Keuangan APLN, sehatkah?

Harga saham PT Agung Podomoro land Tbk , APLN, naik drastis  sebesar 36,4% dari posisi di 236/saham di bulan mei menjadi rp.322/saham per hari kemarin, hanya dalam tempo 3bulan!

Pertanyaannya, sehatkah kondisi keuangan APLN?

Mari kita teliti laporan keuangan APLN Q2 2016, untuk memastikan hal ini..

Di akhir Q2 2016, aset lancar APLN berada di angka rp. 8,99 Trilyun atau turun dari posisi awal tahun 2016 yang sebesar rp. 9,78 Trilyun. Mirisnya, bila kita melihat lagi aset lancar APLN di awal 2015 yang sebesar rp 10,9 Trilyun sepertinya ada tren penurunan aset lancar, suatu trend yang mengkhawatirkan..

Kas dan setara kas APLN  di Q2 2016 rp.2,203 trilyun menurun dari posisi di awal tahun 2016 yang sebesar rp. 2,894,283,23. Bila kita menilik posisi kas APLN di awal 2015 yg sebesar rp.4,3 Trilyun, Penurunan posisi kas ini mengkhawatirkan karena juga menunjukkan tren penurunan liquiditas APLN. Melihat rendahnya posisi kas dan tingginya ‘real’ liabilitas lancar APLN yang lebih dari 3  Trilyun, agaknya APLN perlu mencari liquiditas tambahan untuk menjaga posisi kasnya. Masalahnya, penambahan hutang tentu akan meningkatkan DER APLN yang saat ini sudah di posisi 1,67

Dan bila kita telisik lebih jauh, sumber masalah liquiditas APLN ternyata terletak pada Operating Cashflow APLN yang negatif rp.438 Milyar (minus Rp. 438Milyar) per semester pertama 2016..

OCF yang minus demikian besar dikarenakan, peningkatan penjualan APLN tidak sebesar persentase peningkatan biaya gaji dan biaya pokok yang meningkat cukup besar. Penurunan kas inilah yang menjadi penyebab utama turunnya aset lancar APLN. Suatu hal yang mengkhawatirkan..

Akibat ini pula, Rasio Lancar APLN pun turun menjadi 1,26x. Angka yang masih tampak bagus memang, namun dengan tren penurunan aset lancar tanpa disertai penurunan liabilitas lancar, rasio lancar ini bisa makin buruk..

Untuk jangka panjang, APLN juga mempunyai solvabilitas yang kurang baik

JUMLAH LIABILITAS Q2 2016 APLN sebesar rp 15,78 T dengan ekuitas rp. 9,4 Trilyun, artinya APLN mempunyai DER sebesar 1,67 yang tergolong agak tinggi. Dari DER 1,67 itu, ada 5,2 Trilyun liabilitas jangka panjang APLN yang berupa hutang berbunga. jumlah itu berarti ada 60% dari total liabilitas jangka panjang APLN yang berupa hutang berbunga. Bukan kondisi yang enak didengar..

Tren semakin buruknya liquiditas dan solvabilitas APLN ini agaknya karena bisnis properti adalah bisnis padat modal yang dagangannya pun mahal -karena itu barangnya tidak bisa mudah dibeli oleh semua orang– yang sedang terkena badai perlambatan ekonomi. Belum lagi, harga tanah yang sudah terapresiasi sangat tinggi sehingga diperlukan biaya yang semakin besar untuk menyiapkan ‘dagangan siap jual’ di bisnis properti..

Setelah menikmati booming properti ‘beli murah, jual mahal’ sejak tahun 2010-2013, agaknya 1-2 tahun kedepan APLN harus beradaptasi -khususnya dalam sisi keuangan- dengan kondisi pasar properti yang kurang bergairah karena kondisi ekonomi dunia yang belum menggembirakan. Ketidak hati-hatian dalam mengelola permodalan dan arus kas, bisa membuat APLN rentan jatuh ketika krisis ekonomi besar seperti 2008 datang..

Datangnya krisis sering tidak bisa diprediksikan, APLN harus bersiap mulai dari sekarang..

 

PT Agung Podomoro land Tbk , APLN Q2 2016

Rating Keuangan : C

@dr_BramIrfanda

^ utk update artikel analisa saham melalui Telegram, silakan Join Irfanda Capital on telegram

Setiap minggu, kami akan menulis analisis saham fundamental emiten BEI dan akan mempostingnya di blog ini. Untuk MENDAPAT KIRIMAN EMAIL GRATIS UPDATE ARTIKEL TERBARU irfanda.id , silakan masukkan email anda ke form dibawah ini

Subscribe to Blog via Email

GRATIS! utk berlangganan gratis, Masukkan email anda di form dibawah ini, lalu klik link konfirmasi berlangganan yang kami kirim ke email anda

Tagged: , , , , , , , , , , ,

1 comment

  1. fallcushion October 30, 2016 at 7:30 pm Reply

    Spot on analisa nya! well done!
    Semoga mereka gak segila GWSA yang issue right dengan harga saham yang undervalue begini.
    Pendekatan alokasi hotel Pullman CP & Sofitel Nusadua merupakan langkah yang sangat bagus! menurutku, mall2 yang notabene gak dikelola dengan kapabel harusnya diputer capital nya ke REIT yang track recordnya bagus kayak CapitaMalls.
    APLN bisa ambil 20% dari REIT JV untuk mall2 nya.

Leave a Reply