Apakah Harga Saham TBLA Akan Segera Kembali ke 1500? – BIA #93

Harga saham PT Tunas Baru Lampung Tbk., TBLA, sudah menurun hampir 50% dari posisi tertingginya di angka 1500an bulan Juni 2017. Apakah harga saham TBLA akan segera kembali ke harga 1500an?

Untuk menjawab pertanyaan ini, kita harus membedah Laporan tahunan TBLA agar mendapat data yang lengkap. Karena AR TBLA 2018 belum ada, maka kita gunakan AR TBLA 2017..

PT Tunas Baru Lampung Tbk., TBLA, didirikan pada tahun 1973, oleh Sungai Budi Group, salah satu perintis industri pertanian di Indonesia yang didirikan pada tahun 1947. TBLA adalah saudara kandung PT Budi Starch Sweetener & Tbk (Sebelumnya PT Budi Acid Jaya Tbk), BUDI, yang berfokus di industri tepung tapioka dan sweetener berbahan dasar singkong. Saat ini, Sungai Budi Group adalah salah satu pabrikan dan distributor produk konsumen berbasis pertanian terbesar di Indonesia..

PT Tunas Baru Lampung Tbk mulai beroperasi di Lampung pada awal tahun 1975, sejak itu berkembang menjadi salah satu produsen minyak goreng dan gula terbesar di Indonesia. Bisnis TBLA sendiri berfokus pada industri sawit dan tebu, mulai dari perkebunan sampai pabrikan yang menghasilkan produk siap jual. Bisnis sawit berkontribusi terhadap sekitar 65 % penjualan TBLA, sedangkan bisnis tebu menyumbang sekitar 35% penjualan TBLA. Pendekatan yang diambil TBLA sedikit berbeda dengan perusahaan perkebunan lainnya, karena TBLA mengembangkan bisnis sampai industri hilirnya, seperti minyak goreng sawit, sabun, mentega, Biogas dll.

PT Sungai Budi adalah distributor tunggal sebagian besar produk TBLA, seperti minyak goreng sawit, sabun, stearin, vetsil sawit, gula putih dan margarin. CV Bumi Waras alias PT sungai Budi inilah yang memiliki merek terkenal yakni “Rose brand“, dimana produknya dibuat dan dikemas oleh TBLA. jadi TBLA hanya memproduksi produknya Rose brand. TBLA sendiri melakukan IPO di Bursa Efek Jakarta pada tanggal 14 Februari 2000.

Di tengok dari sudut pandang kinerja bisnis, maka TBLA berhasil mencatatkan kinerja yang memuaskan..

Laporan Penjualan & Laba TBLA 2012-2014

Penjualan & Laba TBLA 2015-2017

Dari data diatas, TBLA mencatatkan pertumbuhan Penjualan yang baik dengan CAGR 18,72% dalam kurun waktu 2012-2017. Bila penjualan TBLA berhasil tumbuh dengan baik, Laba Bersih komprehensif pemilik entitas induk TBLA malah mencatatkan pertumbuhan yang lebih baik dengan CAGR 29,9% dalam kurun waktu 2012-2017.

Catatan yang keren ya?

Di saat emiten sawit lain -seperti PT Astra Agro Lestari, AALI dan PT PP London Sumatera, LSIP– sedang berjuang dengan penjualan dan laba yang mengalami stagnasi , TBLA malah berkibar dan bisa tumbuh..

Namun, dengan hanya melihat laba bersih dan penjualan saja untuk menilai TBLA agaknya kurang tepat, karena mengaburkan kita dari apa yang sebenarnya terjadi..

Ada beberapa hal yang menurut saya harus diperhatikan oleh mereka yang berencana membeli saham TBLA :

  • Tingkat Laba TBLA Rendah

Rasio Laba TBLA 2012-2014

 

Rasio Laba TBLA 2015-2017

 

Bila kita melihat angka laba bersih TBLA dan ROE TBLA saja, maka kita laksana sedang menatap kabut. Bagi bisnis Sawit, yang berkebutuhan modal besar, laba bersih dan ROE seringkali tidak mewakili keadaan sebenarnya, karena tidak memperhitungkan nilai hutang. Dalam kasus TBLA, posisi Hutang berbunga dan liabilitas lainnya besar, sehingga rasio yang harus digunakan adalah ROA alias Return on Asset. Dari sini, maka nampak jelas ROA TBLA hanya tercatat antara 1,4%- 6,8%, yang termasuk kecil..

 

  • TBLA Sering Right Issue

Right Issue TBLA

Setiap kali suatu emiten melakukan Right issue, kepemilikan pemegang saham akan terdilusi yang tentu mengecewakan pemegang saham jangka panjang.  Dari data diatas, tersirat bahwa Pemegang saham pengendali yang sekaligus berperan menjadi manajemen TBLA kurang memikirkan kepentingan pemegang saham minoritas karena sering melakukan Right issue untuk mengurangi hutang TBLA..

 

  • Hutang Berbunga TBLA Besar

Dengan terjun ke bisnis komoditas, maka TBLA sangat tergantung dengan harga jual yang ditetapkan pasar. Masalahnya, harga komoditas, baik itu produk sawit ataupun produk tebu, bisa saja turun dan memaksa emiten mencetak kerugian. Agaknya bukan merupakan suatu kebijakan yang prudent untuk mengambil terlalu banyak hutang berbunga, ketika bisnis anda adalah komoditas. Sayangnya, TBLA melakukan itu.  Dari data laporan keuangan TBLA Q3 2018,  akan kita temui total hutang berbunga milik TBLA sebesar : 436 + 457 + 3638 + 646 + 2304 = 7,482 Trilyun!

Hutang berbunga sebesar 7,4 Trilyun ini mengakibatkan beban bunga yang harus dibayar TBLA sampai Q3 2018 sebesar 478,6 Milyar atau naik 66% dari posisi bunga hutang di Q3 2017 yang sebesar rp 287,2 Milyar

Bila kita melihat jumlah ekuitas TBLA di Q3 2018 hanya sebesar 4,38 Trilyun, maka net DER TBLA di angka 1,7 dan DER TBLA sebesar 2,64..

Dari sini, mulai jelas kalo pertumbuhan yang baik dari TBLA ini dibahan bakari oleh hutang berbunga, yang tentu saja bila terlalu besar bisa membakar TBLA sendiri, minimal membakar pemegang saham minoritasnya..

Dan yang paling berbahaya dari net DER dan DER yang tinggi ini adalah ada potensi besar untuk terjadinya Right issue, seperti yang sudah-sudah.. 🙁

 

  • Jadi Sapi Perah Induk?

Bila anda melihat laporan arus kas TBLA di Laporan Keuangan TBLA Q3 2018, anda akan menemukan Operating Cashflow TBLA negatif sebesar 419 Milyar yang artinya TBLA harus tombok duit 419 Milyar untuk membiayai operasional bisnisnya..

whatttt?

Lalu duit hasil penjualannya kemana?

Hanya manajemen dan Allah yang tau..

Tapi di laporan Keuangan TBLA Q3 2018, ada akun penjualan ke pihak terafiliasi sebesar rp 2,676 Trilyun dan sampai Q3 2018 bila kita melihat di akun piutang usaha, ada piutang usaha ke PT Sungai Budi sebesar 1,23 Trilyun alias 28 % dari ekuitas..

Ada yang bisa mencium ‘keunikan’ ini?

 

PT Tunas Baru Lampung Tbk., TBLA, Q3 2018

Rating kinerja Bisnis              : B

Rating Kualitas Manajemen : E

Rating Kondisi Keuangan      : D

Rating Harga saham              : C

 

 

@dr_BramIrfanda

utk update artikel melalui Telegram, silakan Join Irfanda Capital on telegram

Setiap minggu, kami akan menulis analisis saham fundamental emiten BEI dan akan mempostingnya di blog ini. Untuk MENDAPAT UPDATE ARTIKEL TERBARU The Bram Irfanda Analysis , silakan klik subscribe atau masukkan email anda ke form dibawah ini

Subscribe to Blog via Email

GRATIS! utk berlangganan gratis, Masukkan email anda di form dibawah ini, lalu klik link konfirmasi berlangganan yang kami kirim ke email anda

Tagged: , , , , , , , , , ,

Leave a Reply