Tutorial Bangkrut Di Pasar Saham

Tahun 2020 menjadi tahun luar biasa bagi bursa efek Indonesia karena mencetak pertumbuhan jumlah investor yang mencapai rekor. Akibatnya, pasar saham menjadi dunia baru bagi investor dan trader saham baru ini. Hal ini bisa kita ibaratkan kucing anggora yang kita miliki, yang awalnya terbiasa hidup di hangatnya rumah kita, lantas harus kita buang di savana Afrika dan harus menghadapi ganasnya alam liar Afrika. Bila kita meninggalkan kucing anggora yang kita sayangi ke tengah padang savana di Afrika, yang penuh dengan hewan pemakan tanaman seperti zebra, wildebeest, gazelle, antelope, buffalo, elephant, dll maka kucing anggora kita punya kemungkinan yang cukup besar bisa mendapatkan makanan untuk tumbuh dan bertahan hidup. Namun, yang harus kita ingat adalah dimana ada hewan buruan, maka disana akan ada hewan pemangsanya. Hewan pemangsa di Afrika ada banyak dan mayoritas berukuran lebih besar daripada kucing anggora kita, seperti singa, cheetahs, leopards, hyenas, wild dog, dll. Dari kenyataan ini, maka ada kemungkinan yang sangat besar, kucing anggora kita menjadi korban dari hewan- hewan pemangsa di padang savana Afrika itu.

Pasar saham bisa kita ibaratkan layaknya padang savana dan alam liar afrika. Ada investor yang sudah berpengalaman, ada trader yang sudah berpengalaman, ada investor yang masih awam, ada trader yang masih awam. Selain ke 4 “jenis hewan” ini, dipasar saham juga ada “jenis hewan” pemangsanya. Yang termasuk pemangsa di pasar saham diantaranya pemilik emiten yang melakukan IPO dan Right Issue perusahaan sampah, sekuritas penipu yang menargetkan orang awam untuk membeli REPO sampah, penipu berkedok ahli saham yang merekomendasikan saham sampah atau saham yang sudah kemahalan, penipu yang memainkan harga saham alias jadi bandar, dll. Para pemangsa di pasar saham ini sudah siap memangsa mereka yang tidak waspada di pasar saham terutama orang- orang baru yang belum berpengalaman.

Investor dan trader yang baru masuk ke pasar saham di tahun 2020 atau 2021 pasti menjadi sasaran empuk para pemangsa di pasar saham. Investor dan trader baru ini belum pernah mendengar, menjumpai, apalagi menjadi saksi hidup dari Investor dan trader lain yang menjadi korban keganasan pasar saham. Di forum stockbit tahun 2017 atau 2018, ada curhatan tentang trader yang melakukan percobaan bunuh diri dan harus dirawat di rumah sakit karenanya akibat kerugian ratusan juta dari modal pokoknya. Bahkan di tahun 2008 dan 2009, ada banyak investor dan trader saham yang mengalami kebangkrutan, bahkan sampai harus menjual rumah yang mereka tempati untuk membayar hutang margin. Bila kita tarik ke belakang sampai 23 tahun yang silam, maka ada tingkat kejadian bunuh diri dan kebangkrutan  yang besar di pasar saham akibat krisis moneter di tahun 1998.

Seperti apa ciri- ciri mereka yang akan bangkrut di pasar saham?


Berikut tutorial untuk bangkrut di pasar saham :
1. Menggunakan cash atau uang kas yang panas alias akan harus kita gunakan dalam waktu kurang dari 3 tahun.

Pasar saham itu membutuhkan kesabaran yang besar karena kita tidak tahu kapan pasar mengenali nilai asli atau nilai wajar dari investasi yang kita miliki. Kadang perlu 1-3 tahun untuk saham naik ke harga wajarnya. Bila kita harus menjual saham kita di saat harga belum naik atau bahkan saat mengalami penurunan harga karena kita butuh uang , maka kita bisa mengalami kerugian akibat menjual saham di saat yang tidak tepat.

2. All in dari uang yang panas itu ke 1-3 saham saja.

Melakukan investasi secara all in ke satu saham memang bisa membuat kita kaya mendadak bila saham itu naik tinggi. Namun, yang harus kita ingat adalah bila 1 saham itu harganya hancur, maka portofolio kita juga akan hancur bersamanya. Akan lebih bijaksana untuk membagi modal kita ke 5 saham yang masing- masing kita alokasikan 20% dari modal.

3. Membeli saham gorengan atau saham dengan fundamental buruk yang harga sahamnya di angkat oleh bandar.

Membeli saham gorengan yang sudah naik tinggi memberikan perasaan nyaman karena melihat banyak orang yang ikut membeli juga. Selain itu ada siraman adrenalin yang besar akibat berspekulasi di saham sampah yang kita tidak tahu jeroannya. Namun, kotoran yang dijual mahal akan tetap menjadi kotoran dan tidak bisa berubah menjadi makanan apalagi berlian.

4. Membeli saham yang harganya sudah dipucuk atau sudah naik diatas nilai wajarnya.

Suatu saham disebut murah atau mahal tergantung harga belinya. Perusahaan yang bagus tapi dibeli di harga yang kemahalan akan menjadi investasi yang buruk. Perusahaan yang biasa tapi di beli di harga yang sangat murah akan menjadi investasi yang baik.

5. Mengikuti rekomendasi dari forum- forum saham atau dari penipu saham yang berlagak seperti ahli saham.

Manusia sejatinya sama seperti hewan- hewan pemakan rumput di padang savana Afrika dalam hal mengikuti pendapat mayoritas. Seekor zebra tidak akan berani mengambil jalur yang berbeda dengan kelompoknya. Sayangnya, berbeda dengan zebra yang hidupnya terancam ketika sendiri, manusia malah hidupnya terancam bila mengikuti pendapat mayoritas. Karena pendapat mayoritas itu seringkali mematikan otak logika manusia akibatnya manusia jadi mengikuti pendapat mayoritas tanpa di pikir kembali apakah pendapat mayoritas itu benar dan masuk akal.

6. Memakai hutang margin dari sekuritas dengan jumlah yang signifikan.

Rick Guerin, teman Warren Buffett sebelum krisis 1973- 1974 di Amerika merupakan investor yang sangat sukses dan mencatatkan imbal hasil yang besar. Agar cepat kaya Rick Guerin mengambil hutang margin yang besar untuk menambah modal investasinya. Malangnya, krisis 1973- 1974 datang dan membuat Rick Guerin hampir mengalami kebangkrutan. Akibat dari musibah ini Rick Guerin tidak pernah mencapai status billionaire seperti Warren Buffett dan Charlie Munger.

Dari 6 tutorial untuk bangkrut di pasar saham di atas, silahkan Anda melakukan introspeksi diri akan apa yang Anda lakukan selama ini di pasar saham. Bila Anda melakukan salah satu atau beberapa atau bahkan melakukan semua dari 6 poin di atas maka Anda sebaiknya segera melakukan taubat nasuha di pasar saham.

Bila Anda, setelah menerima peringatan ini masih saja mengabaikannya, maka jangan salahkan saya ketika nanti Anda termangsa di ganasnya alam liar pasar saham Indonesia.

Saham Dalam Sebuah Angkringan

Dalam masa pasar Bullish ( pasar saham yang naik terus ) seperti sekarang, banyak pemula ingin ikut masuk ke pasar saham dan ikut menikmati keuntungan dari pasar saham. Namun, seperti semua pasar yang sedang rame, banyak orang yang tertarik mencari uang dipasar itu baik sebagai penjual, pembeli, maupun pelaku kejahatan seperti copet, penipu, dll.

Apa yang harus dilakukan oleh mereka yang termasuk golongan pemula ini saat masuk ke pasar saham?
Yang terpenting adalah seorang pemula di pasar saham harus terlebih dahulu memahami dasar- dasar pasar dan investasi saham di antaranya adalah memahami apa itu saham 

Pada memo kedua ini saya akan berusaha menjelaskan apa itu saham 


Saham adalah bagian dari kepemilikan suatu perusahaan. Biar lebih mudah dimengerti mari kita pakai contoh kasus nyata yang bisa kita jumpai di kehidupan nyata. Ada 2 orang lulusan SMK, sebut saja Sule, 18 tahun dan Andre, 18 tahun keduanya teman sebangku di SMK, berencana setelah lulus SMK membuka angkringan di pinggir jalan di sekitar kawasan kampus di Jogja. Setelah mereka hitung- hitung modal bersih yang dibutuhkan untuk modal bisnis angkringan adalah Rp 10.000.000. Agar usahanya kelihatan bonafit mereka bersepakat mendirikan PT ( Perusahaan Terbatas ) untuk jadi payung bagi usaha angkringan mereka  yang bernama PT Opera Van Java.
Di PT ini, yang bermodalkan Rp 10.000.000 mereka berdua menerbitkan 1.000 saham dengan nilai Rp 10.000 per saham . Sule sepakat menyetor modal sebesar 500 saham atau Rp 5,500.000. Sedangkan Andre menyetor modal sebesar 450 saham atau Rp 4.500.000. Keduanya kemudian berbisnis bersama membesarkan bisnis angkringan OVJ itu.
Di tahun 2019 angkringan OVJ mencatatkan laba bersih Rp 100.000.000 per tahun. Sule dan Andre yang merasa gembira atas pencapaian itu, lantas cerita ke teman- temannya kalau usaha angkringanya yang selama ini mereka tekuni sudah mendapatkan laba Rp 100.000.000 di tahun 2019.
Mendengar cerita dari Sule dan Andre, Nunung, salah seorang teman mereka tertarik membeli saham angkringan OVJ dari mereka berdua. Sule menawarkan sahamnya kepada Nunung seharga Rp 1.000.000 per saham. Nunung pun menolak karena merasa kemahalan. kemudian Nunung menghubungi Andre untuk membeli sahamnya, Andre pun meminta Rp 800.000 per saham. Karena merasa harga yang ditawarkan masih mahal Nunung menawar diharga Rp 500.000 persaham. Akhirnya Andre melepas sahamnya di harga Rp. 500.000 per saham sebanyak 100 lembar kepada Nunung karena Andre butuh uang untuk beli sepeda motor baru. Dengan pnejualan saham ke Nunung maka perusahaan OVJ jadi bernilai Rp 800.000.000. 

Kemudian tahun 2020 pun datang…..
Kemudian pandemi Covid-19 pun datang…. 

Kawasan kampus di Jogja yang menjadi senjata utama angkringan OVJ mendadak sepi karena kuliah berubah menjadi online. Maka di akhir 2020, angkringan OVJ hanya mencatatkan laba bersih Rp. 50.000.000 selama setahun. Di awal 2021, Nunung yang butuh uang untuk biaya pernikahanya, ingin menjual 100 lembar saham angkringan OVJ yang Ia miliki. Nunung berusaha menawarkan saham Angkringan OVJ ke Sule, Andre, dan teman-teman lainnya di harga Rp 750.000 per saham. Namun tidak ada yang mau membeli saham milik nunung di harga Rp 750.000 sesuai yang Nunung inginkan. Saat itu saham Nunung hanya ditawar dibawah harga Rp 100.000 per saham yang membuat Nunung enggan menjualnya. Setiap hari ada yang menawar saham Nunung di OVJ seharga Rp 50.000 sampai Rp 100.000 per saham, yang menurut Nunung tidak masuk akal. Karena tanggal pernikahannya sudah dekat dan Nunung sangat perlu uang untuk membayar biaya Catering, maka Nunung terpaksa menjual sahamnya di harga Rp 200.000 per saham kepada Aziz sebanyak 100 lembar. Aziz berpendapat bahwa angkringan OVJ belum akan mendapat laba bersih lebih dari Rp 100.000.000 lagi sampai kuliah tatap muka kembali bergulir. karena itu Ia hanya mau membayar saham angkringannya 200.000 per saham.
Jadi di awal tahun 2021 pemilik saham angkringan OVJ adalah Sule sebanyak 550 saham, Andre sebanyak 350 saham, Aziz 100 saham.
Dari ilustrasi di atas maka saham itu :
1. Saham adalah bagian kepemilikan dari perusahaan yang nilainya dalam jangka panjang berfluktuasi tergantung kinerja perusahaannya 

2. Perubahan harga harian tidak penting selama kinerja perusahaan tidak berubah 

3. Harga saham yang ditawarkan oleh orang yang ingin membeli bisa kita tolak kalau kurang mahal 

Persamaan Saham Dan Hijrah

Hanya dalam kurun waktu 1 tahun di sepanjang tahun 2020, ada penambahan jumlah investor saham di Bursa Efek Indonesia sebesar 53,47% lebih tinggi dari jumlah investor di akhir tahun 2019 atau naik sebanyak 590.658 SID.

Namun, berdasarkan pengalaman dimasa silam khususnya sejarah pasar saham yang sudah sangat tua seperti di Amerika. Nantinya mayoritas investor baru ini akan banyak yang berguguran alias kapok menaruh uangnya di pasar saham.

Pertanyaannya, mengapa prediksi muram ini bisa menjadi kenyataan ?

Jawaban dari pertanyaan ini sama persis seperti jawaban atas pertanyaan : Kenapa orang yang beberapa bulan lalu atau tahun lalu mengaku sudah hijrah sekarang menghilang dan kembali lagi ke duniannya yang dulu.

Jawaban dari kedua pertanyaan diatas adalah bila orang itu tidak mau menuntut ilmu maka Ia tidak akan bisa bertahan lama baik di saham maupun saat hijrah.

“Dan bagaimana Engkau Akan dapat bersabar atas sesuatu, sedang engkau belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu”
Q.S Al- kahfi : 68


Pasar Bullish sejak akhir maret 2020 pasti tidak mungkin berlangsung selamanya. Ketika pasar bearish datang, yang akan membuat pasar dan harga saham turun terus hampir setiap hari mereka yang tidak belajar tentang saham dengan cukup akan lari ketakutan keluar dari pasar saham, jual rugi, bersumpah serapah tidak akan mau lagi berinvestasi di pasar saham bahkan bunuh diri.

Hal ini sama seperti hijrah.

Hanya mereka yang mau belajar tentang islam dari dasar, pertama mulai dari aqidah (keimanan), kemudian adab (cara bersikap), kemudian akhlak, kemudian ibadah, dan baru kemudian muamalah (hubungan dengan sesama manusia) yang akan bertahan menghadapi berbagai cobaan setelah hijrah.

Bagi Anda investor baru di IDX saya dengan tulus mengucapkan selamat datang..

Dan agar Anda bisa bertahan di pasar saham sampai berpuluh tahun yang akan datang, mulailah belajar tentang saham dan fundamentalnya mulai dari sekarang.

Kalau tidak, saya khawatir suatu saat saya harus mengucapkan selamat tinggal.

Margin of Safety : Mengenal Seth Andrew Klarman

Margin of Safety merupakan buku karya Seth A Klarman yang jadi salah satu rujukan wajib bagi mereka penganut value investing. buku ini menjelaskan teori – teori investasi, jebakan di bursa saham dan cara untuk menghindari jebakan tersebut.

Seth A Klarman lahir pada tahun 1957, satu angkatan dengan Steve Jobs dan Bill Gates.

Bibit menjadi seorang milyader sudah terlihat pada diri Seth Klarman saat berusia 4 tahun, dimana ia mendekorasi kamarnya seolah menjadi toko ritel dengan memasang label harga pada semua barang miliknya. Selain itu pada usia 10 tahun ia sudah membeli saham pertamanya dan ketika berusia 11 tahun ia memberikan ceramah bagaimana cara beli saham di depan teman sekelasnya. Bahkan, ketika Seth Klarman berusia 12 tahun, Ia secara teratur menelepon brokernya untuk mendapatkan penawaran harga saham. Sejak SD Seth Klarman telah pandai mencari peluang bisnis dengan menawarkan jasa seperti menjadi loper koran, membuka stand es puter, menjual skop saat musim salju, dan memiliki usaha kecil penjualan perangko serta koin koleksi.

Setelah lulus SMA, Seth Klarman mengambil S1 di Universitas Cornell mengambil jurusan bidang ekonomi dan sejarah. Padahal ia sebenarnya ingin mengambil matematika tetapi untuk lebih memperdalam ilmu bisnisnya, Ia mengambil jurusan Ekonomi. Ayah Seth Klarman sendiri adalah seorang professor ekonomi. Kemudian, setelah lulus S1, Seth Klarman mengambil MBA di Harvard Bisnis School (HBS), bareng jamie dimon (CEO JPmorgan Chase, Steve Burke (chairman NBCuniversal & vice president comcast) dll. Saat menempuh pendidikan S2 ini, Ia dapat baker scholar atau 5 % terbaik dari angkatannya di HBS.

Saat menempuh pendidikan S1, Ia sempat magang di salah satu perusahaan obligasi yaitu mutual series fund yang digawangi oleh Max Heine dan Michael Price. Mereka merupakan sosok yang sangat terkenal di Value investor terutama tahun 1980.
Kemudian setelah lulus, Ia kembali ke perusahaan tempatnya magang dulu, untuk bekerja selama 18 bulan sebelum memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di Harvard Business School. Jadi Seth Klarman sejak awal umur 20an sudah dimentori oleh Max Heine dan Michael Price, value investor hebat dan terkenal. Seth Klarman mengatakan bahwa selama 2 tahun bekerja dengan Max Heine dan Michael Price, ilmu yang didapat jauh lebih banyak daripada yang Ia pelajari di Harvard Bussines School.
Pada tahun 1982, setelah lulus S2 Seth Klarman diajak oleh professor Poorvu untuk bergabung di Baupost Group. Baupost Group sendiri memiliki kepanjangan Jordan Baruch, Auerbach, Poorvu dan Stevenson. Modal awal sendiri saat mendirikan Baupost Group sendiri sebesar $ 27.000.000 di Amerika dengan gaji awal $ 35.000 setahun. Sebenarnya Seth Klarman mendapat beberapa penawaran dengan gaji yang besar, namun Ia memilih menjadi Fund Manager di Baupost Group.
Yang lebih menajubkan dari tahun 1982- sekarang, Seth Klarman mendapat Keuntungan rata-rata 20% pertahun, dimana mampu mengalahkan Benjamin Graham dan lainnya. Tentu saja kita tidak bisa membandingkan Seth Klarman dengan Warren Buffet, Karena Warren Buffett jauh lebih hebat dalam hal catatan returnnya.
Seth Klarman juga mempunyai gaya yang bebeda dengan Waren Buffet. Dimana Seth Klarman lebih mirip Benjamin Graham, sedangkan Warren Buffet lebih mirip dengan Charlie munger. Seth Klarman dan Benjamin graham lebih suka dan percaya pada angka di laporan keuangan serta ingin berinvestasi jangka menengah, sedangkan Warren Buffet yg sekarang lebih mementingkan kualitas bisnis dan membeli untuk memiliki selamanya .
Pada tahun 2020 Boupost Group memiliki under manajemen USD $ 31 milyar, dengan kekayaan pribadi US $ 1,5 Milyar

Buku margin of safety ini akan mengungkap rahasia Seth Klarman menjadi Trilyuner dari pasar saham, yg bisa kita jadikan pelajaran

Pembahasan Buku 100 Baggers Christopher Mayer | Bab 1 Part 1

Untuk pembahasannya simak video berikut: