Standing on The Shoulders of Giant Investors | BIA #41

Istilah Standing on the shoulders of giants pertama kali di populerkan oleh sir Isaac Newton lewat surat yang ditujukan kepada Robert Hooke, yang saat itu adalah sesama ilmuwan terkenal..

Namun, istilah itu tidak hanya dalam ilmu fisika, karena Istilah Standing on the shoulders of giants juga bisa kita lihat ada di dalam dunia Investasi bila kita meneliti sepak terjang Warren Buffett sejak dahulu kala..

Buffett pada awal mulanya sangat berpegang teguh pada ajaran Kuantitatif Benjamin Graham, Perlahan turut mengadopsi pemikiran kualitatif Philip Fisher dalam memilih saham..

Dalam Menentukan Nilai Intrinsik Suatu emiten yang tengah diteliti, Buffett tidak mengikuti pendekatan Graham, tapi malah mengadopsi pendekatan nilai dari John Burr William..

Dari ketiga Giants (Raksasa) inilah Warren Buffett mencatatkan imbal hasil rata-rata sebesar 19,7%/ tahun dari 1965 sampai tahun 2013..

Imbal Hasil yang sebegitu besar dalam jangka yang sebegitu lama (49 tahun!), membuat Buffett mencatatkan imbal hasil saham terbaik dan terlama di dunia, sepanjang sejarah..

Pertanyaannya, Apakah tanpa kehadiran Para ’Investor Raksasa’ yang menjadi Bahan Pijakan keilmuan Buffett, Buffett bisa mencatatkan imbal hasil begitu besar?

Saya meragukannya..

Walau ajaran ‘Margin of safety’ Ben Graham merupakan pokok utama dari investasi nilai, Phil Fisher dan John Burr William sangat berjasa bagi kegemilangan Buffett..

Bahkan di awal dan pertengahan tahun 1960an, Buffet masih sangat terpaku pada Strategi “Puntung Rokok” -strategi membeli saham perusahaan dengan kondisi bisnis yang buruk dengan harga diskon untuk mencicipi keuntungan terakhirnya- yang membuatnya terdampar di perusahaan Tekstil bernama Berskhire Hathaway yang masih disesali Buffett hingga sekarang..

Adalah Philip Fisher yang menjadi lampu penerang bagi Buffett untuk menggeser mindset investasinya..

Buffett adalah orang yang berdiri diatas pundak dari Para Investor Raksasa , yakni Benjamin Graham, Philips Fisher dan John Burr William. Karena sebab itulah, Buffett bisa ‘melihat lebih tinggi dari Para Raksasa Investasi’, dan menciptakan imbal hasilnya yang jauh melegenda daripada guru-gurunya..

Bila Investor tersukses seperti Buffett berdiri di pundak ‘para raksasa Investasi’ itu, kita harus juga mengikuti langkahnya, dengan sedikit banyak mengubah pendekatan Investasi sesuai keadaaan yang kita hadapi sekarang..

Mau?

 

@dr_BramIrfanda

^ utk update artikel analisa saham melalui Telegram, silakan Join Irfanda Capital on telegram

Tagged: , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply