPRE Q2 2018, Kas sudah menurun sampai 50% bila dibandingkan dengan Posisi Kas di akhir tahun 2017, yakni sebesar rp. 553 Milyar. Mayoritas penurunan Kas ini dikarenakan Piutang PPRE yang menumpuk, dimana Total piutang di Q4 tahun 2017, sebesar rp.1,19 Trilyun, sedangkan total piutang di Q2 2018 sebesar 1,67 Trilyun atau naik sebesar 40%. Rasio lancar PPRE di Q2 2018 sendiri masih stabil di angka 1,89, namun tentu saja Kas ditangan jauh lebih baik daripada piutang..

Baca Juga : 

Dari sisi solvabilitas, pada akhir tahun 2017, PPRE mencatatkan DER sebesar 1,1, angka yang baik untuk sebuah perusahaan Konstruksi. Pada Q2 2018, Solvabilitas PPRE masih terjaga dengan DER tetap di angka 1,1. Pada akhir 2017, PPRE memiliki rasio gearing  sebesar 0,8 X, membaik dari rasio gearing per akhir tahun 2016 yang sebesar 2,9 X. Demikian juga Rasio Net Gearing PPRE yang pada akhir tahun 2017 sebesar 0,2 X, jauh membaik dari rasio net gearing per akhir tahun 2016 yang sebesar 1,9 X.

Pada tahun 2017, Beban bunga yang harus ditanggung oleh PPRE sebesar Rp89,7 miliar. Dan sampai Q2 2018 saja, beban bunga yang ditanggung PPRE sebesar rp.75 Milyar, sehingga pada akhir 2018 nanti, beban bunga PPRE bisa mencapai sekitar rp 150 Milyar. Untungnya, EBITDA Coverage Ratio PPRE per akhir 2017 masih di angka 6,5 X, yang tergolong sehat..

Dari data diatas, terlihat jelas kondisi keuangan PPRE sangat terbantu dengan IPO yang baru dilakukan tahun lalu. Selain itu, Melalui IPO ini, kemampuan leveraging -berhutang- PPRE semakin terbuka lebar, dimana manajemen PPRE merasa bisa menambah hutang sebesar rp6-9 Trilyun lagi..
.
Dari sisi arus kas, Arus kas bersih PPRE yang diperoleh dari aktivitas operasi – OCF- meningkat 219% dari Rp110,2 miliar di tahun 2016 menjadi Rp351,1 miliar di tahun 2017. Peningkatan OCF ini terutama disebabkan oleh penerimaan kas dari pelanggan seiring dengan peningkatan pendapatan dari Pekerjaan Sipil yang mana Perseroan menerima pembayaran melalui mekanisme Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) atau sering disebut local LC. SKBDN ini yang menyebabkan PPRE mencatatkan surplus dari Arus Kas Dari Aktivitas Operasinya. Hal ini bagus karena PPRE jadi lebih sehat secara likuiditas, hal yang tidak bisa kita lihat pada emiten konstruksi yang menerima pekerjaan turnkey project..

Arus kas bersih Perseroan yang digunakan untuk aktivitas investasi meningkat 509% dari minus Rp272 miliar di tahun 2016 menjadi minus Rp1,7 triliun di tahun 2017. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh pengeluaran belanja modal untuk akuisisi LMA sebesar Rp798 miliar dan pembelian alat-alat berat sebesar Rp716,8 miliar..

Dari ICF inilah, terlihat jelas bahwa kebijakan akuisisi PPRE meninggalkan bekas luka yang besar, dimana dari angka sebesar rp798 Milyar pembayaran yang dibayarkan untuk akuisisi LMA, timbul Goodwill dan aset tak berwujud sebesar 258 Milyar.

Yang saya khawatirkan adalah Ketika PPRE jadi melakukan akuisisi lagi untuk mengembangkan bisnis dan  pada akhirnya akuisisi ini menjadi kebiasaan, maka akan timbul banyak Goodwill dan aset tak berwujud yang besar, yang tentu saja akan menyakiti pemegang saham,,

PT PP Presisi Tbk., PPRE, AR 2017 & LK Q2 2018

Rating Kondisi Keuangan : B

 

 

@dr_BramIrfanda

utk update artikel melalui Telegram, silakan Join Irfanda Capital on telegram

Setiap minggu, kami akan menulis analisis saham fundamental emiten BEI dan akan mempostingnya di blog ini. Untuk MENDAPAT KIRIMAN EMAIL GRATIS UPDATE ARTIKEL TERBARU irfanda.id , silakan masukkan email anda ke form dibawah ini

Subscribe to Blog via Email

GRATIS! utk berlangganan gratis, Masukkan email anda di form dibawah ini, lalu klik link konfirmasi berlangganan yang kami kirim ke email anda

Tagged: , , , , , , ,

Leave a Reply