Harga Saham WTON (PT Wijaya Karya Beton), Sudah Murah? (1/2) | BIA #78

Harga Saham PT Wijaya Karya Beton Tbk, WTON, sudah turun 67% dari posisi tertinggi di awal 2015. Apakah Harga saham WTON sudah Murah?

Embrio WTON tercipta saat PT Wijaya Karya Tbk., WIKA, Mendirikan pabrik beton pertama di Bogor pada tahun 1978. Karena melihat kondisi pasar beton yang masih sangat menjanjikan, WIKA mendirikan pabrik beton kedua di Pasuruan, pabrik ketiga di Boyolali, dan pabrik keempat di Majalengka selama periode tahun 1981-1984. Ekspansi Pabrik Beton WIKA berlanjut dengan mendirikan pabrik beton kelima di Lampung pada tahun 1986, pabrik beton keenam di Binjai, Sumatera Utara pada tahun 1988, lalu pabrik beton ketujuh di Makasar, Sulawesi Selatan pada tahun 1995. Baru pada tahun 1997, lahirlah PT Wijaya Karya Beton, sebagai anak usaha dari WIKA..

PT Wijaya Karya Beton lantas membuat pabrik Beton kedelapan di karawang pada tahun 2011, mendirikan pabrik beton kesembilan hasil join dengan PT Komponindo Betonjaya dengan nama PT Wijaya Karya Komponen Beton pada tahun 2012, kemudian pada tahun 2013 Mendirikan Entitas Anak PT Wijaya Karya Krakatau Beton sekaligus pembuatan pabrik kesepuluh serta mendirikan pabrik beton kesebelas di Lampung Selatan. Pendirian Pabrik beton seperti estafet ini, sebagai Touch Up untuk IPO WTON yang sukses dilakukan di tahun 2014..

Saat ini, WTON mempunyai tiga lini bisnis, diantaranya,,

Bisnis Beton.

Tau tiang listrik dari semen yang biasanya ada di pinggir Jalan besar? atau beton gorong-gorong yang biasanya tampak setelah ada pengerukan di sisi jalan? atau bantalan rel kereta yang sekarang dari semen? itu semua adalah produk Beton dari WTON. Tapi tak Cuma itu, Produksi lini bisnis Beton WTON ada banyak, diantaranya Tiang beton dan PC Panels, Tiang pancang , Balok Jembatan, beton drainase, beton maritim, tiang beton berkualitas tinggi, box girder, hollow core slab, dan beton precast untuk kebutuhan bangunan.

Hingga akhir tahun 2017, kapasitas produksi Beton dari 14 Pabrik Produk Beton (PPB) yang dimiliki WTON mencapai 3 juta ton, meningkat 20% dari kapasitas produksi tahun 2016 yang sebesar 2,5 juta ton. Produktivitas produksi beton WTON sendiri mencapai 103,0%, naik signifikan dari produktivitas di tahun 2016 yang sebesar 85,1%. Dengan Produktifitas yang sudah meluap seperti ini, sepertinya WTON perlu melakukan penambahan Pabrik dan kapasitas produksi secara rutin, agar omsetnya bisa naik lagi dan lagi di tahun-tahun mendatang

Berdasarkan riset Pasar Beton Pracetak di Indonesia yang dirilis oleh Spire Research & Consulting, WTON menguasai 27,8% dari keseluruhan jumlah aktual produksi beton pracetak, sementara sisanya sebesar 72,2% terbagi kepada sembilan produsen lainnya. Segmen Beton berkontribusi sebesar 89% dari pendapatan WTON dan 93% dari laba bersih WTON di 2017. Jadi, segmen beton adalah lini bisnis utama WTON dan sangat menentukan kinerja WTON secara seseluruhan

Bisnis Quarry

Segmen usaha Quarry (Tambang) merupakan Lini bisnis WTON yang melakukan proses produksi material untuk pembuatan beton. Produksi material ini meliputi kegiatan penambangan dan produksi -berupa pemecahan- batu alam yang berukuran besar menjadi batu split, screen, dsb, yang dilakukan di Crushing Plant yang dimiliki WTON. Saat ini, WTON memiliki tiga Crushing Plant : Crushing Plant Bogor, Lampung Selatan dan Donggala. Produk material yang dihasilkan berupa batu split (ukuran 1-2 dan 2-3)cm, screen, abu batu, dan material untuk kebutuhan pondasi jalan raya seperti agregat (kelas A dan kelas B). Segmen Quarry menyumbang 0,84% dari pendapatan Total WTON dan 0,23% dari laba bersih WTON di tahun 2017. Jadi, bisa dibilang saat ini segmen Quarry ini hanyalah pelengkap saja dalam bisnis WTON

Bisnis Jasa

Segmen usaha Jasa merupakan segmen yang tengah menjadi Star alias Bintang yang menanjak di bisnis WTON. Lini bisnis Jasa WTON mencakup Jasa pemancangan, post tension, dan proyek konstruksi.

Yang dimaksud dengan Jasa Pemancangan adalah layanan pemasangan Tiang Pancang dengan menggunakan alat pancang metode Inner Bore System dan Pre Bore System. Sistem ini adalah sistem pemancangan terbaru, dimana hingga saat ini Perseroan menjadi satu-satunya perusahaan yang memiliki lisensi pemakaian metode ini dalam konstruksi.

Sedangkan Post Tension adalah layanan bisnis yang menyedikan jasa pengukuran kekuatan beton, seperti beton jembatan dll.

Selain menjual Betonnya, WTON juga menyediakan jasa pemasangan beton yang dijualnya. layanan inilah yang disebuat dengan Jasa Konstruksi / instalasi

Segmen Jasa sendiri menyumbang 10,16% dari pendapatan dan 6,34% dari laba bersih WTON. Pendapatan Segmen Jasa ini meningkat 310% bila dibandingkan perolehan pendapatan di tahun 2016. Segmen jasa ini agaknya bisa menjadi penyumbang pendapatan dan laba besar bagi WTON  di masa depan. semoga..

Pendapatan WTON 2013-2017

pendapatan wton 2013-2017

Laba Usaha WTON 2013-2017

laba usaha wton 2013-2017

Laba Bersih WTON 2013-2017

laba bersih wton 2013-2017Dari Kinerja Bisnis semua segmen, Pendapatan Usaha WTON pada tahun 2017 meningkat signifikan, sebesar Rp1,88 triliun atau 54,01%, dari Rp3,48 triliun di tahun 2016 menjadi Rp5,36 triliun di tahun 2017. Laba usaha WTON pada tahun 2017 sebesar rp.530 Milyar, tumbuh sebesar 30% dari laba usaha WTON di tahun 2016 yang sebesar rp 408 Milyar. Laba bersih WTON tumbuh rp 66 Milyar, atau 24,5 % dari rp269 Milyar menjadi rp 335 Milyar di tahun 2017.

Namun, Bila kita membandingkan laba bersih WTON di tahun 2014 yang sebesar rp. 324 Milyar dengan laba bersih WTON di tahun 2017 yang sebesar 334 Milyar, padahal pendapatan di tahun 2014 hanya rp.3,277 Trilyun, maka kita dapatkan bahwa margin di tahun 2014 jauh lebih baik. Penurunan margin ini terutama disebabkan oleh pembayaran bunga hutang yang besar di 2017 dan peningkatan persaingan di bisnis beton dan segmen Jasa terkaitnya..

Satu hal penting yang wajib kita perhatikan dari cacatan bisnis dan laba WTON adalah Rentannya WTON terhadap perubahan iklim bisnis dan ekonomi di Indonesia. Memang, Bisnis Beton seperti WTON ini merupakan bisnis yang siklikal, dimana kinerja bisnisnya sangat dipengaruhi oleh Optimisme pasar dan kondisi ekonomi Indonesia. Dari laba WTON 2013-2017, bisa kita amati bahwa setelah laba bersihnya naik di tahun 2014, WTON mencatatkan koreksi laba bersih sebesar 50% disaat ekonomi Indonesia ‘batuk-batuk’ di tahun 2015.

Bila ekonomi Indonesia ‘Batuk-batuk’ saja, laba bersih WTON langsung turun 50%. Apa yang terjadi dengan WTON bila ekonomi Indonesia terkena kondisi yang lebih parah layaknya ‘muntah darah’?

 

@dr_BramIrfanda

utk update artikel melalui Telegram, silakan Join Irfanda Capital on telegram

Setiap minggu, kami akan menulis analisis saham fundamental emiten BEI dan akan mempostingnya di blog ini. Untuk MENDAPAT KIRIMAN EMAIL GRATIS UPDATE ARTIKEL TERBARU irfanda.id , silakan masukkan email anda ke form dibawah ini

Subscribe to Blog via Email

GRATIS! utk berlangganan gratis, Masukkan email anda di form dibawah ini, lalu klik link konfirmasi berlangganan yang kami kirim ke email anda

Tagged: , , , , , , , , , ,

Comments: 2

  1. HgWTON June 1, 2018 at 5:02 pm Reply

    Maaf kalau out of topic. Tapi bicara mengenai kecermatan investasi, bagaimana cara anda menghindari jebakan saham seperti INVS?

    Karena kalau dilihat, secara lapkeu saat itu (2009-2013) kita semua pasti akan menyimpulkan bahwa perusahaan ini baik2 saja (bahkan cenderung sangat baik/fast growing company).
    Saat harganya turun, para analis spt kita pasti akan masuk untuk mengakumulasinya. Padahal saat ini kita ketahui bersama bahwa semua LK itu palsu. Dan perusahaan ini sukses menipu banyak investor fundamentalist spt kita

    • @dr_BramIrfanda July 8, 2018 at 10:46 am Reply

      pertanyaan bagus..

      Biasanya bisa dg membandingkan laba bersih dg OCF, bila laba bersih meningkat, tapi OCF menurun terus.. ini adl tanda ada Fraud

Leave a Reply