Landbank dalam Analisa Fundamental Emiten Properti | BIA #9

Bagaimana posisi Landbank atau tanah mentah -yang belum diolah sama sekali- dalam analisa Fundamental Perusahaan Properti?

Apakah Landbank menjadi indikator utama dalam analisa Fundamental Perusahaan Properti?

Sektor Properti merupakan sektor yang tengah menjadi buah bibir di Indonesia. Banyak Perusahaan Properti yang mencatatkan Rekor Laba dan Rekor Harga Saham. Di tengah posisinya yang menarik itulah, saaat ini emiten Properti menjadi kembang desa di Bursa Efek Indonesia.

Salah satu poin yang banyak digunakan investor sebagai indikator potensi suatu emiten Properti adalah Landbank. Banyak Investor yang menganggap bahwa Emiten dengan Landbank terbesar, merupakan emiten yang paling menjanjikan.

Namun, setelah kami analisis, kami meragukan kuatnya kaitan antara jumlah dan posisi Landbank suatu emiten dengan potensi keuntungan suatu emiten properti di masa depan..

Landbank suatu emiten Properti merupakan bahan mentah yang harus diolah agar mendapat nilai tambah dari penjualannya..

Karena Landbank merupakan bahan mentah, Landbank sendiri di pengaruhi oleh dua indikator utama, yakni Harga Jual dan Harga Beli..

Harga Beli suatu Landbank, minimal dipengaruhi oleh harga Beli dan asal Modal

Apakah Harga Beli suatu landbank bisa dibilang murah? Atau malah mahal?

Apakah Modal pembelian Landbank berasal dari uang kas internal perusahaan ataukah berasal dari hutang? Bila berasal dari Hutang, berapa bunganya? Berapa total biaya Pembeliannya?

Selain harga beli, Harga Jual suatu landbank juga sangat mempengaruhi keuntungan suatu Emiten Properti. Harga Jual Suatu Landbank dipengaruhi oleh banyak hal, antara lain :

Letak

Letak Landbank yang strategis, dengan fasilitas pelengkap dan transportasi yang baik, tentu lebih menjanjikan keuntungan penjualan yang lebih tinggi.

Suku Bunga

Suku Bunga merupakan salah satu bagian dari kondisi Ekonomi yang sangat mempengaruhi Harga Jual Properti. Semakin rendah suku bunga, semakin tinggi potensi kenaikan harga suatu properti.

Kondisi Ekonomi

Keadaan Ekonomi suatu negara sangat menentukan harga jual properti. Faktor-faktor Ekonomi yang menentukan keuntungan Emiten Properti antara lain : GDP (yang menggambarkan seberapa besar permintaan dan penawaran Properti), Tingkat Pengangguran (yang bila semakin besar akan menurunkan permintaan properti), Inflasi, Tingkat Kepemilikan Rumah

Pengembangan & Marketing

Bagaimana Konsep Pengembangan dan marketing yang dilakukan oleh emiten sangat menentukan masa depan suatu proyek properti. Emiten yang secara historis mempunyai kemampuan yang hebat dalam pengembangan dan marketing, umumnya akan meraih keuntungan yang jauh lebih baik dibandingkan mereka yang tidak.

Kebijakan Pemerintah

Kebijakan Pemerintah dalam sektor properti, seperti peraturan DP dan Kredit, atau kebijakan pemerintah yang menentukan Kondisi Ekonomi secara umum bisa mempengaruhi pasar properti.

Spekulasi

Banyaknya orang yang membeli properti untuk berspekulasi, bisa membuat harga Properti menjulang tinggi, yang akan berefek pada makin besarnya keuntungan emiten properti. Namun bahayanya, bila Bubble Properti akibat spekulasi ini pecah, Emiten Properti sendiri yang akan menghadapi masa sulit akibat turunnya permintaan dan turunnya harga properti.

Akibat banyaknya faktor yang menentukan kualitas suatu landbank, menentukan kualitas suatu emiten properti hanya dengan melihat jumlah Landbank yang dipunyainya bisa sangat menjebak..

Karena sebab itu pulalah, kami berpendapat kalau jumlah Landbank bukanlah Faktor dominan dalam analisis Fundamental Emiten Properti

 

@AnalisisSaham

^ utk update artikel analisa saham melalui Telegram, silakan Join Irfanda Capital on telegram

Tagged: , , ,

Leave a Reply