Harga Saham Taksi Blue Bird Pasca IPO, menarikkah? (1/5) | BIA #36

PT Blue Bird Tbk, BIRD , baru saja melakukan IPO di harga rp.6500. Apakah Harga saham PT Blue Bird Tbk (BIRD) Pasca IPO menarik?

Sejarah Blue Bird

Blue Bird bermula dari usaha keluarga yang dirintis oleh (alm) ibu Mutiara Djokosoetono setelah suaminya, yakni (alm) prof Djokosoetono -pendiri dan dekan pertama Fakultas Hukum Universitas Indonesia- wafat pada tahun 1965. Embrio Blue Bird bermula dari Satu buah bemo yang dikemudikan (alm) dr.Chandra Soeharto, putra pertama ibu Mutiara. Purnomo Prawiro, -adik Chandra yang saat ini menjadi presiden direktur BIRD- bertugas sebagai kondektur bemo yang dikemudikan kakaknya..

Ibu Mutiara Djokosoetono mulai masuk ke dunia bisnis taksi setelah mendapatkan dua mobil sedan bekas dari PTIK dan PTHM berupa sedan Opel dan Mercedes, sebagai ucapan terimakasih atas pengabdian suaminya mengajar di perguruan tinggi Polisi dan militer kala itu. Awal mulanya taksi itu dikenal sebagai Chandra Taksi, karena yang selalu menjadi sopir adalah Chandra. Uniknya, walau masih berupa Taksi Gelap, usaha taksi tersebut  sudah melakukan Inovasi dengan menggunakan penentuan tarif sistem meter yang kala itu belum ada di Jakarta..

Hanya setahun setelah Chandra Taksi berdiri, mereka sudah mengoperasikan 25 buah taksi. Mobil-mobil yang digunakan adalah mobil investasi orang, buah kepercayaan dari teman-teman Mutiara akan kemampuan dan kejujuran Mutiara dan keluarganya.

Pada tahun 1970, dengan memakai model bisnis taksi per jam. Chandra Taksi sudah memiliki 60 buah kendaraan. Walaupun sudah memiliki puluhan kendaraan, izin perusahaan taksi baru diperoleh pada tahun 1971, tepatnya saat (alm) Ali sadikin memimpin Jakarta.

Di tahun 1972, Keluarga Djokosoetono merintis taksi baru di bawah naungan PT Sewindu Taxi dengan brand baru yang bernama “Blue Bird“ dan tepatnya pada tanggal 1 Mei 1972, taksi Blue Bird mulai menghiasi  jalan-jalan di Jakarta..

Di paruh kedua dasawarsa 70-an, kekuatan armada Blue Bird telah bertambah menjadi 200 armada. Selepas Lulus FKUI, dr.Purnomo Prawiro dipercaya untuk memimpin Blue Bird sebagai direktur operasional..

Pada tahun 1985, armada Blue Bird sudah mencapai 2.000 taksi. Taksi Blue Bird kala itu melakukan inovasi dengan menjadi pioneer pemakaian argometer untuk penentuan tarif taksi, hal yang aneh kala itu namun sukses besar karena argometer yang dipakai Blue Bird menjadi standar paling fair yang dicari penumpang.

Pada tahun 90-an, Jumlah taksi Blue Bird sebelum krismon sudah mencapai 5.000 buah. Jumlah pool terus bertambah. Blue Bird pun berkembang di sejumlah Provinsi. Sebuah inovasi baru juga dilakukan Blue Bird Group melalui peluncuran Silver Bird, executive taxi pada tahun 1993.

Kala itu, Di negara-negara lain tidak ada yang namanya executive taxi. Yang ada hanyalah Taksi regular dengan batas tarif yang telah ditentukan pemerintah. Ide ini diawali oleh diadakannya KTT Non Blok yang digelar di Indonesia tahun 1992 yang membutuhkan banyak sedan mewah. Saat itu, lahirlah pemikiran untuk menciptakan satu produk baru berupa taksi kelas eksekutif yang lebih mewah. Akhirnya Blue Bird membeli 240 dari 320 sedan mewah eks KTT dan menjadikannya sebagai Silver Bird.

Tanggal 1 Mei 1997, Blue Bird Grup meresmikan kelahiran Pusaka Group yang diniatkan menjadi generasi yang lebih segar dan dinamis dari armada taksi yang sudah ada. Hadirnya Pusaka Group yang menggulirkan taksi Cendrawasih dan Pusaka Nuri pada awalnya merupakan cita-cita Blue Bird untuk melahirkan generasi baru Blue Bird yang lebih modern.

Sebagai perusahaan, Blue Bird tampak sangat konservatif dan berhati-hati meluncurkan bisnis baru yang belum bisa dijamin nasib masa depannya.

Karena sebab itu, kemudian dilahirkanlah Pusaka Group sebagai anak perusahaan yang lebih dinamis, tidak konservatif, agresif bergerak di daerah dan dikelola murni oleh keluarga Djokosoetono. Pusaka Group ternyata meraih kesuksesan

Setelah sukses dengan Pusaka Grup, Selanjutnya Blue Bird mendirikan Golden Bird yang pertama kali beroperasi di Bali, Diikuti daerah-daerah lain seperti Surabaya, Bandung, Manado, Medan, Palembang, dan Lombok.

Dimulai dari 2 buah sedan bekas, kini Blue Bird telah memiliki lebih dari 27.000 unit armada, dengan 36.000 karyawan yang berkarya di kantor pusat dan cabang, dengan Tak kurang dari 9 juta penumpang dalam sebulan terangkut oleh armada Blue Bird di seluruh Indonesia.

Saat ini, BLUE BIRD Grup mempunyai 4 lini usaha, diantaranya :

  • Layanan taksi reguler.

Blue Bird Grup menyediakan layanan taksi reguler di bawah merek “Blue Bird” dan “Pusaka” di 13 lokasi di Indonesia, diantaranya Jadetabek, Medan, Pekanbaru, Padang, Batam, Palembang, Cilegon, Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Lombok, Balikpapan, Manado, dan Makasar. Blue Bird Grup memiliki dan mengoperasikan armada taksi terbesar di Indonesia dengan jumlah 23.932 taksi regular yang berkontribusi sebesar 81,0% dari total pendapatan bersih Blue Bird Grup per tanggal 30 April 2014.

Menurut Euromonitor, Perseroan adalah perusahaan taksi nomor satu di Indonesia, yang beroperasi di 13 lokasi dengan pangsa pasar pada tahun 2013 sebesar 33% di seluruh Indonesia dan 37,3% di Jakarta berdasarkan jumlah armada taksi reguler yang beroperasi. Pangsa pasar Perseroan secara nasional lebih besar 2,3 kali dari perusahaan layanan taksi terbesar kedua di Indonesia dan 14,0 kali lebih besar dibandingkan dengan perusahaan taksi terbesar kelima di Indonesia. Pada tahun 2013, Perseroan mengoperasikan lebih banyak taksi dibandingkan dengan lima perusahaan taksi terbesar lainnya secara keseluruhan. Pangsa pasar Perseroan itu telah meningkat dari panga pasar di tahun 2010 sebesar 23,2% berdasarkan jumlah armada taksi reguler.

Armada Taksi Blue Bird dimiliki oleh Perseroan, dan pengemudi Blue Bird diberikan kompensasi dengan skema komisi yang progresif. Model bisnis Taksi regular Blue Bird memberikan Kompensasi berbasiskan komisi tergantung kinerja. Armada Taksi dimiliki oleh Bluebird Grup dengan opsi dapat dibeli oleh pengemudi, Selama digunakan sebagai Taksi, Blue Bird mengontrol model perawatan kendaraan taksinya.

Sebaliknya, sebagian besar kendaraan dari taksi pesaing diberikan kepada pengemudi melalui pembayaran setoran awal ke perusahaan, dan pengemudi dapat mengambil keuntungan setelah membayar setoran harian kepada perusahaan.

  • Layanan taksi eksekutif.

Blue Bird Grup melalui SLB mengoperasikan kegiatan usaha taksi eksekutif dibawah merek “Silver Bird”, yang berfokus di Jakarta. Per tanggal 30 April 2014, Silver Bird mengoperasikan 1.252 taksi eksekutif yang memberikan kontribusi sebesar 5,9% terhadap  pendapatan bersih Blue Bird Grup per tanggal 30 April 2014.

  • Layanan Kendaraan Limusin dan Sewa Mobil

Blue Bird Grup melalui PPT menyediakan layanan berdasarkan sewa Kendaraan harian maupun berdasarkan kontrak jangka panjang di bawah merek “Golden Bird”. Golden Bird menyediakan layanan kendaraan sewa harian dan kontrak jangka panjang, baik beserta pengemudi ataupun tidak  yang menargetkan pelanggan individual maupun perusahaan.

Per tanggal 30 April 2014, Golden Bird memiliki dan mengoperasikan 4.524 kendaraan yang mampu memberikan kontribusi sebesar 8,5% terhadap pendapatan total bersih Blue Bird Grup per 30 April 2014.

  • Layanan Sewa Bis.

Blue Bird Grup melalui BGP mengoperasikan kegiatan usaha penyewaan bis dibawah merek “Big Bird”. Per tanggal 30 April 2014, Big Bird memiliki dan mengoperasikan 590 unit armada.

Layanan sewa bis Big Bird pada umumnya melayani pelanggan korporasi domestik maupun internasional, termasuk sekolah-sekolah internasional dan perusahaan-perusahaan multinasional di Jakarta. Layanan sewa bis Big Bird berkontribusi sebesar 4,6% dari pendapatan total bersih Blue Bird Grup per tanggal 30 April 2014.

Inovasi

Selain berbagai inovasi yang diluncurkan Blue Bird sejak awal berdiri, Blue bird mengeluarkan Inovasi baru yakni Blue Bird Reservation app yang diluncurkan pada 2 agustus 2011, atau perusahaan taksi pertama di dunia yang mengeluarkan taxi app. Hal ini menunjukkan kecepatan respon Blue Bird dalam menghadapi persaingan. Uber, taxi app diuncurkan pertama kali di tahun 2009 dan memberikan service pertama kali di San Francisco pada bulan Juni 2010, ini berarti Taksi app Blue bird ‘hanya’ tertinggal 1 tahun dari Uber..

Blue Bird app pun sudah ada di android, blackberry dan Iphone, sedangkan rival terdekat yakni Taksi express app , express Now hanya ada di android. Taxi app Blue Bird for android memperoleh rating 4,1 dari  3000an review dan 100-500ribu download. Blue Bird app jauh meninggalkan 2 apps dari taksi express yakni ‘Taksi Express’ yang mendapat rating 3,3 dari 530 review dan 10-50 ribu download dan ‘Express Now’ yang mendapat rating 4 dari 1000-5000 download.

Kebahagiaan karyawan

Karena mempunyai dasar keilmuan di psikiatri, saat menumpang taksi, saya selalu bertanya pada sang sopir : “apakah bahagia kerja di taksi ini?”, “apakah gajinya cukup?”, dll dan secara konsisten, sopir Taksi Blue Bird memberikan jawaban dan gerak tubuh yang menandakan perasaan bahagia. Menurut ilmu psikologi, perasaan bahagia ini biasanya disalurkan dengan pelayanan dan keramahan kepada penumpang, persis seperti pengakuan sebagian besar penumpang..

Kekuatan Brand

Bila kita Tanya orang-orang kelas menengah, Taksi apa yang menjadi pilihan mereka, Jawaban terbanyak adalah Blue Bird. Nyaman, aman, mau antar walau dekat, tidak suka ‘nembak tarif’, ga suka muter-muterin, paling tau jalan dll merupakan value yang dirasakan kebanyakan penumpang. Akibat value ini, penumpang mau membayar lebih mahal untuk menaiki Taksi Blue Bird yang mengunakan tariff dasar atas dibandingkan bila dengan taksi yang memakai harga patokan bawah seperti Taksi express dan lainnya.

Akibat dari kekuatan Brand Blue Bird ini, Margin laba bisa dioptimalkan dan Blue Bird lebih aman dibandingkan pesaingnya yang hanya menawarkan harga murah, bila Taxi app luar yang menawarkan tariff murah seperti Uber dan grab taxi sudah benar-benar masuk ke Indonesia dengan full kekuatan..

Taxi app Luar seperti Uber akan menjadi pesaing berat bagi Blue Bird, namun pelayanan Prima yang sudah mengakar di benak orang-orang sepertinya tetap akan relative mampu melindungi Blue bird dari serbuan taxi app Luar..

 

@dr_BramIrfanda

^ utk update artikel analisa saham melalui Telegram, silakan Join Irfanda Capital on telegram

Agar makin MEMUDAHKAN ANDA MENGHASILKAN KEUNTUNGAN, Kami menyarankan Anda membaca SEMUA ARTIKEL TERKAIT dibawah ini, agar Anda mendapatkan kedalaman materi dan gambaran keseluruhan yang berhubungan dengan artikel diatas

Tagged: , , , , , , , , ,

Leave a Reply