ADES (Akasha Wira), Kenapa Menurun?

PT Akasha Wira International Tbk (ADES), profit bersihnya menurun tajam di tahun 2013. Bagaimana Analisis Saham Fundamental ADES?

PT Akasha Wira International Tbk didirikan pertama kali di tahun 1985 dengan nama PT Alfindo Putra Setia. PT Alfindo Putra Setia melakukan IPO di tahun 1994, dan pada tahun 2004 perseroan diakuisisi oleh Water Partners Bottling S.A. (WPB), sebuah perusahaan patungan antara Nestlé S.A. dan Refreshment Product Services (anak perusahaan The Coca-Cola Company). Pada tahun 2008, Sofos, sebuah perusahaan Private Equity yang bermarkas di Singapura mengakusisi Water Partners Bottling S.A. (WPB) dan secara tidak langsung menguasai PT Akasha Wira International Tbk (ADES)..

Pada awalnya, ADES hanya bergerak dalam industri air minum dalam kemasan (AMDK) yang memproduksi serta menjual produk air minum dalam kemasan dengan merek dagang AdeS dan AdeS Royal yang dimiliki oleh The Coca Cola Company, dan Nestlé Pure Life yang dimiliki oleh Nestlé SA. namun Di tahun 2010 Perseroan memperluas bidang usahanya dalam bisnis kosmetika dengan membeli merek produk perawatan rambut Makarizo beserta mesin produksi kosmetika milik PT Damai Sejahtera Mulia..

Pada tahun 2011, lisensi AMDK merk Ades dari the coca cola company selesai, karena itu ADES membuat merek baru yakni Vica Royal untuk mendampingi Nestlé Pure Life..

Pada tahun 2012, Perseroan menandatangani perjanjian kerjasama dengan Procter & Gamble untuk mengimpor, mendistribusikan dan menjual produk Procter & Gamble segmen premium profesional (produk yang distribusinya dilakukan melalui salon) yaitu produk Wella, Wella Professional, System Professional dan Clairol Professional..

Sehingga, saat ini PT Akasha Wira International Tbk (ADES) mempunyai senjata utama beberapa brand produk perawatan rambut (Makarizo, Wella dll) dan AMDK (Nestlé Pure Life dan Vica Royal)..

Dilihat dari Kinerja bisnis, kinerja PT Akasha Wira International Tbk (ADES) di tahun 2013 tidak sebaik di 2012, terutama dalam hal kemampulabaan..

Jumlah laba komprehensif Perseroan tahun 2013 adalah Rp 56,6 milyar, atau mengalami penurunan sebesar 33% dibandingkan tahun 2012 yang sebesar Rp 83 milyar. Penurunan Laba bersih tersebut diakibatkan oleh Penjualan bersih tumbuh lebih rendah daripada kenaikan beban. ADES mencatatkan peningkatan beban usaha sebesar Rp 42 milyar di tahun 2013, sedangkan total penjualan berjumlah rp.502,5 M atau mengalami kenaikan 5% dari total penjualan 2012 yang berjumlah Rp.476M..

Produk kosmetika dengan merek Makarizo dan Produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dengan merek Nestlé Pure Life menjadi komponen utama pertumbuhan Penjualan Bersih Perseroan di 2013, diikuti kontribusi produk AMDK merek Vica Royal untuk kemasan galon dan gelas, serta bisnis distribusi produk kosmetik perawatan rambut profesional Procter & Gamble seperti Wella dll..

Di tahun 2013, ADES membukukan Penjualan masing-masing masing sebesar Rp 214 milyar untuk divisi AMDK dan sedangkan divisi Kosmetika Rp 288 milyar, dengan total Laba Bersih secara keseluruhan sebesar Rp 55,6 milyar..

Walau Laba bersih 2013 menurun, ADES selalu mencatatkan ROE diatas 20% selama 5 tahun terakhir, walau ROE tahun 2013 merupakan capaian yang paling rendah Karena Cuma 21%..

Dari sisi keuangan, Total asset ADES 2013 berjumlah rp.441M atau naik 13% dari posisi di tahun 2012 yang berjumlah Rp.389 M. Selama tahun 2013, Terjadi Peningkatan Asset tetap sebesar 29%, namun sayangnya laba bersih di periode itu turun, jadi hal ini tidak dapat dibilang bagus juga..

Untungnya, di akhir tahun 2013, DER ADES menjadi 0,67, atau membaik dari tahun 2012 yang berada di posisi 0,86..

Rasio lancar ADES di akhir 2013 sebesar 1,8 kali juga menunjukkan liquiditas yang baik, apalagi bila melihat Penjualan Perseroan yang dapat ditagih per bulan rata-rata berkisar Rp 41 milyar, atau lebih dari 95% dari total penjualan..

Kewajiban jangka panjang ADES per 31 Desember 2013 adalah Rp 68 milyar menurun per 31 Desember 2012 yang sebesar Rp 81 milyar milyar. Penurunan tersebut sebagian besar karena angsuran pelunasan pinjaman bank jangka panjang yang terus dilakukan ADES..

Kinerja Perseroan di tahun 2013 yang tetap positif menghasilkan peningkatan dalam jumlah ekuitas Perseroan per 31 Desember 2013 menjadi Rp 265 milyar, naik 26,61% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, karena saldo rugi ADES peninggalan manajemen terdauhulu masih besar yakni rp 488M, hal ini akan membuat ADES tidak akan membagikan deviden dalam waku dekat ini, sayang ya..

Dari sisi manajemen, ADES menghadapi tantangan akibat adanya pergantian CEO , dari Agoes Wangsapoetra menjadi Martin Jimi di  Juni 2013. Pergantian CEO yang disusul Kenaikan beban langsung dan administrasi yg menggerus laba bersih tentu menimbulkan tanda Tanya terkait kemampuan CEO baru untuk mengendalikan biaya..

Bila melihat dari sepak terjang Albert Tan-Lienhart dalam mengendalikan Sofos dan ADES, agaknya bisa kita simpulkan bahwa Albert adalah seorang yang konservatif dan mementingkan kepentingan pemegang sahamnya, sehingga kecil kemungkinan (walau selalu ada kemungkinan) di masa depan ADES melakukan Right issue atau aksi korporasi lain yang akan merugikan pemegang saham..

Semoga..

PT Akasha Wira International Tbk (ADES) FY 2013 :
Rating Kinerja Bisnis : B
Rating Keuangan       : B
Rating Manajemen    : B

 

@dr_BramIrfanda

^ utk update artikel analisa saham melalui Telegram, silakan Join Irfanda Capital on telegram

Tagged: , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply