Harga Saham LSIP Akan Kembali ke 3000? – BIA #91

Harga saham PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk, LSIP, pernah mencapai 3000 per saham di bulan April 2012.. Apakah harga saham PT PP Lonsum, LSIP akan segera kembali ke harga 3000 per saham?

Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita teliti Laporan Tahunan LSIP 2017, karena AR LSIP tahun 2018 sendiri belum ada..

Dari Data yang dirilis di laporan tahunan LSIP 2017, ada beberapa hal yang bisa kita simpulkan, diantaranya,,

  • Produksi Sawit Stagnan

Volume Penjualan LSIP 2013-2017

Volume Produksi LSIP 2013-2017

Produk Sawit menyumbang 91% dari total nilai penjualan LSIP, sedangkan peringkat kedua yakni karet, hanya menyumbang 5,9% dari omset LSIP.

Oleh karena begitu dominannya sawit dalam nilai penjualan LSIP, maka apapun yang mempengaruhi produksi atau harga jual sawit, akan mempengaruhi pula nilai penjualan LSIP. Masalahnya bila kita melihat data diatas, maka bisa kita ambil simpulkan bahwa Volume penjualan dan Volume produksi  LSIP mengalami stagnasi alias ada disitu-situ aja..

 

  • Harga CPO Stagnan

Harga CPO 2009-2019

Sama seperti emiten perkebunan Sawit lainnya, LSIP juga tidak bisa mengatur harga produk yang dijualnya. Harga Sawit ditentukan oleh permintaan dan penawaran yang ada di pasar dunia. Di tahun 2018, Harga CPO dunia berada di rentang harga rendah secara historis. Akibat dari rendahnya harga CPO, laba bersih LSIP di tahun 2018 hanya sebesar rp 311 Milyar atau turun 54% dari laba bersih LSIP tahun 2017 yang sebesar rp 733 Milyar.

 

  • LSIP Tidak Bisa Meluaskan Lahan Sawit

Lahan Sawit LSIP 2013-2017

Pada tahun 2017, LSIP sudah memiliki 115.695 hektare kebun sawit. Seperti halnya AALI yang tidak boleh lagi meluaskan lahan karena sudah punya lahan lebih dari 100.000 hektare, LSIP menghadapi keadaan yang sama. Perluasan lahan adalah satu-satunya cara meningkatkan produksi sawit, bila semua usaha intensifikasi lahan sudah dilakukan. Dan LSIP tidak bisa melakukannya..

 

  • Umur Sawit LSIP Banyak yang Tua

Produktivitas Sawit berdasar Umur

Umur sawit LSIP 2013-2017

Dari data Umur Sawit LSIP diatas, bisa kita lihat bahwa umur sawit LSIP yang diatas umur 20 tahun sebesar 35.396 hektare atau 41,3 % dari total lahan sawit LSIP. Dan bila kita berpedoman pada berbagai penelitian sawit yang menyimpulkan bahwa pohon sawit dengan umur 24-26 tahun harus di replanting, maka LSIP akan segera membutuhkan Capex yang cukup besar untuk meremajakan pohon sawitnya. Ini berarti Owner’s earning yang lebih kecil bagi pemegang sahamnya..

 

  • ROE di Masa Depan Kecil

ROE LSIP 2013-2017

Dengan produksi Sawit yang Stagnan, harga produk sawit yang saat ini dalam tren harga rendah, dan tidak bisanya melakukan perluasan lahan maka bisa kita prediksikan ROE LSIP kedepan akan makin rendah. Pada tahun 2018, ROE LSIP tercatat hanya sebesar 3,7%, atau yang terendah dalam 6 tahun kebelakang.  Namun, bila Kita menggunakan angka laba tahun 2017 pun, maka ROE LSIP akan tetap dibawah 10%, alias tetap rendah. ROE yang rendah terjadi karena stagnasi produksi sawit LSIP dikombinasikan dengan semakin besarnya ekuitas LSIP. Sebenarnya, Ada langkah yang bisa dilakukan oleh LSIP agar ROEnya tidak terus menurun : Memperbesar deviden dan atau melakukan buyback saham. Keduanya akan meningkatkan ROE sekaligus membahagiakan pemegang saham..:)

Berbagai masalah diatas sebenarnya bukan hanya dimiliki oleh LSIP, tapi sudah menjadi ‘bawaan orok’ dari bisnis Kelapa sawit..

LSIP sendiri sudah merilis Teh Celup kotak dengan merek Kahuripan di tahun 2016, namun sepertinya teh kahuripan masih belum mampu diharapkan menolong LSIP di tahun – tahun kedepan..

Dan sampai beberapa tahun kedepan, harga saham LSIP di angka 3000 bisa jadi tinggal kenangan..

 

@dr_BramIrfanda

utk update artikel melalui Telegram, silakan Join Irfanda Capital on telegram

Setiap minggu, kami akan menulis analisis saham fundamental emiten BEI dan akan mempostingnya di blog ini. Untuk MENDAPAT KIRIMAN EMAIL GRATIS UPDATE ARTIKEL TERBARU irfanda.id , silakan masukkan email anda ke form dibawah ini

Subscribe to Blog via Email

GRATIS! utk berlangganan gratis, Masukkan email anda di form dibawah ini, lalu klik link konfirmasi berlangganan yang kami kirim ke email anda

Tagged: , , , , , ,

Comments: 4

  1. cyneena March 16, 2019 at 1:19 pm Reply

    Saya sepakat dok. Bs dibilang industri sawit itu udah mau sunset scr top down analysis ya. Isu lingkungan mmg tajam sekali.Masih mending sektor mining macem coal dll, walau batuk2 dan sama” kena isu lingkungan jg. Susahnya tergantung ekspor ya begini ya. Mau diserap industri dalam negeri pun jg tersendat2.
    Meski kapan hari ada angin segar pas pak presiden bilang menggalakan konversi ke biodiesel, tp secara efisiensi itu sangat kurang dan harus ekstra cost buat ganti ini itu.
    Kalau buat ritel retjeh macem saya mah, gak berani nyentuh yg begini-begini heheh. Better invest to wonderful company at a fair price. 😁

    • @dr_BramIrfanda March 16, 2019 at 2:35 pm Reply

      cerdas 🙂

      • cyneena March 18, 2019 at 12:53 pm Reply

        saya salah lapak dok hehhe…:D
        harusnya komen di postingan AALI, tapi malah nyangkutnya disini ^_^

        • @dr_BramIrfanda March 19, 2019 at 4:21 pm Reply

          dimaafkan.. hehe 🙂

Leave a Reply