Harga Saham SMRU meroket, kerjaan Bandar? | BIA #29

Minggu lalu, Harga Saham SMRU (PT. SMR Utama Tbk) meroket hingga memaksa BEI mensuspend SMRU. Bagaimana Analisis Saham Fundamental SMRU? Apakah kenaikan harga saham SMRU hanya kerjaan Bandar?

PT. SMR Utama Tbk (PT. SOE MAKMUR RESOURCES Utama) dengan kode saham SMRU adalah perusahaan tambang mangan di Pulau Timor. SMRU merupakan perusahaan yang didirikan dan dikendalikan oleh keluarga Djajus Adisaputro, pemilik Bintang Jaya Group, dan telah melakukan IPO di tahun 2011..

Dari sisi Bisnis, tahun 2013 adalah masa buruk bagi SMRU. Seperti semua perusahaan tambang lain yang terkena pembatasan ekspor Ore, Kinerja SMRU juga memburuk. Penjualan SMRU tercatat selalu menurun sejak tahun 2011, dengan total penjualan 2013 hanya Rp.9 M..

Produksi batu mangan Perseroan dalam tahun 2013 sejumlah 4.002 M/T, menurun sebesar 84,22% (delapan puluh empat koma dua puluh dua persen) bila dibandingkan dengan hasil produksi batu mangan pada tahun 2012 yang sejumlah 25.367 M/T. Jauh dibawah target produksi setahun 2013 SMRU yang sebesar 58.000 M/T..

Rugi bersih SMRU pada tahun 2013 sebesar Rp45,55 miliar atau mengalami penurunan dibanding tahun 2012, yang mengalami kerugian sebesar Rp65,72 miliar..

SMRU sendiri BELUM PERNAH mencatatkan laba bersih, bahkan Akumulasi rugi bersih selama 5 tahun terakhir berjumlah Rp. 130M dengan total deficit modal akibat Rugi bersih sejak SMRU berdiri sebesar rp.133M..

Pada tahun 2013, SMRU mencatatkan ROE -20%, yang berarti operasional SMRU menghanguskan seperlima uang pemegang saham, hanya dalam tempo 1 tahun saja!

Dari sisi keuangan, Solvabilitas dan Liquiditas SMRU relatif baik dengan DER 12x dan Rasio Lancar 8x. Namun, perlu dicatat bahwa posisi keuangan yang relative baik ini diperoleh karena Manajemen pandai dalam menjual saham lewat IPO, jadi bukan dihasilkan dari operasional usaha..

Perlu dicatat pula, bahwa SMRU mencatatkan OCF negative sebesar rp.3,2 Milyar sehingga membuat posisi kas di akhir 2013 tinggal rp.2M, turun rp.17 M dari 2012..

Posisi Kas yang sedikian terbatas, seperti ‘yang sudah-sudah’ akan membuat SMRU melakukan Right Issue..

Dan benar saja, SMRU mengumumkan akan melakukan right Issue 1,01 Trilyun untuk mengakuisisi perusahaan Tambang Batubara PT Ricobana..

Well, menurut saya, akuisisi ini hanyalah merupakan aksi penghimpunan dana untuk menambal kerugian di operasinal SMRU. Di tengah harga batubara yang sedang tiarap dan berbagai kebijakan pemerintah yang tidak ramah bagi bisnis Batubara, ‘agak’ aneh bila ada yang masuk ke bisnis batubara dengan harga premium..

Agaknya, Ricobana hanyalah umpan agar Right Issue SMRU laku terjual..

Dari sisi Manajemen, kinerja bisnis yang buruk dan Right Issue 87,5% dari total saham hanya 3 tahun sejak pertama kali IPO merupakan kesalahan manajemen yang teramat fatal. Tentu saja, hal ini membuat siapa saja yang membeli saham IPO SMRU kehilangan lebih dari 90% nilai investasinya hanya lewat satu kali libas..

Karena itu, jelas bahwa meroketnya harga saham SMRU adalah akibat dari permainan Bandar, bukan karena Faktor Fundamental saham SMRU yang meroket keatas..

PT. SMR Utama Tbk (SMRU) FY 2013 :
Rating Kinerja Bisnis : E
Rating Keuangan       : D
Rating Manajemen    : E
Rating Harga saham : E

@dr_BramIrfanda

^ utk update artikel analisa saham melalui Telegram, silakan Join Irfanda Capital on telegram

 

@AnalisisSaham

Tagged: , , , , , , ,

Leave a Reply