Saham Batubara Berpesta, Sampai Kapan? | BIA #52

Capital inflow yang masuk ke bursa akibat sentimen Tax amnesty ditambah ‘Sri Mulyani Effect‘ sudah membuat harga saham batubara melejit sangat tinggi..

Harga saham PTBA, ITMG dan ADRO sama-sama sudah meningkat lebih dari 100% dari posisi rendah di bulan januari 2016..

Pertanyaannya : sampai kapan kenaikan harga saham batubara ini terjadi?

Well, untuk waktunya tentu tidak ada yang tau pasti..

Namun, ada satu pertanyaan yang sangat menentukan apakah kenaikan harga saham batubara ini akan bertahan lama atau tidak, yakni : apakah ada kenaikan fundamental pada bisnis emiten-emiten Batubara?

Sayangnya, jawabannya tidak..

Ada beberapa faktor yang saat ini menjadi penghambat bisnis emiten batubara, diantaranya :

– Harga batubara yang masih lemah

Harga batubara Acuan (HBA) Indonesia pada bulan juli ini masih di harga $53 / ton. Harga ini sama seperti harga batubara acuan saat harga saham emiten batubara sedang berada di ‘dasar samudera’  pada januari lalu.

Harga batubara acuan yang masih lemah ini membuat profit perusahaan tambang batubara juga ikut melemah.

Sebagai contoh, kami menggunakan data dari PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) semester pertama 2016..

Dalam 6 bulan pertama di 2016, PT. Bukit Asam berhasil membukukan kenaikan penjualan batubara sebesar 1,1 juta ton atau sebesar 11 persen atau meningkat dari 9,03 juta ton di semester pertama 2015, menjadi 10,2 juta ton di semester pertama 2016

Dalam periode yang sama, Nilai Penjualan PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) naik tipis 3,84% dari angka penjualan tahun 2015 yang sebesar Rp6,51 triliun, menjadi Rp6,76 triliun..

Mirisnya, laba bersih PTBA di semester pertama 2016 sebesar Rp711,77 miliar atau malah turun 10,49% dari Rp795,17 miliar di periode yang sama tahun 2015.

untuk kinerja bisnis Q1 2016  ITMG sangat mirip dengan PTBA, sedangkan untuk ADRO kinerja bisnis Q1 2016nya laba bersihnya stagnan

Data ini menunjukkan bahwa PTBA, ITMG, ADRO dan emiten batubara yang lainnya saat ini masih tersiksa dengan harga batubara yang rendah

– Curah Hujan tinggi di 2016

Sebagaimana kita ketahui bersama, hujan membuat biaya penambangan batubara meningkat. Tahun 2016 ini, BMKG memprediksi curah hujan yang lebih tinggi akan melanda indonesia karena adanya fenomena la nina yang akan melanda mulai juli 2016. Selain itu, menurut BMKG (29 juli 2016) walaupun saat ini sudah terhitung musim kemarau, di beberapa daerah penghasil batubara seperti sumatera dan kalimantan, masih akan tersiram hujan dg intensitas sedang sampai lebat.

Tentunya, hal ini membuat di tahun 2016 emiten batubara harus berhadapan dengan peningkatan biaya, yang bisa menurunkan perolehan profitnya

– Penurunan kembali harga minyak dunia

Harga minyak dunia (crude oil WTI) di bulan juli 2016 turun dari $49/ barrel pada tanggal 1juli 2016 menjadi menjadi $41/barrel per tanggal 29 juli 2016, atau kembali ke posisi rendah di awal april 2016. Turunnya harga minyak dunia ini biasanya akan membuat harga batubara turun mengikuti pergerakan harga minyak.

Harga batubara yang turun, ditengah kondisi harga batubara yang sudah rendah akan makin menurunkan margin keuntungan emiten batubara

– Perekonomian dunia masih lemah

Di tahun 2016 ini, perekonomian dunia belum tumbuh dengan baik. IMF dan world bank sama-sama menurunkan outlook pertumbuhan ekonomi dunia untuk tahun 2016.

IMF memangkas estimasi pertumbuhan ekonomi global dari 3,4 persen pada Januari 2016, menjadi 3,1 persen dikarenakan kemungkinan pertumbuhan ekonomi global belum menuju arah yang diharapkan.

World bank (Bank Dunia) malah memangkas proyeksi pertumbuhan global menjadi 2,4 persen dari prakiraan pada bulan Januari, yakni 2,9 persen. Langkah ini diambil akibat melambatnya pertumbuhan di negara-negara maju, harga komoditas yang tetap rendah, lemahnya perdagangan global, dan arus modal yang berkurang.

Perekonomian dunia yang masih lemah ini bisa memaksa harga batubara untuk tetap rendah, akibatnya margin keuntungan emiten batubara juga rendah

Dari berbagai faktor diatas, kami tidak heran bila harga saham emiten batubara akan kembali melemah – walau jujur tidak tau kapan-, mendekati harga fundamental bisnisnya.

bila ada yang bilang kalo saham emiten batubara saat ini murah dan layak dibeli pada posisi harga saham di pembukaan hari ini, agaknya itu ibarat menyangka dia akan selamat menyeberangi samudera atlantik dengan bermodalkan 1 batang pohon pisang.. 😀

Oleh karena itu, Bagi anda yang membeli saham emiten batubara di harga tinggi pada beberapa hari terakhir, kami sarankan untuk SELL ON STRENGHT, JUAL saham batubara anda saat harga menguat..

Melihat trend euforia saham yang saat ini terjadi di IDX, kami meramalkan masih akan ada kesempatan untuk SELL ON STRENGHT beberapa waktu kedepan akibat perpaduan ‘tax amnesty effect’ & ‘Sri mulyani Effect’..

Semoga ya..

Semoga Profit anda banyak dan berkah..

PTBA , ITMG, ADRO 1 agustus 2016

Rating harga saham : D

Rating Kinerja bisnis : B

 

 

@dr_BramIrfanda

^ utk update artikel analisa saham melalui Telegram, silakan Join Irfanda Capital on telegram

  • Irfanda capital pada awal 2016 mengkoleksi PTBA dan ITMG di harga rata-rata 4950 dan 5650 per saham. Saat ini semua saham PTBA dan ITMG itu sudah dilepas dengan harga rata-rata 10.025 dan 12.100 per saham

 

Setiap minggu, kami akan menulis analisis saham fundamental emiten BEI dan akan mempostingnya di blog ini. Untuk MENDAPAT KIRIMAN EMAIL GRATIS UPDATE ARTIKEL TERBARU irfanda.id , silakan masukkan email anda ke form dibawah ini

Subscribe to Blog via Email

GRATIS! utk berlangganan gratis, Masukkan email anda di form dibawah ini, lalu klik link konfirmasi berlangganan yang kami kirim ke email anda

 

Tagged: , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply