Harga saham IDPR (PT Indonesia Pondasi Raya Tbk), sudah Murah? | BIA #80

Harga saham Indopora (PT Indonesia Pondasi Raya Tbk), IDPR, sudah menurun 57% dari harga tertingginya di awal 2017. Apakah Harga Saham IDPR sudah murah?

Indopora, IDPR, didirikan oleh Ir. Yang Suryahimsa dengan nama PT Indonesia Pondasi Raya pada tahun 1977. Sejak berdiri, bisnis usaha Indopora difokuskan pada bidang jasa kontruksi pondasi, seperti pembuatan pondasi, dinding penahan tanah, perbaikan tanah, pengujian tiang, dan jasa konstruksi lainnya. Melalui lini bisnis utama tersebut, Indopora menyediakan jasa konstruksi pondasi pada berbagai bangunan dan proyek infrastruktur, mulai dari pembangungan rumah, rumah sakit, jalan tol, apartemen, dan lain-lain. Dengan pengalaman selama lebih dari 40 tahun, Indopora tumbuh menjadi perusahaan konstruksi yang memiliki pengalaman dalam menyelesaikan berbagai proyek yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia. Saat ini, Indopora juga dipercaya untuk mengerjakan pembangunan proyek pondasi Benhil Central dan proyek pembangunan pondasi LRT, serta berbagai proyek lainnya di wilayah Pulau Jawa dan Kalimantan. Pada akhir 2015, Indopora menjadi perusahaan terbuka dengan mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia.

Saat ini, pemegang saham Pengendali IDPR adalah Manuel Djunako, putra tunggal Bapak Alm. Ir. Yang Suryahimsa, yang saat ini menjadi Presiden Komisaris IDPR. Bapak Manuel Dunako saat ini menggenggam 83,5 % saham IDPR. IDPR saat ini hanya mempunyai satu Entitas Anak, yakni PT Rekagunatek Persada, yang bergerak dalam bidang usaha pembuatan beton pracetak seperti tiang pancang precast dan prestressed, sekaligus juga menyediakan jasa pemancangan Tiangnya.

Dari sisi bisnis, Pada tahun 2017 kinerja bisnis IDPR masih terbilang baik dengan keberhasilannya mencatatkan kenaikan pendapatan, ditengah menurunnya pertumbuhan ekonomi. Total pendapatan Perseroan mengalami kenaikan sebesar 16,92% menjadi Rp1,18 triliun dari capaian tahun 2016 sebesar Rp1,01 triliun. Kenaikan tersebut bersumber dari pertumbuhan segmen pondasi, yang merupakan segmen utama Perseroan, yaitu sebesar 24,80%, serta pertumbuhan segmen tiang pancang sebesar 66,61%.

Sayangnya, Di tengah kenaikan pendapatan itu, Laba bersih IDPR tercatat sebesar Rp114,26 miliar pada tahun 2017, menurun 5,11% bila dibandingkan laba bersih Rp120,41 miliar di tahun 2016. Untungnya, walaupun laba bersihnya menurun, Arus kas Operasional yang diterima oleh IDPR malah menanjak. Di tengah penurunan laba bersih, IDPR tertolong oleh besarnya Operating cashflow IDPR yang sebesar rp. 222 milyar. Jumlah OCF IDPR di tahun 2017 ini meningkat hampir 100% bila dibandingkan OCF di tahun 2016 yang hanya rp.112 Milyar. Ditengah menurunnya pertumbuhan ekonomi dan pasar konstruksi yang melandai serta mengalami kesulitan likuiditas, besarnya OCF IDPR adalah keunggulan yang nyata..

Dari sisi Kemampulabaan, kinerja IDPR bila dibandingkan dengan pasar Konstruksi Indonesia bisa dibilang lumayan. IDPR mencatatkan Laba Tahun Berjalan Terhadap Ekuitas (ROE) tahun 2017 sebesar 9.43%, sedikit menurun dari ROE tahun 2016 yang sebesar 10.88%. Laba Tahun Berjalan Terhadap Aset (ROA) IDPR sendiri di angka 6.19% pada tahun 2017 dan 7.78% di tahun 2016

Dari sisi keuangan, secara umum likuiditas dan solvabilitas IDPR bisa dibilang baik. Likuiditas IDPR ditopang oleh rasio lancar yang sebesar 270,39%, dengan kas sebesar rp 115 Milyar dan total piutang IDPR sebanyak rp 682 Milyar. Total piutang yang sebesar 71% dari aset lancar ini terbilang besar dari total aset lancar IDPR yang sebesar rp961 milyar. Untungnya, ketertagihan piutang IDPR termasuk baik di industri konstruksi..

Dari sisi Solvabilitas, Pada akhir 2017 IDPR mencatatkan DER sebesar 0,52 dan DAR sebesar 0,34, yang termasuk aman. Namun, di tahun 2017, ada kenaikan 9 kali lipat di akun Utang Bank jangka panjang, dari rp19 Milyar menjadi rp.192,9 Milyar di tahun 2017. Akibatnya, ada kenaikan sebesar 246% pada akun liabilitas angka panjang, dari Rp78,05 miliar pada tahun 2016 menjadi Rp270,43 miliar pada tahun 2017. Tentunya, saat ini solvabilitas belum menjadi masalah untuk IDPR, namun di tahun-tahun mendatang harus kita amati trend pergerakan hutang jangka panjang ini, karena kondisi keuangan IDPR saat ini tampak bagus adalah akibat dari perolehan dana IPO yang didapatkan 2 tahun kebelakang…

Dari sisi management, tampak dari Laporan tahunan IDPR bahwa management IDPR profesional dan memang ahli dalam bisnisnya. Selain itu, dari laporan keuangannya, bisa kita amati bahwa management IDPR tampak jujur karena tidak ada akun-akun aneh untuk menyembunyikan sesuatu dari pemegang saham minoritas. Keberpihakan management ke pemegang saham minoritas juga tampak dari rutinnya IDPR membagikan deviden, yang selalu mengalir setiap tahun sejak sehabis IPO yakni mulai tahun 2016. Namun, tentu saja, waktu dua tahun belumlah cukup untuk memastikan apakah integritas management IDPR tidak perlu lagi diragukan. Tapi, beberapa hal diatas sudah bisa menjadi sinyal awal akan baiknya integritas management IDPR

Dari sisi harga saham, IDPR sekarang berada di harga rp. 675/ saham, sudah menurun 57% dari harga tingginya di awal 2017. Menurut saya, harga saham di 675/ saham ini sudah masuk harga wajar saham IDPR. harga saham 1500an di akhir 2015-awal 2017, adalah harga yang overvalue, bila dilihat dari nature bisnisnya yakni konstruksi. Tambahan Diskon 30-50% lagi dari harga sekarang, maka IDPR akan menjadi pilihan investasi yang menjanjikan

Bagaimana menurut anda?

 

PT Indonesia Pondasi Raya Tbk, IDPR, FY 2017

Rating kinerja Bisnis              : B

Rating Kualitas Manajemen : B

Rating Kondisi Keuangan      : B

Rating Harga saham              : C

 

 

@dr_BramIrfanda

utk update artikel melalui Telegram, silakan Join Irfanda Capital on telegram

Setiap minggu, kami akan menulis analisis saham fundamental emiten BEI dan akan mempostingnya di blog ini. Untuk MENDAPAT KIRIMAN EMAIL GRATIS UPDATE ARTIKEL TERBARU irfanda.id , silakan masukkan email anda ke form dibawah ini

Subscribe to Blog via Email

GRATIS! utk berlangganan gratis, Masukkan email anda di form dibawah ini, lalu klik link konfirmasi berlangganan yang kami kirim ke email anda

Tagged: , , , , , ,

Comments: 2

  1. cyneena September 8, 2018 at 12:04 pm Reply

    dok, emiten2 infrastruktur macem IDPR begini masih menjanjikan kah di masa2 seret begini? sy perhatikan pergerakannya anteng sekali, plus dari LK di Q2 nya keliatan banget turunnya (kalo gak salah tafsir ya, maklum newbie bgt & otodidak pula belajarnya wkwkwk). So, cocoknya buat proyeksi jangka panjang ( >2 tahun) aja ya dok saham kyk gn?

    • @dr_BramIrfanda November 2, 2018 at 4:07 pm Reply

      nunggu aja, masih bisa turun lagi kok,,
      akan ada badai di masa depan 🙂

      Blognya mana?:D

Leave a Reply