Analisis Keuangan MYOR | BIA #13

PT MAYORA INDAH Tbk, emiten IHSG berkode MYOR, adalah emiten Consumer Good yang mengkhususkan diri pada bidang makanan, bagaimana analisis Keuangan MYOR?

Dari posisi aset MYOR akhir 2012, Pertama yang Kita lihat adalah posisi aset lancar MYOR yang sebesar rp.5,3 trilyun, yang merupakan peningkatan 32,5 % dari posisi aset lancar di akhir 2011. Penambahan aset lancar ini disumbang oleh peningkatan Kas yang cukup besar, yakni sedikit lebih dari Rp.1 Trilyun, menjadi rp.1,339 trilyun. Selain Kas yang meningkat drastis, perhatian harus kita berikan pada posisi Piutang pihak ketiga, dimana terdapat penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp. 455 Milyar untuk tahun 2012 saja. Menariknya, penyisihan piutang ragu-ragu ini muncul juga di neraca tahun 2011. MYOR melaporkan bahwa penyisihan piutang ragu-ragu dari piutang pihak ketiga ini muncul dari pembeli luar negeri. Pertanyaannya, bila pembeli luar negeri ini diragukan untuk bisa membayar, kenapa terus diberikan produknya? Bukannya hal ini hanya akan merugikan MYOR sendiri?

Dari posisi aset tidak lancar, bisa kita temukan nilai aset tetap MAYORA di akhir tahun 2012 berada pada posisi rp. 2,988 Triyun. Posisi aset tetap di 2012 ini berarti merupakan kenaikan sekitar rp.500 Milyar dari posisi aset tetap tahun 2011. Yang menarik dari komponen aset tetap MYOR adalah besarnya penyusutan terhadap aset tetap MYOR yang mencapai rp.1,53 trilyun di tahun 2012 saja!
Pada tahun 2011, penyusutan aset tetap yang terjadi adalah sebesar rp.1,265 Trilyun, dan bila hal ini benar, bisa kita simpulkan bahwa setiap tahun terjadi penyusutan yang sangat besar pada aset tetap MYOR. Suatu Kondisi yang tidak menarik bagi investor, mengingat tingginya beban yang ditanggung perseroan. Bila kita telisik lebih dalam, ternyata beban penyusutan aset tetap berasal dari penyusutan Mesin dan peralatan yang jumlahnya mencapai rp. 1,332 trilyun!

Dari Akun Liabilitas Jangka Pendek MYOR tahun 2012, bisa kita dapatkan hutang Bank Jangka pendek MYOR berjumlah Rp.770 Milyar. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar rp. 115 Milyar dari tahun 2011. Posisi Hutang usaha MYOR tahun 2012 menunjukkan penurunan sebesar Rp.160 Milyar dari tahun 2011, yang sebesar rp. 841 Milyar. Dari posisi Liabilitas jangka pendek yang sebesar rp. Rp.1,9 Trilyun, bisa kita dapatkan rasio lancar MYOR sebesar 2,78 X yang menunjukkan rasio likuiditas MYOR bisa kita simpulkan tergolong baik.

Dari akun Liabilitas Jangka Panjang MYOR tahun 2012, bisa kita dapatkan hutang berbunga jangka panjang sebesar rp.3 Trilyun. Bila dilihat dari posisi ekuitas MYOR tahun 2012 yang sebesar rp.3,067 Trilyun, ini menunjukkan bahwa posisi hutang berbunga dan ekuitas MYOR sama jumlahnya. Suatu hal yang tidak bisa dianggap buruk, namun tidak pantas disebut baik.

Dari posisi Ekuitas MYOR 2012, dapat kita simpulkan kemampu labaan perseroan bisa dibilang baik, dimana 5/6 dari ekuitasnya berasal dari saldo Laba.

Analisis Keuangan MYOR 2012 : C

 

@AnalisisSaham

^ utk update artikel analisa saham melalui Telegram, silakan Join Irfanda Capital on telegram

Tagged: , , , , ,

Leave a Reply