GTBO, Saham Batubara yang Murah & Menjanjikan?

Pada beberapa Forum saham, PT Garda Tujuh Buana Tbk , GTBO, tengah menjadi perbincangan hangat karena dianggap saham Batubara yang masih murah. Apakah Harga Saham GTBO memang murah?

Untuk menjawabnya, Mari kita menyelami GTBO hingga ke dasar lautan..

PT Garda Tujuh Buana Tbk, GTBO, didirikan pada tahun 1996, Kemudian mendapat konsesi pertambangan Batubara di Pulau Bunyu, Kabupaten Bulungan, Propinsi Kalimantan Timur. GTBO melakukan penambangan batubara termal dan dianggap sebagai salah satu produsen batubara yang menambang dan menjual batubara bernilai kalori rendah. Lokasi tambang GTBO di Pulau Bunyu, dapat dicapai kira-kira dalam 1 jam perjalanan dengan speed boat dari Pelabuhan Tarakan, Kabupaten Bulungan, Propinsi Kalimantan Timur. luas Kuasa Pertambangan GTB hanya sebesar menjadi 710 ha yang berada di sebelah Utara bagian tengah Pulau Bunyu yang tidak berpenduduk.

Saat ini, GTBO memproduksi batubara termal yang mengandung abu rendah dan belerang rendah dengan koefisien kalori antara 4.800 kcal/kg sampai 5.100 kcal/kg. Batubara yang diproduksi GTBO terutama digunakan di pembangkit listrik tenaga batubara di India..

Dari sisi SDM, maka GTBO tergolong Perusahaan kecil, karena secara Total GTBO hanya punya 63 orang karyawan, yang terdiri dari 3 orang direktur, 3 orang komisaris, 3 orang manager, dan sisanya staf..

Pada tahun 2017, GTBO membukukan volume produksi batubara mencapai 1.187.317 MT dan berhasil melakukan penjualan sebesar 866.254 MT dengan nilai sebesar US$ 9,314,108 pada akhir 2017. Penjualan sebesar itu, di dominasi penjualan ekspor sebesar 814.704 MT atau sebesar 94.05% dari total penjualan dengan nilai sebesar US$8,536,374 dengan tujuan ekspor ke India. Sedangkan untuk penjualan domestik atau local sebesar 51.550 MT dengan nilai sebesar US$777,734. Selama 2017, Perseroan melakukan pemindahan batuan penutup (overburden removal) sebesar 2.310.406 BCM dengan nilai beban sebesar US$5,685,690.

Pendapatan GTBO di tahun 2017 tumbuh sebesar 3610.8% bila dibandingkan pendaparan di tahun 2016. Angka yang membutakan mata dan tentu saja menarik kumbang-kumbang buta yang ingin menikmati madunya..

Sayangnya, bila diteliti dari sisi Operasional, GTBO adalah perusahaan Batubara yang tergolong tidak efisien. Karena struktur biaya yang besar dan luas tambang yang kecil, maka ketika harga batubara anjlok dalam di tahun 2015, GTBO terpaksa menutup tambang batubaranya. Penghentian produksi batu bara GTBO terjadi sejak tanggal 12 Februari 2015 sampai dibuka kembali di awal tahun 2017. Dari fakta ini saja, seharusnya sudah membuat kita mengalihkan pandangan dari GTBO, karena harga batubara tentu tidak berada di puncak Mount Everest terus seperti kondisi sekarang..

Di tengah memanasnya harga batubara dunia di tahun 2017, GTBO hanya mencatatkan laba bersih $ 33,612 sepanjang tahun 2017. Laba mini ini sudah jauh membaik bila dibandingkan dengan rugi bersih di tahun 2016 yang sebesar $5,2 Juta. Laba bersih di tahun 2017 ini memutus rantai kerugian yang sudah terjadi sejak tahun 2013..

Buruk..

Dari sisi keuangan, GTBO mencatatkan Cashflow operasional positif sebesar $ 3,024,079, yang mana tergolong baik. Namun, posisi Cash GTBO di akhir 2017 tergolong kecil, yakni hanya $193,700 yang tentu saja terlalu kecil untuk ukuran GTBO..

Neraca GTBO tidak dibebani hutang berbunga dan bersenjatakan Saldo Laba sebesar $16,8 Juta dan ekuitas sebesar $ 47,5 Juta.

Tampak menjanjikan?

Tunggu…

Jangan senang dulu..

Dengan ekuitas sebesar $ 47,5 Juta, kenapa jumlah kas GTBO memprihatinkan dan aset lancar GTBO hanya $ 3,3 Juta?

Dimana ekuitas GTBO lainnya?

Bila kita teliti, maka ada akun ‘unik’ – kapanpun anda membaca kata ini di tulisan saya, berarti bencana- bernama ‘Pinjaman Investasi’ yang berjumlah $ 43,75 Juta. bila kita menelisik lebih dalam, maka di catatan laporan keuangan GTBO akan tertera keunikan seperti ini,,

” Akun ini merupakan pinjaman investasi sebesar US$ 43,750,000 yang dibayarkan kepada Messicot Trade Limited, bertujuan untuk memperluas kegiatan bisnis di bidang pertambangan. Messicot Trade Limited akan mencari area dan membeli tambang yang berada di Indonesia, Afrika ataupun Amerika Latin beserta peralatannya.

Diputuskan oleh manajemen untuk memiliki layanan dari Messicot Trade Limited untuk tujuan tersebut di atas dan memperpanjang muka sebesar US $ 42,5 juta terhadap securitiy of the pledge of shares dari investasi mereka di Elise Continental Limited, karena anak perusahaan ini memiliki aset senilai USD 55 juta.Uang muka ini berlaku untuk periode satu tahun mulai 1 Desember 2013 hingga 30 November 2014. Namun, sesuai dengan Addendum, tenor untuk uang muka diperpanjang hingga 31 Desember 2018. Uang muka ini akan menarik bunga pada tingkat 3% di atas & di atas Libor tiga bulan. Libor akan ditentukan satu hari kerja sebelum tanggal pembayaran.”

Unik ya..

Perusahaan tambang batubara milik Publik, menyerahkan 90% dari ekuitasnya kepada perusahaan pihak ketiga tanpa ada pembayaran bunga secara periodik, selama 5 tahun! Irosnisnya, untuk bayar denda BEI karena telat mengeluarkan LK Q3 2016 saja, GTBO sempat kesulitan bayar, sampai peredaran sahamnya disuspen BEI di awal tahun 2017..

Canary in a coal mine, is’nt it?

Saham GTBO sendiri, saat ini 96.386% sahamnya dimiliki oleh Pemegang saham pengendali, sedangkan publik hanya menggenggam 3,6% dari total saham. Fakta ini harusnya membuat investor atau trader retail khawatir akan kemungkinan adanya penggorengan saham GTBO di masa depan..

Bila anda sudah berada di bursa pada tahun 2011, seharusnya anda menjadi saksi ketika saham GTBO digoreng dari harga rp.100an per saham pada akhir 2011 sampai mencapai puncak di harga rp. 7200/saham pada tahun 2012, untuk kemudian rontok ke harga dibawah 1000/saham di tahun 2013 dan akibatnya membawa banyak korban..

Mirisnya, Selepas Libur Lebaran kemarin, GTBO sempat ramai dibahas di grup-grup saham, karena dianggap masih murah, karena PBV yang masih rendah bila dibandingkan dengan saham Batubara lainnya. Lalu harga sahamnya sempat naik dan naik..

well, saran saya, jangan sentuh saham GTBO bahkan dengan tongkat dengan panjang 2 KM sekalipun,, 😀

Terlalu berbahaya..

Burung Canary-nya sudah mati, ingin berikutnya giliran anda?

 

PT Garda Tujuh Buana Tbk , GTBO, FY 2017

Rating kinerja Bisnis              : C

Rating Kualitas Manajemen : E

Rating Kondisi Keuangan      : E

Rating Harga saham              : E

 

 

@dr_BramIrfanda

utk update artikel melalui Telegram, silakan Join Irfanda Capital on telegram

Setiap minggu, kami akan menulis analisis saham fundamental emiten BEI dan akan mempostingnya di blog ini. Untuk MENDAPAT KIRIMAN EMAIL GRATIS UPDATE ARTIKEL TERBARU irfanda.id , silakan masukkan email anda ke form dibawah ini

Subscribe to Blog via Email

GRATIS! utk berlangganan gratis, Masukkan email anda di form dibawah ini, lalu klik link konfirmasi berlangganan yang kami kirim ke email anda

Tagged: , , , , , , ,

Comments: 2

  1. agus eka July 4, 2018 at 8:58 am Reply

    terimakasih ulasanya pak jadi ingin nambah muatan ni di GTBO hehe 😀

    • @dr_BramIrfanda July 8, 2018 at 10:44 am Reply

      semoga selamat ya 🙂

Leave a Reply