Harga Saham BUDI, Segera Naik Tinggi? – BIA #94

Harga saham PT Budi Starch & Sweetener Tbk, BUDI, mencapai harga 183 per saham di bulan april 2018. Apakah harga saham BUDI akan segera naik tinggi ke posisinya di bulan april 2018?

PT Budi Starch & Sweetener Tbk, BUDI, didirikan  oleh Sungai Budi Group pada tahun 1979 dengan nama PT North Aspac Chemical Industrial Company. Karena  sama-sama didirikan oleh Sungai Budi group, BUDI merupakan saudara kandung PT Tunas Baru Lampung tbk, TBLA. Bila TBLA berfokus di sawit dan tebu plus produk turunannya, maka BUDI difokuskan di bidang tepung tapioka dan pemanis berbahan dasar tapioka

Pada tahun 1988, nama PT North Aspac Chemical Industrial Company  berubah menjadi PT Budi Acid Jaya dimana pemakaian kata Acid berasal dari nama produk awal yang dihasilkan oleh BUDI yaitu asam sitrat (citric acid).

Pada tahun 1995, Perusahaan melakukan IPO. Setelah IPO, BUDI melakukan ekspansi secara berkesinambungan di bidang tepung tapioka, yang saat ini menghasilkan berbagai produk sweetener yang meliputi glukosa, fruktosa, maltodextrin dan sorbitol. Karena BUDI sudah mulai bermain di pasar ekspor, maka SBG mengubah nama BUDI dari PT Budi Acid Jaya Tbk menjadi PT Budi Starch & Sweetener Tbk.

Saat ini, BUDI menghasilkan berbagai macam produk diantaranya tepung tapioka, pemanis turunan tapioka – glukosa, fruktosa, sorbitol, maltodextrin-, karung plastik, dan asam sitrat. Penjualan Tepung tapioka masih menjadi jawara dengan mencatatkan porsi penjualan sebanyak 73%. Pemanis sendiri mencatatkan porsi penjualan 23%, sedangkan kantong plastik yang digunakan untuk kemasan produk BUDI dan TBLA mencatatkan penjualan 3%.  Asam Sitrat yang awalnya adalah produk utama BUDI, sekarang hanya mencatatkan penjualan kurang dari 1%..

Yang unik dari BUDI adalah bila anda membaca laporan tahunan BUDI dan TBLA secara teliti, maka anda akan menemukan kedua emiten bukan hanya bersaudara, tapi ternyata keduanya kembar identik. Tentunya dengan takdirnya masing-masing..

Hal Yang membuat BUDI secara DNA kembar identik dengan TBLA, diantaranya :

  • BUDI adalah Perusahaan Makloon

Sama seperti TBLA, BUDI adalah Perusahaan makloon bagi merek Rose Brand dan beberapa merek lain yang dimiliki oleh CV Bumi Waras dan PT Sungai Budi. Bila TBLA menghasilkan produk turunan sawit dan tebu seperti minyak goreng, gula, dll dengan merek Rose Brand. Maka BUDI menghasilkan produk turunan singkong seperti tepung tapioka, fruktosa dengan merk Rose brand

  • Tingkat Laba BUDI Rendah

ROE ROA BUDI 2015-2017

BUDI, sama seperti TBLA, mempunyai ROA dan ROE yang Kecil. Tingkat kemampulabaan BUDI dan TBLA rendah, karena BUDI dan TBLA hanya berperan sebagai pabrik makloon bagi merek Rose Brand milik PT Sungai Budi, induknya..

  • Hutang Berbunga BUDI Besar

Sama seperti TBLA, BUDI juga mempunyai Total hutang berbunga yang besar. Tercatat di laporan keuangan BUDI Q3 2018, ada hutang bank jangka pendek sebesar rp 893 Milyar dan hutang bank jangka panjang sebesar rp 413 Milyar, dengan jumlah total hutang sebesar rp 1,3 trilyun. Dengan total ekuitas sebesar rp 1,204 Trilyun, dan total liabilitas sebesar rp 2,06 Trilyun, maka Net DER BUDI berada di angka 1,08 dan DER BUDI di angka 1,71. Sebuah Angka DER yang besar untuk perusahaan Makloon seperti BUDI..

  • BUDI Sering Right Issue

Right issue BUDI

Bila anda sudah membaca tulisan kami mengenai analisa Fundamental saham TBLA, maka anda akan bisa tertawa melihat daftar diatas karena kemiripannya dengan Data Right Issue TBLA. Beneran Kembar identik ya..

  • Sapi Perah Sungai Budi Group?

Seperti layaknya Saudara kembar, BUDI, seperti TBLA, juga mempunyai Piutang Pihak Berelasi yang Besar. Sampai Q3 2018, BUDI mencatat piutang usaha dari PT Sungai Budi sebesar rp 534 Milyar, alias 44% dari total ekuitas BUDI. Piutang Usaha ke induk ini bila dilihat dari sisi PT Sungai Budi, ibarat punya hutang bank, tanpa harus bayar bunga bank. Karena Toh yang punya Hutang bank dan sekaligus membayar hutangnya adalah anak usahanya, alias BUDI. Bila anda memegang saham BUDI dan baru menyadari hal ini, bukannya ibarat sudah menikah 29 tahun lalu baru tau kalo diselingkuhi? 😀

Persis seperti yang terjadi pada TBLA, PT Sungai Budi juga menjadi distributor tunggal dari produk-produk yang dihasilkan BUDI. Dari helicopter view, saya melihat PT Sungai Budi berusaha meminimalkan resiko bisnis dengan cara mengIPOkan pabrikannya, yakni BUDI dan TBLA. Maka, Bila terjadi sesuatu dalam ekonomi secara umum, yang berdarah-darah adalah BUDI dan TBLA. Sedangkan si Induk yakni PT Sungai Budi, akan selamat dari luka parah bila bisnisnya terhempas. Selamat karena terbebas dari beban hutang besar yang menjadi bawaan BUDI dan TBLA. karena DNA BUDI dan TBLA adalah DNA pabrikan yang tentu saja butuh investasi besar -dari hutang berbunga- dalam jangka panjang.

Smart Move..

PT Budi Starch & Sweetener Tbk, BUDI, Q3 2018

Rating kinerja Bisnis              : B

Rating Kualitas Manajemen : E

Rating Kondisi Keuangan      : D

Rating Harga saham               : C

@dr_BramIrfanda

utk update artikel melalui Telegram, silakan Join Irfanda Capital on telegram

Setiap minggu, kami akan menulis analisis saham fundamental emiten BEI dan akan mempostingnya di blog ini. Untuk MENDAPAT UPDATE ARTIKEL TERBARU The Bram Irfanda Analysis , silakan klik subscribe atau masukkan email anda ke form dibawah ini

Subscribe to Blog via Email

GRATIS! utk berlangganan gratis, Masukkan email anda di form dibawah ini, lalu klik link konfirmasi berlangganan yang kami kirim ke email anda

Leave a Reply