Harga Saham SMBR kemahalan? | BIA #55

Harga saham PT Semen Baturaja Tbk, SMBR, sudah terbang dari posisi 300an di bulan maret, menjadi 1500an di bulan agustus 2016, atau naik Lima kali lipat hanya dalam tempo 5bulan!

Pertanyaannya, apakah harga saham SMBR sudah kemahalan? Masihkah punya ruang untuk tumbuh?

Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita sedikit berhitung..

Di harga 1555 per saham, bila kita menggunakan laba bersih semester pertama 2016 yang disetahunkan, maka PER SMBR berada di angka 75..

Di Harga yang sama, Bila kita menggunakan perhitungan PBV, maka PBV SMBR berada di angka 5,2

Dari Kedua indikator valuasi diatas, harga saham SMBR saat ini terlihat mahal..

Namun, mungkinkah SMBR menyimpan prospek besar sehingga layak dihargai dengan valuasi sedemikian mahal?

Yang sangat mungkin menjadi perhatian dan menerbangkan harga saham SMBR adalah SMBR berencana meningkatkan kapasitas produksi semennya dari 1,25 juta ton -terpasang di awal 2013- menjadi 3,85 juta ton..

Peningkatan kapasitas produksi dari 1,25 juta ton menjadi 2 juta ton sudah diselesaikan di tahun 2013 kemarin, sedangkan peningkatan kapasitas menjadi 3,85 juta ton pembangunannya dimulai pada tahun 2015.

Menariknya , harga saham SMBR sejak IPO di tahun 2013 sampai maret 2016 hanya mondar mandir di kisaran 300-400an / saham. Padahal, ada rencana penambahan kapasitas sampai lebih dari 3 kali lipat dari posisi di tahun 2013..

Kelihatan seperti sebuah peluang besar ya..

Namun, bila kita lebih teliti, ‘peluang’ ini sebenarnya belum menghasilkan keuntungan yang memadai, terlepas dari peningkatan kapasitas dan jumlah produksi semen SMBR

Untuk lebih jelasnya, mari kita melihat historis kinerja PT Semen Baturaja Tbk, SMBR..

Pertama, mari kita melihat laba bersih SMBR 2012-2015,  diatas, akan bisa kita lihat bila Rata-rata pertumbuhan laba bersih SMBR selama 3 tahun terakhir hanya 5,8 % per tahun. Sedangkan bila ditarik ke belakang, selama 7 tahun sejak 2008 sampai 2015, laba bersih SMBR hanya tumbuh rata-rata 14,64% per tahun.

Peningkatan laba bersih yang rata-rata hanya 5,8% disebabkan karena SMBR tidak terlalu bagus dalam melakukan peningkatan jumlah produksi semen. Sejak akhir 2013, kapasitas terpasang pabrik SMBR sudah mencapai 2 Juta Ton, namun, jumlah produksi semen SMBR di 2014 masih 1,26 Juta Ton, dan baru naik ke 1,5 Juta ton di tahun 2015. Lambatnya peningkatan jumlah produksi semen SMBR, bisa kita prediksi akan terjadi juga pada pabrik keempat – pabrik yang meningkatkan kapasitas dari 2juta ton, menjadi 3,85 juta ton-.

Yang perlu kita tau, ground breaking pabrik keempat SMBR -peningkatan kapasitas menjadi 3,85 Juta Ton- baru dilaksanakan tahun 2015, dan bila melihat lamanya proses pembangunan pabrik ketiga SMBR – Kapasitas 1,25 menjadi 2 Juta ton- yang perlu waktu 3 tahun. Maka pembangunan pabrik semen ini kami perkirakan memakan waktu 3-5 tahun – baru kelar di 2018-2020.

Melihat kondisi ekonomi tahun ini yang masih biasa, dengan pengetatan anggaran pemerintah karena target penerimaan -termasuk Tax amnesty- yang kurang baik, agaknya kenaikan kebutuhan semen di sumatera tahun ini tidak akan jauh beda dengan kondisi di tahun 2015 yang sebesar 4-5%.

Masih lamanya peningkatan kapasitas terpasang Pabrik semen SMBR, pertumbuhan konsumsi semen di sumatera yang masih kecil dan lamanya proses peningkatan produksi semen SMBR, maka menurut saya spekulasi harga saham SMBR yang terjadi saat ini sangat berlebihan.

Terlebih, bila melihat laba bersih semester pertama 2016 yang hanya 103 Milyar – yang bila disetahunkan menjadi 206 Milyar-, yang berarti laba bersih SMBR malah menurun ditengah proses peningkatan produksi. Hal ini semakin membuat harga saham SMBR sekarang yang di rp 1,555 /saham terlihat sangat kemahalan

Bila anda memegang saham SMBR, kami sarankan untuk menjualnya ketika suspensi sahamnya dicabut, mumpung harganya masih kemahalan..

Juallah sebelum terlambat..

 

 

@dr_BramIrfanda

^ utk update artikel analisa saham melalui Telegram, silakan Join Irfanda Capital on telegram

Setiap minggu, kami akan menulis analisis saham fundamental emiten BEI dan akan mempostingnya di blog ini. Untuk MENDAPAT KIRIMAN EMAIL GRATIS UPDATE ARTIKEL TERBARU irfanda.id , silakan masukkan email anda ke form dibawah ini

Subscribe to Blog via Email

GRATIS! utk berlangganan gratis, Masukkan email anda di form dibawah ini, lalu klik link konfirmasi berlangganan yang kami kirim ke email anda

Tagged: , , , , , , , , , , , ,

Comments: 5

  1. Nur Hadi September 9, 2016 at 6:51 am Reply

    Kebetulan saya beli di 300, ketika hatganya 1200 saya curiga ada apa ini, lalu buru buru saya lihat lap keu dan ternyata PERnya udah 60an, langsung saja tak jual hehehe

  2. Ngurah Mustakawarman November 30, 2016 at 8:29 am Reply

    Dari sisi PER menurut saya kemahalan tapi kok bisa ya?? kadang naiknya harga saham suatu emiten di pasar modal Indonesia tidak bisa diprediksi menggunakan teori keuangan atau hal-hal yang umum tentang overvalued undervalued…

    • @dr_BramIrfanda May 14, 2017 at 4:19 pm Reply

      bisa pak Ngurah,, di dunia saham sering kali suatu saham dihargai extreme overvalued seperti SMBR. coba google dot com bubble ya,,, banyak yang seperti SMBR 🙂

  3. Agus May 15, 2017 at 8:36 pm Reply

    Apalagi kalo harga sekarang bisa pingsan lu kang…

    • @dr_BramIrfanda May 16, 2017 at 6:19 pm Reply

      saham yg harganya terlalu mahal, biasanya suatu saat akan dinilai terlalu murah… 🙂

Leave a Reply