Analisa Harga Saham SQMI (Wilton Makmur) & Tambang Emasnya, Murah?

Harga Saham SQMI, PT Wilton Makmur Indonesia, yang sampai 15 november 2019 masih bernama PT Renuka Coalindo Tbk., sudah menanjak lebih dari dua kali lipat dalam beberapa minggu terakhir. Berita tentang tambang emas SQMI yang akan berproduksi penuh di 2020 menjadi berita yang Hot di beberapa Group saham. Apakah saham SQMI berprospek tinggi dan menjanjikan?

SQMI berdiri di tahun 2000 dengan nama PT Sanex Qianjiang Motor Indonesia. Dari namanya, sudah bisa kita duga bahwa SQMI awalnya adalah emiten yang memasarkan sepeda motor merek sanex, motor cina yang sekarang sudah punah. Seperti sepeda motor sanex yang untuk hidup aja susah, saham SQMI juga mengalami hal yang sama. Kemudian, pada tahun 2008, SQMI diakuisisi – lebih tepatnya backdoor listing– oleh PT Allbond Makmur Usaha sehingga bisnisnya berubah menjadi tambang mangan. Uniknya, pada tahun 2010, SQMI diakuisisi –backdoor listing lagi- oleh PT Renuka Energy, sehingga bisnisnya berubah menjadi batubara.

Pada awal tahun 2019, SQMI diakuisisi – lagi-lagi backdoor listing– oleh Wilton Resources Corporation, sebuah perusahaan tambang emas yang listing di SGX atau Bursa Efek Singapura.

Mungkin anda berpikir : “ Kok keren ya yang akuisisi perusahaan yang listing di SGX..”

Wilton Resources Corporation dengan kode sahamnya WILR, memang listing di SGX, tapi bukan di mainboard atau bursa utamanya, tapi di bursa Catalistnya. Bursa catalist ini adalah bursa tempat perusahaan-perusahaan yang ‘kurang jelas’ dan tidak memenuhi syarat untuk listing di mainboard.

Fakta unik lainnya adalah bila kita lihat dari laporan keuangan PT Renuka Coalindo tbk tahun 2018, maka akan tampak jelas bahwa SQMI tidak aktif dan membukukan pendapatan rp. 0 di tahun 2018. Seperti yang mungkin anda pikirkan, bagaimana mungkin sebuah tambang batubara berhenti beroperasi di saat harga batubara sedang tinggi-tingginya. Anda layak bertanya, Ini beneran perusahaan tambang batubara atau ‘perusahaan tambang’ yang ‘menambang’ uang lewat bursa saham dengan goreng menggoreng sahamnya?

Menurut anda, SQMI merupakan perusahaan tambang yang mana?

Setelah Wilton Resources melakukan backdoor listing di SQMI, susunan pemegang saham  SQMI menjadi : Wilton Resources Corporation melalui Wilton Resources Holding Pte. Ltd memegang saham sebesar 96.95 %, Renuka Energy memegang saham sebesar 1.55 %, dan publik atau masyarakat hanya mempunyai saham sebesar 1.5%. Jadi posisi saham publik disaham SQMI ini saat ini kecil sekali, hanya 1.5%. Seperti yang mungkin anda sudah paham, Bahayanya saham publik yang teramat kecil adalah, dengan kepemilikan publik sekecil ini, maka harga saham SQMI akan mudah digoreng dan diangkat ke puncak awan..

Mungkin anda berpikir : “harga saham diangkat kok ga mau, ya mau lah..”

Well. Mungkin anda masih hijau di bursa saham, sehingga tidak menyadari bahwa ketika suatu saham gorengan di kerek harganya ke awan, maka pemegang saham mayoritas yang mengangkat harga sahamnya akan mulai menjual sahamnya, tepat setelah harga saham menjadi mahal dan sahamnya menjadi terkenal serta dibahas dimana mana. Dan hal ini mirisnya sudah terjadi, dimana Wilton Resources Holding Pte Ltd sebagai anak perusahaan Wilton Resources Corporation sudah menjual saham SQMI sebesar 2,18% sahamnya sejak bulan agustus 2019 dan sebesar 1,98% sejak 28 oktober 2019. Penjualan massive saham SQMI dilakukan Wilton setelah harga saham SQMI menembus harga 350/saham, dan masih berlanjut sampai sekarang..

Apa yang membuat banyak trader bahkan investor berbondong-bondong masuk ke SQMI?

Tambang Emas yang dimiliki Wilton, yang dibackdoor listingkan ke SQMI..

SQMI mempunyai tambang emas “Ciemas Gold Project” dengan sumber daya biji mas 30.260 kiloton, yang mempunyai deposit emas rata rata 7.7gram / ton. Uniknya, dari laporan tahunan SQMI 2018, SQMI belum – atau tidak ada sama sekali- menyebutkan potensi deposit emas itu adalah reserve / cadangan. SQMI hanya melaporkan adanya sumber daya emas sebagai berikut : dari sumber daya terukur dan terindikasi ada 3.415 kilo ton sumber daya dengan kandungan biji emas 8.6 gram / ton. Kemudian sumber daya mineral tereka 2.559 kilo ton dengan kandungan emas 6.5 gram / ton.

Dari data diatas, SQMI sama sekali tidak menyebut bahwa emas yang ada di tambangnya adalah Reserve atau cadangan emas, yang seharusnya menjadi indikator apakah tambang emas itu benar-benar bisa ditambang. Kalo Cuma berupa sumber daya emas, lalu tiba-tiba SQMI melaporkan bahwa setelah eksplorasi lanjutan sumber daya itu tidak pernah menjadi reserve atau cadangan emas dan tidak bisa ditambang, lantas bagaimana nasib pemegang saham minoritas SQMI?

Hanya dapat harapan palsu?

Harapan palsu itu juga yang hanya bisa dinikmati oleh pemegang saham  Hartawan Holding, karena di backdoor listing di SGX oleh Wilton Resources Corp pada tahun 2013, dengan umpan yang sama : Tambang emas Ciomas Gold project

Apakah anda sudah memakan umpannya?^

.

@dr.BramIrfanda

^ ini adalah analisa saham SQMI part 1, bila anda ingin analisa saham SQMI part 2 yang berupa analisa keuangan, manajemen, cara investasi yg aman di SQMI dll, silakan tulis komentar : ” tolong diulas lagi SQMI” atau sejenisnya. Bila ada 10 komentar di bawah artikel ini, akan kami bahas analisa SQMI part 2 nya 🙂

Untuk menerima update GRATIS The Bram Irfanda Analysis, mohon klik subscribe atau mohon masukkan email anda ke form email dibawah ini

The Bram Irfanda Analysis sekarang ada di Youtube, Podcast, Twitter, Facebook dan Telegram untuk berlangganan silakan klik di link masing-masing Social media diatas

Subscribe to Blog via Email

GRATIS! utk berlangganan gratis, Masukkan email anda di form dibawah ini, lalu klik link konfirmasi berlangganan yang kami kirim ke email anda

Tagged: , , , , , , , ,

Comments: 2

  1. Gandalf November 17, 2019 at 7:29 am Reply

    Pak dr. Tolong diulas lagi SQMI nya thanks

    • @dr_BramIrfanda November 18, 2019 at 9:08 am Reply

      komennya baru 1, jadi masih kita tunggu 😀

Leave a Reply