Kinerja Bisnis SSIA Longsor, Kenapa?

PT Surya Semesta Internusa Tbk, SSIA, mencatatkan penurunan Pendapatan sampai 22% hingga Q3 2017. Bagaimana Fundamental Bisnis SSIA?

Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) didirikan tanggal 15 Juni 1971 dengan nama PT Multi Investments Ltd dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1971. Pada saat didirikan, SSIA berfokus pada pengembangan Segitiga Emas di daerah Kuningan, kemudian pada 1976 mengembangkan Plaza Glodok. setelah IPO di 1997, SSIA menghadapi krisis moneter 1998 yang memaksanya baru aktif lagi di 2006 dengan proyek Bayan Tree Resort ungasan bali. Saat ini, SSIA memiliki 3 divisi, yakni divisi Properti, divisi Konstruksi dan divisi Perhotelan

Saat ini, senjata utama SSIA adalah di bisnis properti, khususnya di lahan industri. Namun, bila diamati, sejak tahun 2015, segmen properti ini terus menurun pendapatan dan laba bersihnya. Bahkan sampai Q3 2017, pendapatan segmen Properti menurun 46,2 % bila dibandingkan pencapaian Q3 2016..

Bila menilik ke belakang, Puncak penjualan kawasan industri di Indonesia berlangsung di tahun 2011, dimana dalam setahun secara total lahan yang terjual sebesar 1200an ha. Kemudian, angka penjualan ini terus menurun, sampai mencapai titik nadir di 2016. Mirisnya, ditengah peningkatan penjualan lahan industri di tahun 2017, SSIA malah hanya mencatatkan realisasi penjualan 2017 sebesar 2,1 ha alias jauh menurun bila dibandingkan perolehan di tahun 2016 yang sebanyak 10,4 ha. Bila dibandingkan dengan penjualan emiten lahan industri lain seperti DMAS (59 ha), BEST (42 ha), KIJA maka penjualan SSIA paling rendah..

Penurunan Penjualan lahan industri SSIA ini semakin miris bila kita melihat harga lahan Industri SSIA hanya $150 yang per m2nya. lebih murah daripada lahan industri milik DMAS dan BEST

Longsornya penjualan Lahan industri SSIA ini, sepertinya disebabkan oleh :

  • UMK yang sudah tinggi. Hal ini bisa dipahami karena saat ini, lahan industri milik SSIA yakni Suryacipta City of industry yang berada di karawang, UMK nya menjadi sudah rp.3,92 Juta yang mana bersama bekasi merupakan UMK tertinggi se indonesia. Investor yang masuk ke Indonesia, tentu memilih UMK dengan biaya pekerja yang rendah sehingga berakibat turunnya minat terhadap lahan industry di Suryacipta.
  • jarak antara lahan industrinya dari Tanjung Priok bila dibandingkan BEST dan DMAS adalah paling jauh. Bila investor yang membangun pabrik butuh pengiriman ekspor impor, tentu jarak dengan pelabuhan menjadi pertimbangan juga..
  • Makin terbatasnya sisa cadangan lahan di kawasan industri Suryacipta, Kawarang, Jawa Barat, yang tinggal 140an ha juga bisa membuat investor berpaling. Karena industri besar yang membutuhkan banyak suplier, biasanya membuat supliernya berdatangan dan membuat pabrik di sekitar pabriknya, agar biaya menjadi murah dan kecepatan lebih terjamin.

Karena kondisi di atas, Pada tahun 2018 ini nampaknya penjualan segmen properti SSIA masih Tiarap..

Apakah hanya ada awan gelap di depan SSIA?

Untungnya tidak..

SSIA sudah menyiapkan sebuah strategi jangka panjang, yakni pembukaan kawasan industri baru di Subang, Jawa Barat. Hingga Desember 2017, SSIA sudah membebaskan 850 ha di Subang dan tahun ini akan ditambah 260 ha. Infrastruktur kawasan industri Subang akan dimatangkan tahun ini dan mulai dipasarkan tahun depan (2019).

Kehadiran SSIA di Subang ini merupakan hal yang baik, dimana di daerah Subang Utara terdapat pembangunan fase 1 Pelabuhan Patimban yang memiliki terminal peti kemas 430 x 300 meter dari total panjang dermaga 4.320 meter. Sedangkan lapangan peti kemas memiliki luas 35 hektar dengan kapasitas 250.000 TEUs dari total 3,75 TEUs..

Baca juga :

Terminal kendaraan Pelabuhan Patimban juga mampu menampung hingga 218.000 unit mobil Completely Build Up (CBU) dari total 600.000 CBU. Pembangunan Pelabuhan Patimban tahap pertama fase pertama ditargetkan selesai di 2019.

Modal SSIA saat membeli tanah di subang ini, hanya berkisar 100.000-200.000 /m2, tentunya ini berarti akan membuat margin laba SSIA meningkat di masa depan, setelah mulai penjualan lahan industri di Subang pada tahun 2019..

Wow.. berarti harga saham SSIA bisa naik menjadi 10 lipat harga saham yang sekarang karena ada prospek surga di subang?

Well.. ceritanya tidak seperti itu..

Lahan industri SSIA di Suryacipta City, karawang luas lahan totalnya malah sebanyak 1400 ha. Dan lahan industri di suryacipta yang 1400 ha tidak membuat saham SSIA menjadi Tenbagger -istilah untuk saham yang naik 10x lipat- karena penjualan lahan industri itu sangat dipengaruhi oleh banyak hal..

Seperti biasa, prospek surga yang menaungi suatu emiten, Tidak selalu sejalan dengan keuntungan pemegang saham. Ada banyak faktor yang menentukan keberhasilan proyek lahan industri di subang ini, termasuk kondisi makro ekonomi, progress pembangunan pelabuhan patimban, pertumbuhan ekonomi indonesia mulai tahun 2019 dll..

Divisi Konstruksi SSIA diwakili oleh PT Nusa Raya Cipta tbk. , NRCA. Pada tahun 2017, kinerja bisnis NRCA senasib sepenanggungan seperti SSIA dengan mencatatkan penurunan pendapatan dan laba bersih..

Divisi Hospitality SSIA yang terdiri dari Gran Melia Hotel, banyan tree ungasan dan Batiqa Hotel. Dari segmen Hospitality SSIA, hanya Melia Bali Hotel yang mencatatkan kinerja yang baik dengan occupancy rate diatas 70%, tepatnya diangka 84%. Secara total, penjualan segmen ini sebesar rp.540 Milyar meningkat 6% bila dibandingkan dengan penjualan Q3 2016. Sayangnya, laba bersihnya masih negatif..

Di tahun 2017, SSIA mencatatkan laba bersih karena tertolong oleh penjualan tol Cipali senilai rp. 2,58 Trilyun dan keuntungan bersih sebesar rp 1,73 Trilyun sebelum pajak. Tanpa adanya keuntungan ini, maka SSIA akan mencatatkan kerugian di Q3 2017..

Melihat kondisi makro ekonomi, pertumbuhan ekonomi indonesia dan keadaan SSIA sekarang, agaknya di tahun 2018 ini, kinerja bisnis SSIA akan setali tiga uang dengan kinerja bisnis di tahun 2017..

Masih susah..

Dengan kondisi ini, Apakah anda tertarik dengan saham SSIA?

 

@dr_BramIrfanda

^ utk update artikel melalui Telegram, silakan Join Irfanda Capital on telegram

Setiap minggu, kami akan menulis analisis saham fundamental emiten BEI dan akan mempostingnya di blog ini. Untuk MENDAPAT KIRIMAN EMAIL GRATIS UPDATE ARTIKEL TERBARU irfanda.id , silakan masukkan email anda ke form dibawah ini

Subscribe to Blog via Email

GRATIS! utk berlangganan gratis, Masukkan email anda di form dibawah ini, lalu klik link konfirmasi berlangganan yang kami kirim ke email anda

Tagged: , , , , , , , , , ,

Leave a Reply