Study kasus MDKA : Apa Arti Reserve & Resource di Emiten Tambang?

Banyak emiten Tambang (contohnya MDKA) yang mempromosikan perusahaan mereka mempunyai Sumber daya mineral -emas, perak, dll- yang besar. lantas apa maksud sumber daya mineral (mineral resources) dan cadangan mineral (mineral reserve)?

Untuk lebih jelasnya, mari menggunakan contoh dari MDKA, PT Merdeka Copper Gold Tbk..

Di annual letter MDKA, ada pernyataan seperti ini :

Proyek ini (tumpang pitu) adalah salah satu proyek emas dan tembaga Kelas dunia yang belum dikembangkan pada lapisan porfiri, yang memiliki sumber daya mineral sebesar 28 Juta Oz emas dan 19 Milyar Lbs tembaga. selain itu, proyek ini memiliki cadangan sumber daya^ mineral 2,45 Juta Oz emas dan 79 Juta oz perak pada lapisan Oksidasi dekat dengan permukaan 

Proyek ini memiliki dua cadangan sumber daya yang berbeda, yang memberi kesempatan langka bagi suatu perusahaan untuk mengembangkan dua potensi proyek berbeda. Perusahaan akan memulai pengembangan dari Proyek Pelindian Emas dan Perak pada Lapisan Oksidasi (“Proyek Pelindian”), dengan kebutuhan biaya modal dan biaya operasional yang relatif rendah, serta penggunaan teknik dengan risiko kecil. Kemudian Proyek akan dilanjutkan ke pengembangan Proyek Tembaga dan Emas pada Lapisan Porfri (“Proyek Porfri”) yang memiliki sumber daya emas dan tembaga kelas dunia.

dari pernyataan di atas, lantas banyak anggota grup saham yang bilang MDKA punya 30 Juta Oz emas..

Masalahnya, apakah MDKA sudah punya emas sebanyak itu?

mari kita telisik lagi istilah reserve dan resources di dunia tambang..

Di Indonesia sudah ada Klasifikasi sumber daya mineral dan cadangan dari Badan Standardisari Nasional yang digunakan sebagai dasar oleh Ditjen Minerba kemenESDM yang sebenarnya mengadopsi klasifikasi-klasifikasi tambang versi dunia seperti JORC, yang menerangkan bahwa,,,

Mineral reserve atau cadangan Mineral adalah endapan mineral yang TELAH DIKETAHUI ukuran, bentuk, sebaran, kuantitas dan kualitasnya~ dan yang secara ekonomis, teknis, hukum, lingkungan dan sosial DAPAT DITAMBANG pada saat perhitungan dilakukan

Mineral resource atau sumber daya mineral adalah endapan mineral yang DIHARAPKAN dapat dimanfaatkan secara nyata. Sumber daya mineral dengan keyakinan geologi tertentu dapat berubah menjadi cadangan setelah dilakukan pengkajian kelayakan tambang dan MEMENUHI KRITERIA layak tambang

Jadi, kalimat,,

Proyek ini (tumpang pitu) adalah salah satu proyek emas dan tembaga Kelas dunia yang belum dikembangkan pada lapisan porfiri, yang memiliki sumber daya mineral sebesar 28 Juta Oz emas dan 19 Milyar Lbs tembaga

berarti ada endapan mineral yang ditaksir berjumlah 28 Juta oz emas dan 19 milyar lbs tembaga, tapi BELUM DIPASTIKAN APAKAH BISA DITAMBANG, yang berada di lapisan porfiri (lapisan bawah)

sedangkan kalimat  “proyek ini memiliki cadangan sumber daya^ mineral 2,45 Juta Oz emas dan 79 Juta oz perak pada lapisan Oksidasi dekat dengan permukaan” berarti pada lapisan Oksidasi atau permukaan tambang, terdapat endapan mineral yang ditaksir berisi 2,45 Juta oz emas dan 79 juta oz perak, tapi BELUM DIPASTIKAN APAKAH BISA DITAMBANG

Jadi berapa endapan mineral yang dapat ditambang di Gunung tumpang pitu milik MDKA?

menurut Website resmi MDKA per 31 desember 2016, gold reserve yang dimiliki MDKA antara lain yang tergolong proved 1,03 Juta oz dan yang tergolong probable sebesar 160 ribu oz emas, dengan total 1,19 Juta oz..

mmh..Kok cuma ‘sedikit’ ya?

Gold reserve ini akan bertambah jumlahnya bila MDKA melakukan eksplorasi di area tambangnya, kemudian menemukan ada area lain yang bisa ditambang..

Dari penjelasan di annual letter MDKA, maka metode perlindian (heap leach) yang lebih murah dan aman hanya bisa digunakan di lapisan atas atau Oksidasi. sedangkan sumber daya emas yang berada pada lapisan porfiri, harus dilakukan metode lain, seperti metode terowongan atau seperti tambang terbuka raksasa grasberg yang sedalam 1km. Ini berarti, IPO di 2015 kemarin hanya bisa untuk menambang lapisan atas alias oksidasi saja

untuk menambang lapisan porfirinya, MDKA perlu mencari dana lagi yang jauh lebih besar -kemungkinan besar butuh berkali-kali lipatnya dari kebutuhan menambang lapisan Oksidasi- alias Right issue lagi karena diperlukan teknologi, biaya dan SDM dengan jumlah yang jauh lebih banyak, untuk menambang emas dan tembaga di lapisan Porfiri. Dan perlu diingat, penambangan lapisan Porfiri itu baru dilakukan setelah ‘cara mudah’ -yaitu penambangan lapisan oksidasi- selesai. yang bisa berarti lebih dari satu dasawarsa lagi..

Masih tertarik investasi di saham MDKA?

 

@dr_BramIrfanda

^ istilah ‘cadangan sumber daya’ yang digunakan diatas, adalah istilah tidak umum dan karena ada pencantuman cadangan emas di annual letter yang sama, maka saya menyimpulkan ini adalah gold resource MDKA

 

^ utk update artikel melalui Telegram, silakan Join Irfanda Capital on telegram

Setiap minggu, kami akan menulis analisis saham fundamental emiten BEI dan akan mempostingnya di blog ini. Untuk MENDAPAT KIRIMAN EMAIL GRATIS UPDATE ARTIKEL TERBARU irfanda.id , silakan masukkan email anda ke form dibawah ini

Subscribe to Blog via Email

GRATIS! utk berlangganan gratis, Masukkan email anda di form dibawah ini, lalu klik link konfirmasi berlangganan yang kami kirim ke email anda

Tagged: , , , , , , ,

Leave a Reply