INCO, PT Vale Indonesia Tbk AR 2016

PT Vale Indonesia Tbk, INCO, harga sahamnya sempat lama tenggelam di bawah rp.2000/ saham selama beberapa bulan, apakah harganya saat ini sudah murah?

PT Vale Indonesia Tbk merupakan anak perusahaan dari Vale, sebuah perusahaan pertambangan global yang berkantor pusat di Brasil. PT Vale Indonesia Tbk sebelumnya bernama PT International Nickel Indonesia Tbk. (PT Inco), yang mengoperasikan tambang nikel open pit dan pabrik pengolahan di Sorowako, Sulawesi, sejak tahun 1968. Saat ini, INCO menjadi produsen nikel terbesar di Indonesia dan menyumbang 5% pasokan nikel dunia.

INCO menambang nikel laterit/saprolit dan mengolahnya menjadi nickel matte, yang dikirim ke konsumen tetap nya di Jepang. Nikel banyak dikombinasikan dengan logam lain, -yang paling banyak besi, untuk campuran stainless steel- untuk membentuk campuran yang dikenal karena fleksibilitas dan ketahanannya terhadap oksidasi dan korosi. Logam ini mampu mempertahankan karakteristiknya bahkan dalam suhu ekstrem. Nikel digunakan dalam berbagai produk, seperti televisi, baterai isi ulang, koin, peralatan makan bahkan gerbong kereta.

Lini produksi INCO beroperasi dengan energi terbarukan yang dihasilkan oleh tiga pembangkit listrik tenaga air, yang secara keseluruhan menghasilkan 365 mega watt tenaga listrik. Saat ini, tingkat produksi tahunan INCO mencapai rata-rata 75.000 metrik ton nickel matte.

Diseluruh dunia, saat ini Bisnis Penambangan Nikel secara umum mengelami masa surut yang ditandai dengan turunnya harga nikel dunia. Secara rata-rata, harga nikel sepanjang 2016 turun sebesar 22% menjadi US$ 7396 dari harga rata-rata tahun sebelumnya sebesar US$ 9526. Akibat anjloknya harga nikel dunia ini, menurut CEO Norilsk, perusahaan tambang nikel terbesar di dunia, – bahkan di tahun 2015- ada sekitar 60% perusahaan tambang Nikel yang mengalami Arus kas Operasional negatif.

Di tahun 2016, sebagaimana Perusahaan tambang Nikel lain, INCO menghadapi tantangan harga Nikel Internasional yang berada dalam kondisi tiarap. Dengan jumlah produksi yang tidak naik, bahkan sedikit turun, maka wajar jika laba bersih INCO jauh menurun menjadi hanya USD 1,9 Juta

Hal baik Yang perlu kita perhatikan dari INCO adalah kemampuan INCO dalam kendali biaya. Selama tahun 2016, INCO berhasil menurunkan biaya pendapatan per unit sebesar 14,1% . Hal ini menunjukkan bahwa ketika nanti harga Nikel sudah kembali menanjak, maka INCO akan menikmati keuntungan laba bersih yang tinggi

Artikel lain yg menarik :

Manajemen INCO secara umum bisa disimpulkan mempunyai integritas yang cukup tinggi. Manajemen INCO secara terbuka berani jujur membuka apa kekurangan dan kelebihan INCO dan menunjukkan angka-angka yang bisa dibilang buruk. Selain itu, kemampuan manajemen INCO untuk melakukan penghematan menyeluruh dan mengoptimalisasi seluruh sumber daya dengan efisien dapat meyakinkan kita bahwa kemampu labaan INCO akan jauh membaik ketika harga nikel dunia menanjak.

Dari sisi keuangan, Posisi Pinjaman berbunga jangka pendek yang hanya USD 37 Juta dengan pinjaman berbunga jangka panjang yang hanya sebesar USD 73 Juta, membuat Posisi keuangan INCO terbilang Kuat baik dilihat dari sisi Likuiditas maupuan solvabilitas karena posisi kasnya sendiri sebesar USD 185 Juta. Di akhir 2016, DER INCO berada di posisi 0,21, yang mana sangat baik. Bila anda teliti, Piutang usaha INCO naik 87% bila dibandingkan dengan akhir tahun 2015, hal ini terJadi karena INCO membuat kesepakatan dengan pembeli utama yakni VCL – yang mana merupakan pemegang saham utama INCO- untuk memperpanjang masa pembayaran produk Nikel yang dikirim INCO. INCO hanya mempunyai dua – iya kami ulangi, hanya 2- pembeli produk nikelnya yakni VCL – Vale canada Limited- dan SMM – Sumitomo Metal Mining- yang keduanya adalah pemegang saham Utama INCO. Jadi urusan pembayaran piutang ini bisa dibilang kemungkinan sangat besar akan lancar.

Dari sisi Harga saham yang hari ini di posisi rp.2380 per saham, Saat ini nilai Kapitalisasi INCO sebesar rp.23 Trilyun terbilang cukup murah bila melihat ekuitasnya yang sebesar rp. 24,4 Trilyun. Apalagi melihat trend harga nikel yang mulai membaik yang berarti kemampulabaan INCO juga akan membaik, yang mana cukup menjanjikan dan layak di investasi

 

PT Vale Indonesia Tbk. INCO, AR 2016

Rating kinerja Bisnis : A
Rating Keuangan : A
Rating manajemen : A
Rating harga saham : B

 

@dr_BramIrfanda

 

^ utk update artikel analisa saham melalui Telegram, silakan Join Irfanda Capital on telegram

Setiap minggu, kami akan menulis analisis saham fundamental emiten BEI dan akan mempostingnya di blog ini. Minggu depan, akan kami bahas analisa bisnis dan saham ANTM, PT Aneka Tambang TBk. Untuk MENDAPAT KIRIMAN EMAIL GRATIS UPDATE ARTIKEL TERBARU irfanda.id , silakan masukkan email anda ke form dibawah ini

Subscribe to Blog via Email

GRATIS! utk berlangganan gratis, Masukkan email anda di form dibawah ini, lalu klik link konfirmasi berlangganan yang kami kirim ke email anda

Tagged: , , , , , , ,

Leave a Reply