IPO HEAL (RS Hermina /PT Medikaloka Hermina), Menjanjikan? (1/2)

Pemilik Jaringan Rumah Sakit Hermina, PT Medikaloka Hermina, emiten dengan kode saham HEAL, berniat melakukan IPO di bulan mei 2018. Apakah IPO HEAL (RS Hermina) Menjanjikan?

RS Hermina adalah jaringan Rumah sakit swasta terbesar kedua di Indonesia, hanya kalah dari Rumah sakit Siloamnya LPKR. Menariknya, rumah sakit Hermina bukanlah Rumah sakit milik sebuah konglomerasi besar. RS Hermina berbeda dengan berbagai Jaringan Rumah Sakit besar yang dimiliki konglomerat, seperti RS Mitra Keluarga yang dibesarkan Kalbe Farma Group, RS Siloam (Lippo Group), RS Omni (Ongko Group) dan RS Pantai Indah Kapuk (Salim Group).

Kisah bisnis Rumah Sakit Hermina sudah dimulai tahun 1967, ketika Almarhum Ny Hermina Sulaiman bersepakat dengan dr. Budiono Wibowo, seorang dokter spesialis kebidanan dan kandungan yang merupakan tetangga Ny hermina, untuk mendirikan rumah bersalin di Jatinegara, Jakarta Timur. Rumah Sakit Hermina ini dimulai dari sebuah rumah kecil milik Bu Hermina, Sedangkan Ny Hermina sendiri tinggal di belakang rumah bersalin tersebut.

Pada awalnya, Rumah bersalin itu dilengkapi dengan 7 tempat tidur agar memudahkan Dr. Budiono Wibowo untuk melakukan perawatan khususnya bila ada yang perlu rawat inap. Rupanya rumah bersalin ini mendapatkan sambutan positif dari para pasien sekitar sehingga berkembang dari tahun ke tahun. Jumlah kamar dan perlengkapan medis pun ditambah, termasuk juga punya beberapa kamar operasi. Tak heran, namanya kemudian diubah dan ditingkatkan menjadi Rumah Sakit Bersalin Hermina.

Dalam perjalanan mengembangkan rumah sakit, Dr. Budiono Wibowo wafat. Praktis di rumah sakit bersalin itu menjadi tidak ada dokternya, karena itu ibu Hermina mengajak 12 dokter untuk bergabung. Singkatnya, Rumah Sakit Bersalin Hermina tersebut kemudian dibeli oleh para dokter itu dan bersama anak Ny Hermina, kedua belas dokter itu pun menjadi pemegang saham rumah sakit bersalin itu hingga saat ini.

Model Bisnis RS Hermina ini cukup Unik, karena dalam pengembangan Jaringan Rumah Sakitnya, Perseroan sering diajak untuk mengHandle Rumah sakit yang belum baik manajemennya, dengan hadiah saham sebesar minimal 15%. Sering juga, Dokter-dokter -biasanya 30-40 orang dokter- yang ingin membuat Rumah sakit tapi belum memiliki keahlian manaemennya-, menghubungi RS Hermina untuk mengcover Modal dan manajemen Rumah sakit baru itu.

Rumah Sakit baru yang mengajak RS Hermina itu mempunyai berbagai keunggulan, diantaranya Pasien setia dari dokter pemegang saham pasti masuk ke RS Hermina, Rumah sakit baru itu langsung punya nama dengan mendompleng nama besar RS Hermina, Manajemen dan budaya tinggal Copas dari RS Hermina, Sumber dana dari Hutang relatif kecil. Dengan Model bisnis keroyokan seperti ini, RS Hermina mampu terus tumbuh dan berkembang serta menyebar ke seantero Indonesia..

Baca juga :

Menurut laporan Frost & Sullivan, Sampai akhir 2017 Perseroan merupakan grup rumah sakit swasta terbesar kedua di Indonesia berdasarkan jumlah rumah sakit dan tempat tidur serta merupakan grup rumah sakit swasta terbesar di Jabodetabek berdasarkan jumlah rumah sakit. Sampai akhir 2017 saja, ada Empat belas Rumah sakit Hermina berlokasi di Jabodetabek dan sekitarnya. Per akhir 2017, Perseroan total mengoperasikan 28 rumah sakit umum dengan multi spesialisasi dengan total 2.780 tempat tidur, yang menyediakan serangkaian jasa medis spesialis, termasuk layanan kesehatan ibu dan anak, prosedur operasi yang kompleks, jasa laboratorium, fasilitas radiologi dan pencitraan, perawatan kesuburan serta layanan kesehatan umum, apotek, jasa diagnosa dan gawat darurat. Per tanggal 31 Desember 2017, Perseroan juga memiliki delapan rumah sakit dalam pengembangan. Empat di antaranya diperkirakan akan dibuka pada tahun 2018 dan 2019.

Karena bermula sebagai Rumah Bersalin dan Rumah sakit Ibu dan anak, Rumah sakit Hermina memiliki sejarah pengalaman yang panjang dalam layanan ibu dan anak. Tak Heran, Menurut Frost & Sullivan, per tanggal 31 Desember 2017, Perseroan memiliki layanan paling komprehensif di antara group rumah sakit swasta di Indonesia dalam hal perawatan ibu dan anak.

Secara Bisnis, Rumah sakit Hermina memiliki Kinerja yang baik, dimana pada tahun 2017 Perseroan berhasil mencapai tingkat okupansi – Bed Occupancy Rate (“BOR”)- sebesar 65,5%. Tingkat BOR ini terbilang baik, karena ada tambahan kapasitas sebesar 200 tempat tidur pada tahun 2017. Tingkat BOR Rumah sakit Hermina di tahun 2017 itu lebih rendah daripada tingkat okupansi tahun 2016, yaitu 69,6%..

Pendapatan neto HEAL (Rumah Sakit Hermina) mengalami peningkatan sebesar 19,9% menjadi Rp2.678.2 miliar pada tahun 2017 dari Rp2.234,3 miliar pada tahun 2016. Kenaikan Pendapatan tersebut terutama disebabkan oleh :

  • Kenaikan pendapatan rawat inap

Pada tahun 2017, HEAL (RS Hermina) mencatatkan Kenaikan pendapatan rawat inap sebesar 25,3%, dari Rp1.422,0 miliar pada tahun 2016 menjadi Rp1.782,2 miliar. Kenaikan pendapatan Rawat Inap HEAL ini sebagian besar didorong oleh kenaikan volume penerimaan pasien rawat inap HEAL dari 188.719 pada tahun 2016 menjadi 242.741 pada tahun 2017. Penerimaan pasien rawat inap HEAL mengalami peningkatan akibat kenaikan volume pasien JKN (BPJS), yang mewakili 58,0% dari total pasien rawat inap HEAL pada tahun 2017, meningkat dari 39,0% pada tahun 2016, serta pengembangan kapasitas pada rumah sakit yang telah berjalan dari 2.115 tempat tidur pada tahun 2016, menjadi 2.580 tempat tidur pada tahun 2017, dan pada skala yang lebih kecil juga disebabkan oleh pembukaan empat rumah sakit baru, yang secara kolektif menghasilkan 200 tempat tidur tambahan pada tahun 2017..

  • kenaikan pendapatan pasien rawat jalan

Kenaikan pendapatan pasien rawat jalan HEAL sebesar 28,5% dari Rp906,0 miliar menjadi Rp1.164,2 miliar. kenaikan pendapatan pasien rawat jalan ini terutama disebabkan oleh kenaikan kunjungan pasien rawat jalan dari 3,56 juta kunjungan pada tahun 2016 menjadi 4,50 juta kunjungan pada tahun 2017. Kenaikan ini secara signifikan didorong oleh pasien JKN (BPJS), yang mewakili 44,2% dari total pasien rawat jalan Perseroan pada tahun 2017, meningkat dari 29,1% pada tahun 2016

Sedikit mundur lagi kebelakang, Pada tahun 2016 HEAL Juga mencatatkan pertumbuhan yang baik. Dimana Pendapatan neto HEAL mengalami peningkatan sebesar 30,7% menjadi Rp2.234,3 miliar pada tahun 2016 dari Rp1.709,0 miliar pada tahun 2015. Kenaikan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan pendapatan rawat inap maupun rawat jalan. Pendapatan rawat inap HEAL mengalami peningkatan sebesar 40,9% menjadi Rp1.421,9 miliar pada tahun 2016

Pendapatan rawat jalan HEAL mengalami peningkatan sebesar 28,5% menjadi Rp906,0 miliar pada tahun 2016 dari Rp705,2 miliar pada tahun 2015, yang terutama disebabkan oleh kenaikan kunjungan pasien rawat jalan menjadi 3,56 juta kunjungan pada tahun 2016 dari 2,78 juta kunjungan pada tahun 2015

Dari angka pertumbuhannya, HEAL Terlihat sangat menjanjikan ya?

Masalahnya, apakah pertumbuhan ini organik atau karbitan?

Kita bahas minggu depan.. 😀

 

@dr_BramIrfanda

utk update artikel melalui Telegram, silakan Join Irfanda Capital on telegram

Setiap minggu, kami akan menulis analisis saham fundamental emiten BEI dan akan mempostingnya di blog ini. Untuk MENDAPAT KIRIMAN EMAIL GRATIS UPDATE ARTIKEL TERBARU irfanda.id , silakan masukkan email anda ke form dibawah ini

Subscribe to Blog via Email

GRATIS! utk berlangganan gratis, Masukkan email anda di form dibawah ini, lalu klik link konfirmasi berlangganan yang kami kirim ke email anda

Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Comments: 2

  1. Vic May 7, 2018 at 9:45 am Reply

    @dr_BramIrfanda, bolekah diberikan link Prospektur IPO hermina? supaya kita dapat gambaran lengkap. Terima kasih.

    • @dr_BramIrfanda May 7, 2018 at 7:53 pm Reply

      mohon email ke email di Contact, biar dikirim team kami 🙂

Leave a Reply