Bahaya Saham SSMS, Sadarkah anda? – BIA #95

Harga Saham PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk., SSMS, sudah turun 55% dari harga tertingginya di tahun 2015. Apakah harga saham SSMS sudah undervalue?

PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk., SSMS, didirikan pada tanggal 22 November 1995 oleh PT Citra Borneo Indah atau CBI Group, namun baru memulai operasinya di bisnis kelapa sawit dan turunannya 10 tahun kemudian, yakni pada tahun 2005..

SSMS melakukan IPO pada tahun 2013 dan sejak saat itu terus mengembangkan lahan sawitnya serta melakukan berbagai akuisisi pada tahun 2015. Sampai Q3 2018 CBI Group melalui berbagai tangan memegang 73,3% saham SSMS, sedangkan Publik memiliki saham sebesar 26,7% dari total saham SSMS.

Saat ini, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) mengelola bisnis terpadu atas 19 perkebunan kelapa sawit, enam pabrik kelapa sawit (PKS) dan satu pabrik inti sawit di Pangkalan Bun, Kalimantan tengah, Indonesia.

Dari sisi Bisnis SSMS tampak mempesona dengan terus mencatatkan pertumbuhan. Catatan penjualan dan laba SSMS bisa diliat pada catatan dibawah ini :

ssms laba rugi 2015-2017

Dari data diatas, baik penjualan maupun laba SSMS, tercatat tumbuh dengan baik. Dari apa yang tercatat di laporan tahunan SSMS, pertumbuhan SSMS masih akan terjaga di masa depan karena beberapa sebab, diantaranya :

  • Lahan Yang Belum Ditanami Masih Luas

Lahan belum ditanami SSMS masih sangat luas bila dibandingkan dengan lahan menghasilkan milik SSMS. Sampai akhir tahun 2017, Lahan belum ditanami masih seluas 33.292 ha, sedangkan lahan dengan tanaman menghasilkan seluas 68.520 ha. Hal ini berarti, lahan yang belum ditanami seluas hampir 50% dari lahan dengan tanaman sudah menghasilkan. Sepanjang tahun 2017, SSMS sukses menanami lahan seluas 12.400 ha, yang bila bisa diulang akan membuat penjualan SSMS di masa depan cepat membengkak. Pada tahun 2018, SSMS menargetkan melakukan penanaman 4000- 5000 ha. Lahan belum ditanami yang luas ini menjadi keunggulan SSMS bila dibandingkan perusahaan sawit lain seperti PT Astra Agro lestrai tbk, AALI, dan PT PP Lonsum Indonesia tbk, LSIP.

  • Lahan dengan Tanaman Belum Menghasilkan masih Luas

Sampai akhir tahun 2017, lahan dengan tanaman sawit yang belum menghasilkan mencapai 13.450 ha. Hal ini berarti ada potensi pertumbuhan penjualan sekitar 20%, bila tanaman sawit yang immature itu dengan berjalannya waktu berubah menjadi tanaman sawit yang menghasilkan..

Namun, dibalik potensi pertumbuhan tinggi di masa mendatang, ada hal unik yang saya temukan saat menelaah laporan keuangan SSMS, diantaranya :

  • Hutang Berbunga SSMS Besar

Pada Laporan keuangan Q3 2018, SSMS tercatat mempunyai hutang berbunga sebesar 219 + 4352 + 910 = 5,481 trilyun. Dari jumlah Hutang berbunga SSMS itu, menghasilkan Beban keuangan yang dibayar sampai Q3 2018 sebesar 582 Milyar. Pada Q3 2018, menilik ekuitas SSMS yang berjumlah 4,339 trilyun, maka Net DER SSMS berada di angka 1,26, dengan DER di angka 1,5.

Mungkin anda bertanya, “Kan SSMS sedang bertumbuh, bukannya wajar ya kalo hutangnya tinggi?”

Well..Hutang sebagian besar hutang berbunga ini tidak digunakan untuk mengembangkan lahan sawitnya, tapi malah untuk,,

  • Jadi Sapi Perah Induk?
Neraca SSMS

Pada laporan keuangan SSMS Q3 2018, ada akun piutang lain-lain lancar sebesar rp 682 Milyar. apa maksud piutang lain-lain ini?

Pada laporan yang sama, ada akun pinjaman kepada pihak berelasi sebesar rp 1,875 Trilyun. Apa maksud dari akun pinjaman kepada pihak berelasi ini?

Selain kedua akun unik diatas, ada pula akun aset lancar lainnya sebesar rp 424 Milyar. Apa maksud akun aset lancar lainnya ini?

Dari Tiga akun unik milik SSMS diatas saja, ada lebih dari 50% uang hasil hutang berbunga yang digunakan untuk hal yang tidak jelas, yang bukan untuk mengembangkan bisnis sawit SSMS..

Keunikan pertama pada akun aset lancar lainnya yang sebesar rp 424 Milyar. Akun ini berupa kontrak berjangka komoditas yang bukan lindung nilai akuntansi, karena tidak masuk kriteria lindung nilai. Apakah manajemen SSMS menggunakan duit hutang untuk ‘berspekulasi’? yang bisa seenaknya di masa depan dihapus buku dengan cara ‘kerugian investasi derivatif’? oh my…

Pinjaman lain-lain dan pinjaman pihak berelasi adalah pinjaman SSMS ke Induk usaha yakni PT Citra Borneo Indah atau CBI Group dan perusahaan-perusahaan lain yang dimiliki oleh CBI Group. Pada Q3 2018, ada uang sejumlah rp 2.6 Trilyun yang dipinjam-pinjamkan pada banyak perusahaan terutama PT Citra Borneo Indah. Yang lebih membuat kaget adalah piutang lain-lain ke banyak perusahaan itu tidak berbunga!

Bukannya ini seperti menjadikan SSMS sebagai sapi perah bagi perusahaan lain, yang tidak bermanfaat apa-apa bagi pemegang saham minoritas SSMS?

Bila saat ini, anda memiliki Saham SSMS, juallah segera ketika sudah mencetak profit. Bila anda belum memiliki saham SSMS, jangan sentuh saham SSMS bahkan dengan tongkat sepanjang 10 meteran..

Terlalu berbisa..

dan Seperti pelajaran yang bisa kita ambil dari Saga AISA, semua yang bermain-main dengan akuntansi untuk menyesatkan pemegang saham minoritas, pada akhirnya akan terjegal keras..

Allah punya cara..

” Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (QS. Al Zalzalah: 8)

.

PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk., SSMS, Q3 2018

Rating kinerja Bisnis              : B

Rating Kualitas Manajemen : E 

Rating Kondisi Keuangan      : D

Rating Harga saham              : D

.

@dr_BramIrfanda

Untuk menerima update GRATIS The Bram Irfanda Analysis, mohon klik subscribe atau mohon masukkan email anda ke form email dibawah ini

utk update artikel melalui Telegram, silakan Join Irfanda Capital on telegram

Subscribe to Blog via Email

GRATIS! utk berlangganan gratis, Masukkan email anda di form dibawah ini, lalu klik link konfirmasi berlangganan yang kami kirim ke email anda

Tagged: , , , , , , , , , ,

Leave a Reply