Kenapa Harga saham GJTL Turun Terus?

PT Gajah Tunggal Tbk, GJTL, mengalami penurunan harga saham secara signifikan sebesar 28% sejak tgl 31 agustus 2017..

Pertanyaannya, Ada apa dengan GJTL?

untuk mengetahui kondisi terkini GJTL, mari kita buka laporan keuangan GJTL Q2 2017..

Setelah menganalisis laporan keuangan GJTL Q2 2017, tercatat ada 3 hal penting yg bisa menjadi perhatian utama kita sebagai Investor..

Pertama, Kasus Owner GJTL yakni Sjamsul Nursalim yang sedang diperiksa KPK terkait kasus pelunasan hutang BLBI rp. 4,8 Trilyun

Kedua, GJTL mengalami kerugian yg cukup besar di Q2 2017..

Ketiga, GJTL harus membayar biaya hutang berbunga yg besar dalam jangka dekat

Baca Juga :

untuk lebih jelasnya, Mari kita bahas,,

Untuk masalah pertama, yakni masalah dengan KPK, sepertinya agak berat ya, mengingat begitu hebatnya KPK dalam menelisik kasus-kasus korupsi selama ini. Tapi bila kita melihat Besarnya Gajah Tunggal Grup (GJTL, Giti tires, MAP dll) agaknya masalah rp.4,8 trilyun tidak akan membangkrutkan GJTL. Bila nanti ditemukan pelanggaran dalam proses pelunasan hutang BLBI, dan sjamsul Nursalim dikenai hukuman penjara, kami yakin perusahaan-perusahan Sjamsul Nusalim akan tetap bisa berjalan seperti biasa, minimal dalam tempo 1-3 tahun kedepan. Tentu saja, apapun perkembangan negatif kasus ini akan menyeret harga saham Perusahaan Sjamsul nursalim ke dasar Lautan..

Dari masalah kedua, GJTL tercatat mengalami kerugian bersih sampai Q2 2017 sebesar rp. 41,18 Milyar dan kerugian Komprehensif sebesar rp. 204,3 Milyar

kerugian ini bersumber dari 2 pos utama, yakni kenaikan beban pokok penjualan dan penurunan keuntungan kurs

Kenaikan beban pokok penjualan ini disumbang terutama oleh biaya bahan baku yang naik rp. 1,22 Trilyun dan biaya tenaga kerja yang naik rp 165 Milyar. Yang masih membingungkan kami adalah kenyataan bahwa pada Q1 2017 dan Q2 2017, harga bahan baku Utama GJTL yakni karet alam, relatif sama. Kenapa biaya bahan baku naik sampai 40%?

Untuk masalah hutang berbunga yang akan jatuh tempo dalam waktu dekat, GJTL mempunyai obligasi Global Bond yang jatuh tempo di Februari 2018 sebesar USD 500 Juta atau senilai rp. 6,6 Trilyun.

Hutang Obligasi GJTL ini -seperti biasa- akan dilunasi dengan hutang lagi, yakni dengan menerbitkan Global Bond dan memperoleh pinjaman sindikasi perbankan. Bila kita mengikuti sepak terjang GJTL sejak minimal satu dasawarsa lalu, Gali lubang tutup lubang GJTL ini merupakan kebiasaan lama – yang buruk- dari GJTL.

Hal yang bisa digolongkan biasa saja namun tetap saja mendebarkan.. 😀

Dari analisis diatas, apakah anda tertarik pada saham GJTL di harganya yang sekarang?

 

 

@dr_BramIrfanda

^ utk update artikel analisa saham melalui Telegram, silakan Join Irfanda Capital on telegram

Setiap minggu, kami akan menulis analisis saham fundamental emiten BEI dan akan mempostingnya di blog ini. Untuk MENDAPAT KIRIMAN EMAIL GRATIS UPDATE ARTIKEL TERBARU irfanda.id , silakan masukkan email anda ke form dibawah ini

Subscribe to Blog via Email

GRATIS! utk berlangganan gratis, Masukkan email anda di form dibawah ini, lalu klik link konfirmasi berlangganan yang kami kirim ke email anda

Tagged: , , , , , , , , , , , , ,

Comments: 2

  1. cyneena October 2, 2017 at 2:02 pm Reply

    assalamualaikum dok
    sy follower lama dokter dan banyak tercerahkan dr postingan dokter, terutama di blog yg satunya. Saya mau nanya ttg investasi saham untuk pemula seperti saya, saya mendapat tawaran menanam saham di salah satu perusahaan start up anak bangsa ( teman dari temannya teman ) yang menurut insting saya sangat prospektif dan saya sangat support pada bidangnya (karena bergerak di digital dan dakwah halal market ).
    Nah pertanyaan saya, kira-kira apa ya dok resiko menanam saham di perusahaan yang belum IPO seperti ini ? saran dokter untuk pemula seperti saya seperti apa kira2 ? terima kasih dok sebelumnya. Barakallah

    • @dr_BramIrfanda November 2, 2017 at 11:18 am Reply

      sgt beresiko..

      coba minta laporan keuangannya dulu dan lakukan cek fisik atas neracanya 🙂

Leave a Reply