Harga Saham WEGE (WIKA Gedung), Sudah Murah? | BIA #81

Harga saham PT WIJAYA KARYA BANGUNAN GEDUNG Tbk., WEGE, sudah turun 25% dari harga tertingginya di rp.296/ saham, apakah harga saham WEGE sudah menarik?

Mengenal lebih Dalam

Dilihat dari umurnya, PT WIJAYA KARYA BANGUNAN GEDUNG Tbk., WEGE, termasuk masih muda. WEGE didirikan oleh  PT WIJAYA KARYA Tbk pada tahun 2008. Saat ini WIKA Gedung mempunyai dua lini bisnis utama : Konstruksi dan Properti

Untuk konstruksi sendiri, WEGE fokus pada jasa Konstruksi Bangunan Gedung yang meliputi rancang bangun, pelaksanaan pekerjaan struktur, pekerjaan mekanikal, elektrikal, plumbing, pekerjaan interior dan eksterior termasuk pekerjaan landscape dan hardscape. Selain itu, WEGE juga bermain di bisnis penunjangnya yakni lini industri pracetak, modular dan geoteknik. Sedangkan di lini bisnis properti, WIKA Gedung menjalankan lini bisnis Investasi dan Konsesi

Industri Pracetak (precast) merupakan industri dan instalasi beton pracetak gedung, baik struktural maupun arsitektural. Contoh produk pracetak antara lain beton pracetak (precast concrete). Di Bisnis ini, WEGE bekerjasama dengan PT WIKA Beton, Tbk mendirikan Entitas Anak yaitu PT. WIKA Pracetak Gedung (WPG), dimana WEGE menguasai 51%nya..

Modular (prefabrikasi) adalah industri dan instalasi unit atau bagian gedung yang bersifat modular, seperti dapur, toilet, satu unit kamar hotel dan rumah sakit dengan target pasar menengah ke atas. Lini bisnis ini menyumbang profit margin yang baik karena menyasar segmen menengah atas.

Geoteknik Geoteknik adalah jenis usaha yang meliputi pekerjaan pengukuran kekuatan tanah dan batuan, fondasi, serta dinding penahan

WEGE masuk ke lini bisnis investasi dan konsesi untuk memperoleh seluruh pekerjaan konstruksi dari investasi dan konsesi tersebut, serta untuk memperoleh pendapatan berulang. WEGE bekerjasama dalam membangun fasilitas umum seperti bandara, pelabuhan, pengembangan kawasan TOD, prasarana infrastruktur sosial, antara lain pendidikan, kesehatan dan sebagainya. Pada pembangunan properti, WEGE menggunakan skema KSO, berupa kerjasama dengan pemilik lahan sehingga Perusahaan dapat mengurangi belanja modal pada lahan. Sementara pada bidang investasi dan konsesi, WEGE akan membuat Kerjasama Patungan (Joint Venture/JV) dengan kepemilikan antara 20%- 100% dengan periode konsesi selama 25-30 tahun

Kinerja Bisnis

Dari sudut pandang industrinya, Laju pertumbuhan industri konstruksi tergolong baik dengan tingkat pertumbuhan dari tahun 2011-2016 sebesar 12,59% dimana kontribusi terhadap PDB Indonesia meningkat hingga 10,38% pada tahun 2016. Hal tersebut didukung oleh pos infrastruktur dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang meningkat dari Rp 316,6 triliun pada 2016 menjadi Rp 386,9 triliun pada 2017 dan mencapai Rp 410,7 triliun pada RAPBN 2018.

Walaupun di masa depan, bisnis konstruksi pasti merasakan roller coster, namun, secara umum bila kondisi negara baik politik dan keamanannya, maka akan ada masa depan yang sangat cerah di tahun 2020 sampai 2045 bagi bisnis Konstruksi karena adanya bonus demografi..

Secara Khusus, WEGE sudah mencatatkan kinerja bisnis yang baik sejak pendiriannya. Tentu saja, ini terjadi karena kehebatan manajemen WIKA, sebagai induk dari WEGE, dalam merencanakan IPO dan menjalankan bisnis WEGE..

WEGE mencatatkan CAGR pendapatan bersih 2013-2017 sebesar 35% dan mencatatkan CAGR laba bersih tahun 2013-2017 sebesar 62,7%..

Pertumbuhan yang dahsyat? layak dibeli dengan PER >25?

Sabar..

Angka CAGR yang sebesar ini, didapatkan WEGE ‘dengan mudah’, karena tinggal meminta proyek dari induknya, WIKA, salah satu perusahaan konstruksi terbesar di Indonesia. Pendapatan dan Laba bersih WEGE memang diatur tampak menakjubkan agar IPOnya lancar..

Yang harus kita perhatikan adalah : apakah di tahun-tahun kedepan, kinerja WEGE masih baik? atau lebih baik? atau menukik?

Karena orang-orang di WEGE, adalah orangnya WIKA, maka kemungkinan besar kinerja WEGE akan minimal mendekati WIKA..

Artinya, Akan ada pertumbuhan di masa depan..

Pada tahun 2017, Segmen Jasa Konstruksi membukukan marjin laba kotor sebesar 10,48% periode 31 Desember 2017, menurun dari angka 12,09% pada tahun 2016. Margin laba kotor ini sekelas dengan ADHI namun jauh dibawah PTPP yang berada di angka 15%

Sedangkan pada masa yang sama, segmen properti WEGE mencatatkan margin laba kotor sebesar 32,6 %, menanjak bila dibandingkan dengan margin laba kotor WEGE pada tahun 2016 yang sebesar 21,6 %

Sayangnya, bisnis Properti hanya merupakan bagian kecil dari bisnis WEGE. Pada tahun 2017, Pendapatan segmen properti hanya sebesar rp. 226 Milyar alias hanya 6,2% dari pendapatan bersih segmen konstruksi yang sebesar rp.3,65 T

Pada tahun 2017, porsi pekerjaan swasta dibanding pemerintah yang diperoleh oleh WEGE relatif seimbang di angka 54% dan 46%. Hal ini penting, untuk membagi resiko arus kas. mengingat bisnis konstruksi sangat haus akan cash.

Kinerja Keuangan

Secara keuangan, saat ini WEGE tergolong sehat, bahkan sangat sehat untuk sektor konstruksi. Terang saja, hal ini karena WEGE belum setahun IPO, yang menyuntikkan dana rp.832 Milyar ke dalam cash WEGE..

Dari segi likuiditas, Jumlah Aset Lancar WEGE per Q2 2018 sebesar rp 4,8 T, dengan Cash sebesar 1,27 T. Jumlah Liabilitas Jangka Pendek WEGE pada Q2 2018 sebesar rp 2,43 T, sehingga Rasio lancar WEGE pada Q2 2018 adalah sebesar 2x, yang termasuk sangat baik di sektor konstruksi

Dari segi Solvabilitas, Jumlah Liabilitas Jangka Panjang WEGE pada Q2 2018, adalah sebesar rp. 1,06 T. Dengan jumlah ekuitas di waktu yang sama sebesar rp. 1,84 T, maka DER WEGE sebesar 1,89. Angka 1,89 ini bila kita bandingkan dengan emiten konstruksi lain termasuk baik, namun harus diperhatikan karena sifat industrinya yang haus akan Cash..

Arus Kas WEGE sangat baik, dimana sukses mencatatkan arus kas operasi (OCF) positif sebesar rp.322 Milyar. Hal ini jadi luar biasa, karena terjadi ditengah keadaaan di sektor konstruksi yang mayoritas sedang mengalami masa OCF negatif. Posisi Kas yang menurun terjadi karena FCF minus rp.695 Milyar, yang digunakan untuk membayar hutang bank..

Kinerja Manajemen

Dari berita dan laporan tahunan, Manajemen WEGE sejauh ini tampak menguasai bidangnya, baik itu bisnis inti maupun bisnis pengembangannya, yang merupakan kabar baik..

Dari sisi Integritas, tentu saja waktu kurang dari satu tahun belum bisa menjelaskan seperti apa integritas suatu manajemen, namun, karena WEGE adalah BUMN, sehingga kemungkinan memiliki manaemen dengan integritas yang buruk agak rendah. Minimal investor dan trader, tidak akan senasib seperti di AISA, DAJK, dll..

Dari sisi kehati-hatian dalam berbisnis, agaknya WEGE termasuk baik, namun tentu saja dua sampai lima tahun lagi, baru jelas, apakah manajemen WEGE cukup prudent dalam menjalankan Bisnis. Meskipun begitu, dari kinerja induk WEGE yakni WIKA, bisa kita perkirakan kalo WEGE akan cukup Prudent di masa depan..

Harga Saham

Pada harga 220/saham, Market Cap WEGE berada di angka Rp.2,1 Trilyun.. Dengan Laba Full Year tahun 2017 sebesar rp.286 Milyar, maka PER berada di angka 7,3 dan PBV 1,1, yang mana cukup murah. Namun, tentu saja akan lebih baik kalo anda masuk di bawah harga rp.200/ saham, mengingat ada kerentanan akan ada lagi Right Issue sebagai cara penambahan modal..

 

PT WIJAYA KARYA BANGUNAN GEDUNG Tbk., WEGE, FY 2017

Rating kinerja Bisnis              : B

Rating Kualitas Manajemen : B

Rating Kondisi Keuangan      : C

Rating Harga saham              : B

 

@dr_BramIrfanda

utk update artikel melalui Telegram, silakan Join Irfanda Capital on telegram

Setiap minggu, kami akan menulis analisis saham fundamental emiten BEI dan akan mempostingnya di blog ini. Untuk MENDAPAT KIRIMAN EMAIL GRATIS UPDATE ARTIKEL TERBARU irfanda.id , silakan masukkan email anda ke form dibawah ini

Subscribe to Blog via Email

GRATIS! utk berlangganan gratis, Masukkan email anda di form dibawah ini, lalu klik link konfirmasi berlangganan yang kami kirim ke email anda

Tagged: , , , , , , , ,

Leave a Reply