AALI : Efek Right Issue | BIA #51

Badai..

Inilah kata yang tepat bila kita melihat keadaan yang menerpa bisnis komoditas..

Ekspansi berlebihan tanpa melihat sisi demand, membuat semua pihak di bisnis komoditas terluka..

Sayangnya, AALI terimbas hal yang sama..

Jatuhnya harga Komoditas ternyata ‘sukses’ menyeret kinerja PT ASTRA AGRO LESTARI Tbk , AALI, berantakan di tahun 2015..

Kas dan setara kas AALI di akhir tahun 2015 anjlok menjadi hanya rp.294,4 M, jauh menurun dibandingkan posisi kas diakhir tahun 2014 yang sebesar rp. 611,2 M atau posisi kas di akhir 2013 yang ada di posisi rp. 709,1 M..

Piutang usaha Pihak ketiga juga mengalami kenaikan dramatis dari rp. 16,5 M dari rp 1,7M di tahun 2014. Hal yang sama juga terjadi pada akun Piutang lain-lain bersih yang membengkak menjadi rp. 42,4 M dari jumlah piutang lain-lain tahun 2014 yang sebesar rp.14,2 M..

Sebaliknya, nilai Persediaan meningkat menjadi rp. 1,691 T, dari posisi 2014 di rp 1,278 T, yang bisa kita baca bahwa AALI sedang kesulitan menjual persediaan produknya..

Semua ini berakibat pada meningkatnya Total aset lancar AALI menjadi rp. 2,814 T dari posisi Aset lancar di tahun 2014 yang sebesar 2,403 T

Pertanyaannya, apakah peningkatan total aset lancar AALI ini mencerminkan kondisi liquiditas yang baik?

Sayangnya, tidak..

Penurunan kas lebih dari 50% disertai peningkatan jumlah Piutang usaha dan nilai persediaan merupakan tanda bahwa AALI sedang mengalami masalah liquiditas..

Persediaan yang meningkat disertai penurunan kas, menunjukkan AALI sedang kesulitan menjual produk ciptaannya, hal ini membuat kas AALI terus menurun sedangkan jumlah persediannnya menggunung..

Angka piutang yang menanjak juga tidak menunjukkan hal yang baik, malah sebaliknya…

Di saat harga komoditas anjlok seperti sekarang yang disertai penurunan ekonomi China, ada lebih banyak konsumen AALI yang menunggak pembayaran pembelian CPO dan produk lain AALI, sehingga meningkatlah jumlah piutang AALI

Masalah liquiditas ini pula yang agaknya membuat RUPS AALI kemarin menyepakati untuk melakukan Right Issue dengan nilai rp 4 Trilyun di tahun 2016 ini..

Right issue ini tentu saja merugikan investor retail karena berpotensi mendilusi persentase kepemilikan saham bila tidak ikut mengeksekusinya. Masalahnya, Dilusiannya juga cukup besar, yakni sebesar 19,5% bila ditawarkan pada harga rp.13.000/lembar saham..

Artinya, pemegang saham harus kehilangan nilai sahamnya sekitar 19,5%!

Menurut kami, Di tengah keadaan yang begitu muram untuk bisnis komoditas, serta melihat kinerja AALI beberapa tahun terakhir – yang profitnya Stagnan-, agak riskan untuk masuk di harga ini.

Terlebih ada potensi Right Issue berada dibawah harga saham saat ini, yang bila ini terjadi bisa menambah rasa pahit di lidah pemegang saham..

Saatnya mencari saham lain! 😀

 

 

@dr_BramIrfanda

Setiap minggu, kami akan menulis analisis saham fundamental emiten BEI dan akan mempostingnya di blog ini. Untuk MENDAPAT KIRIMAN EMAIL GRATIS UPDATE ARTIKEL TERBARU irfanda.id , silakan masukkan email anda ke form dibawah ini

Subscribe to Blog via Email

GRATIS! utk berlangganan gratis, Masukkan email anda di form dibawah ini, lalu klik link konfirmasi berlangganan yang kami kirim ke email anda

Tagged: , , , , , ,

1 comment

  1. Restu August 3, 2016 at 3:32 am Reply

    mantap analisanya pak

Leave a Reply