Berapa Kerugian APLN bila Reklamasi Pluit City batal?

Gonjang ganjing batalnya proyek reklamasi Pluit city sukses menyeret harga saham PT Agung Podomoro Land tbkAPLN anjlok sampai rp 236/saham di Bulan mei 2016

Sebenarnya, berapa kerugian APLN bila proyek reklamasi Pluit city benar-benar batal?

Dalam mega proyek reklamasi Teluk Jakarta, ada sembilan perusahaan yang mendapatkan jatah mereklamasi 17 pulau. Perusahaan tersebut antara lain, PT Agung Sedayu, PT Agung Podomoro Land, PT Taman Harapan Indah, PT Jaladri Eka Paksi, dan PT Pembangunan Jaya Ancol.

PT Agung Podomoro Land , APLN, hanya mendapat jatah ‘secuil’ dari proyek reklamasi ini. PT Muara Wisesa Samudera, cucu perusahaan APLN, mendapat ijin reklamasi untuk Pulau G seluas 161 hektar. Jadi APLN hanya memperoleh 3,15% dari total seluruh pulau reklamasi yang sebesar 5.100 hektar.

Sejak awal, proyek reklamasi ini memang banyak menuai kontroversi, namun baru meledak ke permukaan setelah Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land (APL) saat itu, yakni Ariesman Widjaja ditangkap KPK karena diduga membuat persekongkolan jahat bersama M Sanusi dan Trinanda terkait Raperda ZWP3K dan Raperda Tata Ruang Kawasan Stategis Pantai Utara Jakarta memiliki keterkaitan dengan proyek reklamasi untuk membuat 17 pulau buatan di Pantai Utara Jakarta.

Dugaan suap Raperda ini sendiri tidak terkait dengan ijin proyek reklamasi, tapi berhubungan dengan Keberatan pihak developer proyek reklamasi Ariesman Widjaja karena adanya tambahan kontribusi bagi pengembang sebesar 15 persen dari nilai NJOP total lahan yang dapat dijual. Developer inginnya besaran kontribusi hanya 5 persen dari nilai NJOP total lahan yang dapat dijual.

Nah, setelah kasus ini merebak, banyak pihak menduga bahwa proyek reklamasi teluk jakarta ini penuh dengan kongkalikong pengusaha dengan pejabat..

Makanya terus rame..

   Baca Juga :

– Keuangan APLN, sehatkah?

Keramaian ini memuncak ketika Menteri Koordinator Maritim saat itu, yakni Rizal Ramli memutuskan pembatalan proyek reklamasi ini. Beliau menjelaskan proyek reklamasi Pulau G Pluit city termasuk dalam kategori pelanggaran berat, karena keberadaannya dinilai membahayakan lingkungan hidup, proyek vital dan strategis, serta jalur nelayan.

Sekarang, Menteri Koordinator Maritim dipegang oleh Luhut Binsar Panjaitan yang diharapkan bisa menimbang baik buruknya reklamasi dan menarik kembali pembatalan proyek reklamasi

Namun, bila Menteri Koordinator Maritim memutuskan bahwa proyek reklamasi harus dihentikan, berapa ya kerugian yang ditanggung APLN?

Sesuai izin reklamasi yang dikeluarkan Gubernur DKI Jakarta Nomor 2238 Tahun 2014 tertanggal 23 Desember 2014, pengembang dibebankan sejumlah kewajiban.

Pertama, kewajiban pembangunan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) yang merupakan ketentuan umum bagi pengembang properti.

Kewajiban kedua terkait penyerahan 5 persen dari luas lahan reklamasi bersih kepada Pemprov DKI.

Ketiga, kontribusi tambahan yang besarnya belum disebutkan. Namun, peruntukan kontribusi tambahan itu telah ditentukan, yaitu untuk pembangunan rumah susun murah, pembangunan rumah pompa untuk menanggulangi banjir, dan pembangunan infrastruktur di DKI lainnya.

Dari beberapa kewajiban di atas, bisa kita liat bahwa ada beberapa hal yang bisa berpotensi menciptakan kerugian bagi APLN, diantaranya :

– Potensi Kerugian dari kewajiban ketiga berupa kontribusi tambahan Sesuai ijin reklamasi yang dikeluarkan gubernur DKI Jakarta nomor 2238 tahun 2014 tertanggal 23 Desember 2014.

Berbagai proyek yang masuk dalam kategori kontribusi tambahan sudah dikerjakan oleh APLN dan bahan banyak yang sudah selesai dikerjakan.

Berikut daftar Proyek Kontribusi Tambahan yang sudah dikerjakan APLN :

Nomor +  Nama Proyek + Nilai Proyek

  1. Rusunawa Daan Mogot Rp 92.035.449.182
  2. Furnitur Rusunawa Daan Mogot Rp 909.885.000
  3. Pembangunan jalan Inspeksi Kali Ciliwung Rp 24.278.813.300
  4. Pembangunan jalan Inspeksi Kali Mookevart Tahap I Rp 27.594.600.000
  5. Pembangunan jalan Inspeksi Kali Mookevart Tahap II Rp 33.550.000.000
  6. Pembangunan jalan Inspeksi Kali Apuran Tahap I Rp 62.150.000.000
  7. Pembangunan jalan Inspeksi Kali Apuran Tahap II Rp 45.925.000.000
  8. Pembangunan jalan inspeksi Kali Jodo Rp 6.000.000.000
  9. Pembangunan jalan Inspeksi Kali Sekretaris Rp 23.375.000.000
  10. Pembangunan jalan Inspeksi Kali Tubagus Angke Rp 37.235.000.000
  11. Pembangunan jalan Inspeksi Kali Item Kemayoran Rp 37.510.000.000
  12. Rumah Pompa di Muara Karang Rp 1.378.813.300
  13. Pengadaan Tiang Panjang PJU Kali Ciliwung Rp 729.900.000

Total Nilai Proyek Rp 392.672.527.282.

Nilai Proyek yang sebesar 392 Milyar ini saya yakin tidak akan hilang bila proyek reklamasi batal. APLN bisa menuntut Pemrov DKI untuk mengganti kerugian yang telah ditimbulkan atas kontribusi tambahan itu dan kemungkinan sangat besarnya akan diganti semua biayanya. Jadi Potensi kerugian dari point pertama ini sangat kecil

– Pembayaran ke kontraktor reklamasi

PT Agung Podomoro Land Tbk., menyatakan telah membayar biaya reklamasi sebesar Rp700 miliar kepada dua kontraktor utama yang berasal dari Belanda yaitu Boskalis dan Van Oord  dari total kontrak senilai Rp4,9 triliun saat proyek reklamasi dihentikan.

Bila benar-benar dibatalkan, sepertinya APLN akan mendapat denda dari kontraktor reklamasi sesuai surat perjanjian yang telah kedua pihak tanda tangani.

Namun, bila melihat kronologi proyek reklamasi dari awal, kita bisa melihat kesalahan bukan berasal dari APLN. Penghentian proyek reklamasi berasal dari pemerintah Provinsi DKI dan pemerintah pusat, sehingga pihak pengambil kebijakan sangat bisa dituntut di pengadilan.

Kisah APLN ini sebenarnya mirip dengan kasus Pemerintah Indonesia dengan perusahaan tambang dari India yang bernama India Metals and Ferro Alloys Limited (IMFA) di Permanent Court of Arbitration, akibat tumpang tindih lahan Izin Usaha Pertambangan. IMFA tidak bisa menambang batubara di IUP miliknya karena ternyata IUP yang mereka punya saling tindih dengan 7 IUP lainnya. IMFA menuntut ganti rugi dari pemerintah Indonesia senilai US$ 581 juta alias Rp 7,55 triliun (dengan asumsi kurs dolar Rp 13.000). Akibat kasus ini, pemerintah pusat ingin berdamai dengan IMFA dengan meminta perusahaan tambang lain untuk memberikan lahan yang merupakan bagian dari IUP IMFA.

Bila proyek reklamasi sampai gagal, APLN bisa menuntut pemprov DKI yang telah mengeluarkan Ijin proyek reklamasi teluk jakarta. potensi Kerugian dari hal ini tergantung pada legal battle yang akan terjadi bila proyek reklamasi benar-benar dibatalkan. Namun, kami percaya kerugian materialnya tidak akan signifikan

– Uang muka diterima di muka

Seperti yang umum berlaku, Bila pembeli membatalkan pembelian yang telah dibayarkan uang mukanya, pembeli bisa dikenakan denda berupa pemotongan uang muka pembelian.

Masalahnya, Bila proyek reklamasi pulau G jadi batal, bukan APLN atau pembeli lah yang salah, sehingga ada tidaknya denda yang dikenakan kepada pihak tertentu belum jelas. Hal ini Tergantung kepada perjanjian PPJB yang telah ditanda tangani oleh pembeli dan APLN.

Namun masalahnya,  uang muka pembelian properti di pulau G – menurut analis Pefindo, bukan sumber resmi APLN- yang sudah mencapai rp. 1 trilyun, bisa menimbulkan gangguan pada cashflow APLN bila APLN harus mengembalikannya kembali ke pembeli. Namun, sekali lagi, pada kemungkinan terburuk sekalipun, hanya gangguan cashflow dan kemungkinan penambahan DER APLN untuk membayar kembali uang muka pembelian pembeli yang akan terjadi. potensi Kerugian dari hal ini menurut saya secara materiil tidak akan signifikan

Diluar ketiga hal diatas, banyaknya urusan, waktu, uang -walau nanti bisa diganti rugi pihak lain- dan tenaga yang dikeluarkan untuk mengurus proyek reklamasi ini akan sedikit banyak mengganggu bisnis APLN. Namun, melihat banyaknya proyek APLN yang lain, plus taraf pembangunan proyek reklamasi Pulau G yang masih awal, agakanya kerugian non material itu tidak begitu signifikan.

Tentu saja, waktu yang akan membuktikan semuanya..

 

@dr_BramIrfanda

^ utk update artikel analisa saham melalui Telegram, silakan Join Irfanda Capital on telegram

Setiap minggu, kami akan menulis analisis saham fundamental emiten BEI dan akan mempostingnya di blog ini. Untuk MENDAPAT KIRIMAN EMAIL GRATIS UPDATE ARTIKEL TERBARU irfanda.id , silakan masukkan email anda ke form dibawah ini

Subscribe to Blog via Email

GRATIS! utk berlangganan gratis, Masukkan email anda di form dibawah ini, lalu klik link konfirmasi berlangganan yang kami kirim ke email anda

Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply