MICE (PT Multi Indocitra), Masihkah Menjanjikan?

PT Multi Indocitra Tbk, MICE, Harga sahamnya sudah turun sekitar 10% sejak awal tahun. Apakah Saham MICE Menjanjikan?

PT Multi Indocitra Tbk, MICE, didirikan pada tahun 1990, dengan nama PT Modern Indocitra. Bila tetap memakai nama aslinya, orang pasti sudah bisa menebak kalo MICE adalah bagian dari Grup Modern. Modern Group adalah kendaraan bisnis milik keluarga Besar Honoris, yang sosok terkenalnya antara lain Samadikun Hartono (Buronan BLBI yang dipidana karena kasus Bank Modern, paman dari charles dan Anthony), Charles Honoris (anggota DPR RI dari PDIP) dan Anthonius Honoris (Presiden Direktur MICE).

Modern Group sendiri adalah salah satu Group bisnis besar di Indonesia, yang selain memiliki MICE, juga berada di balik beberapa perusahaan, diantaranya PT Hasta Prima Industri, PT Kartika Naya, PT Honoris Industry, PT Modern Internasional Tbk (MDRN) dan PT Modernland Realty Tbk (MDLN). MDRN inilah yang membuat dunia persilatan Retail Indonesia heboh dengan terbit sekaligus tenggelamnya 7eleven Indonesia..

Pertama didirikan, MICE bergerak dalam distribusi produk perawatan kesehatan dan aksesoris bayi, ibu hamil serta ibu menyusui. Kemudian di tahun 1995, MICE berhasil menjalin kerjasama dengan Pigeon Corporation Japan membentuk PT Pigeon Indonesia untuk memproduksi botol dan dot bayi di Indonesia. Saat ini, Botol susu dan dot Pigeon telah menguasai sekitar dua pertiga pangsa pasar di Indonesia dengan distribusi produk yang sudah menjangkau seluruh Indonesia, baik di pasar modern maupun pasar tradisional..

Setelah selamat melewati krisis Ekonomi 1998 yang sangat terjal bagi MICE dan Modern Group, Pada tahun 2005 MICE sukses melakukan IPO. Pada tahun 2010, MICE mulai menambah varian bisnis dengan mendistribusikan lampu hemat energi bernama HORI yang diproduksi oleh PT Honoris Industry, salah satu perusahaan di Modern Group. Kemudian pada  tahun 2013, Perusahaan melakukan penambahan toko khusus Pigeon, memperkenalkan pelembab Pigeon untuk remaja, mendistribusikan produk kecantikan skin care dengan merek dagang Aibu (Local Brand) dan produk skin care premium dengan merek dagang Astalift dari Fuji Film, Jepang.

Pada tahun 2015, Perusahaan telah melakukan kerjasama dengan PT Lock & Lock Indonesia untuk pendistribusian secara eksklusif di Indonesia atas produk Lock & Lock dengan design karakter -seperti tupperware tapi untuk anak-, antara lain Hello Kitty, Snoopy & Belle. Pada tahun yang sama, MICE juga mendirikan entitas anak baru dengan nama PT Citra Makmur Ritailindo (CMR), yang bisnis utamanya adalah Toko retail perlengkapan Bayi Offline dengan nama Baby World..

Baca Juga :

Dari berbagai produk yang dirilis ke pasar, hampir semuanya gagal dan sudah dihentikan penjualannya oleh MICE. Hanya dua Yang tersisa, Pigeon dan Lock & Lock saja..

Distribusi Lampu Hori dihentikan pada tahun 2014, karena setelah empat tahun penjualannya  kurang greget. Setali tiga uang dengan Produk skin Care Fuji Film, Astalift, yang sudah punya beberapa gerai di Jabodetabek dihentikan penjualannya pada tahun 2016 karena hanya terus menyumbang kerugian.

Sedangkan Toko Retail Baby world, yang pada akhir tahun 2016 sudah ada 11 toko, 7 toko diantaranya harus di tutup sepanjang tahun 2017 dan awal 2018. Walaupun, sepanjang tahun 2017 MICE membuka lagi 7 Toko baru untuk mengganti toko yang ditutup. Hal ini berarti, Toko baby world masih belum bisa berdiri sendiri, masih berusaha mencari jati diri, yang ternyata ikut tenggelam bersama mentari.. 😀

Penghentian penjualan, penutupan Toko,  Penutupan Jalur distribusi itu mahal, apalagi bila kita menelisik cara MICE masuk ke suatu bisnis baru : Full Power

Astalift dirilis dengan pembukaaan 8 gerai di mall dan pusat perbelanjaan kelas atas di jakarta. Toko retail Baby World dirilis langsung dengan membuka 11 gerai di tahun pertama. Untuk kemudian ditutup satu persatu karena tidak laku..

Tanpa sadar – atau dengan sadar?- Manajemen MICE sedang Buang-buang uang, dengan uangnya pemegang saham..

Harusnya, MICE melakukan jurus ‘Tembakkan Peluru dulu, baru Meriam‘ nya Jim Collins -, persis seperti yang Steve Jobs lakukan dengan Apple Store..

Ditengah Ketiadaan Bintang baru yang bisa menemani Pigeon, MICE malah melakukan Blunder Fatal. MICE menyembelih ‘Angsa bertelur Emas’ satu-satunya yang ia punya, yakni Pigeon Indonesia. Pada tahun 2017, MICE menjual sahamnya di Pigeon Indonesia ke Pigeon Singapore Ltd -kepanjangan tangan dari Pigeon Corp Jepang- sebesar 30% dari total saham yang mirisnya hanya dinilai sebesar rp.117,26 miliar. Semula, MICE lewat PT Multi elok menjadi pemilik mayoritas karena memiliki 65% saham di PT Pigeon Indonesia, namun sekarang Pigeon Singapore Ltd lah yang menjadi mayoritas dan memiliki 65% saham..

Bila selama ini, produk utama MICE adalah Pigeon, kenapa Pigeonnya malah dijual?

Padahal, Pigeon Indonesia berhak memproduksi produk-produk Pigeon di bawah perjanjian lisensi dari Pigeon Corporation Jepang, dengan hanya memberikan royalti 5% atas penjualan produk bermerek Pigeon..

Dan itu Murah!

dan Mudah!

Agaknya, sebab inilah yang membuat Eyang Surono Subekti, salah satu Legend di Pasar saham Indonesia keluar dari MICE di awal tahun 2018..

Bila Eyang Surono aja ngga Kuat, yakin kamu bakalan Kuat? 😀

 

PT Multi Indocitra Tbk, MICE, FY 2017

Rating Kinerja Bisnis : C

Rating Manajemen    : C

 

@dr_BramIrfanda

utk update artikel melalui Telegram, silakan Join Irfanda Capital on telegram

Setiap minggu, kami akan menulis analisis saham fundamental emiten BEI dan akan mempostingnya di blog ini. Untuk MENDAPAT KIRIMAN EMAIL GRATIS UPDATE ARTIKEL TERBARU irfanda.id , silakan masukkan email anda ke form dibawah ini

Subscribe to Blog via Email

GRATIS! utk berlangganan gratis, Masukkan email anda di form dibawah ini, lalu klik link konfirmasi berlangganan yang kami kirim ke email anda

Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply