IPO Sritex : Bahaya! | BIA #5

Sritex (PT Sri Rejeki Isman), akan melakukan IPO, Bagaimana analisis Saham Sritex? Kenapa IPO Sritex BERBAHAYA UNTUK INVESTOR?

Setelah Kami melakukan Analisis mengenai Operating Cash Flow (OCF) Sritex, kami temukan kenyataan yang merisaukan..

Data OCF & FCF PT Sri Rejeki Isman (Sritex)

2008 2009 2010 2011 2012
OCF   463 97 -420 -42
FCF 448 27 -1090 -712

 

Dari data diatas, bisa kita lihat bahwa OCF Sritex mengalami tren menurun sejak tahun 2009 hingga tahun 2011, bahkan, pada tahun 2011 sempat mengalami minus hingga Rp.420 Milyar!

Walaupun pada tahun 2012, OCF perseroan kembali meningkat, namun perseroan masih mencatatkan OCF Minus sebesar Rp.42 Milyar.

OCF menunjukkan kondisi kesehatan keuangan Suatu Perusahaan, karena Cash atau uang Kas adalah darah bagi operasional bisnis SUATU perusahaan. Bila suatu perusahaan mempunyai OCF yang negatif, hal itu berarti perusahaan sedang mengalami kesulitan keuangan.

Selain menunjukkan adanya kesulitan keuangan di suatu perusahaan, OCF juga dapat kita gunakan sebagai indikator untuk menilai kebenaran suatu laporan keuangan dan integritas tim manajemen yang membuatnya. Bila OCF dalam tren menurun, sedangkan Laba Bersih dalam tren yang selalu naik, hal ini merupakan indikator adanya ‘ketidakberesan’ di laporan keuangan Perseroan dan adanya ‘masalah integritas’ dari tim manajemen suatu perusahaan.

Untuk itu, kami menganggap Saham Sritex saat IPO tergolong saham yang berbahaya untuk investor. Investor sebaiknya menunggu hingga OCF Sritex kembali Positif, sebelum memutuskan untuk membeli saham perseroan.

 

@AnalisisSaham

^ utk update artikel analisa saham melalui Telegram, silakan Join Irfanda Capital on telegram

 

Artikel Terkait : 

Tagged: , , , ,

Leave a Reply