Blog Analisis Saham Fundamental Ganti Domain!

Dua puluh Bulan..

Ya,, tak terasa dua puluh bulan sudah Blog analisis Saham Fundamental hadir menemani investor Indonesia..

Layaknya seorang anak balita, Blog analisis Saham Fundamental ini sedang lucu-lucunya..

Namun, agar tampak lebih dewasa dan profesional, maka kami merencanakan sebuah perubahan..

Sebuah perubahan kecil tentu saja, bukan layaknya perubahan pangeran menjadi Katak ataupun sebaliknya..

Setelah dua puluh bulan Blog analisis Saham Fundamental memakai alamat domain analisissaham.com, mulai esok, domain Blog analisis Saham Fundamental akan berubah menjadi Irfanda.id

Perubahan alamat domain Blog analisis Saham Fundamental TIDAK akan mengubah sedikit pun kualitas dari Blog ini..

Bongkahan Emas yang dilebur, untuk kemudian dibentuk sedemikian rupa, akan tetap menjadi emas..

Seperti itulah yang akan terjadi dengan Blog analisis Saham Fundamental, tetap akan layaknya emas, apapun domainnya..

 

@dr_BramIrfanda

Philip Fisher : Krisis? Belilah Saham!

Dalam Buku legendarisnya, Common Stocks and Uncommon Profits, Philip Fisher memberikan saran bahwa Anda harus membeli saham disaat Krisis ekonomi datang..

Apa alasannya?

Fisher menerangkan bahwa sebelum tahun 1930, Pemerintah Negara-negara di dunia tidak melakukan banyak campur tangan saat krisis ekonomi melanda negaranya..

Kenapa?

Karena sebelum tahun 1930, pendapatan Negara sebagian besar bukan berasal dari Pajak penghasilan, karena itu ketika terjadi krisis ekonomi, pendapatan pemerintah pada umumnya tidak menurun secara signifikan..

Karena tidak merasa terancam pendapatannya akan menurun, Pemerintah sebagian besar Negara saat itu cenderung hanya sedikit mencampuri masalah Krisis ekonomi yang dihadapi sebagian besar warganya..

Hal ini sungguh berbeda dengan yang terjadi saat ini..

Saat ini, sebagian besar Negara di dunia lebih dari 80% pendapatannya disumbang oleh Pajak penghasilan, baik perorangan maupun perusahaan..

Hal ini berakibat, disaat terjadi krisis ekonomi yang menghantam sebagian besar warga Negara, pendapatan pemerintah yang bersumber dari pajak penghasilan akan jauh berkurang. Hal ini tentu tidak disukai pemerintah Negara dimanapun berada..

Akibatnya, pemerintah terpaksa memberikan ‘vitamin’ ke dalam ekonomi negaranya lewat berbagai kebijakan seperti bailout, penurunan suku bunga, intensif fiscal dll yang kesemuanya berakibat pada satu hal yang pasti : INFLASI TINGGI

Akibatnya, daya beli uang (kertas) anda akan jauh menurun bahkan hingga tinggal ½ sampai 1/3 dari daya beli di awal..

Tentu keadaan ini merugikan bagi investor seperti anda..

Namun, ada celah yang bisa anda manfaatkan disaat Krisis terjadi, yakni membeli saham emiten yang berfundamental mantap..

Saat Krisis terjdi, harga saham umumnya juga hancur gila-gilaan, di saat itulah kita bisa membeli saham dengan fundamental dan prospek yang bagus di harga yang murah..

Menariknya, harga saham emiten dengan fundamental yang bagus biasanya naik berkali-kali lipat lebih tinggi ketika kondisi ekonomi membaik, bila anda bandingkan dengan wealth preserving asset (asset tahan inflasi)) seperti emas dan komoditas lainnya..

Menarik Bukan? :D

Masih takut dengan dengan Krisis? :)

 

@dr_BramIrfanda

Beberapa waktu kedepan, kami akan menganalisis emiten Konstruksi di BEI selain ADHI dan akan mempostingnya di blog ini. Untuk MENDAPAT KIRIMAN EMAIL GRATIS UPDATE ARTIKEL TERBARU irfanda.id , silakan masukkan email anda ke form dibawah ini

GRATIS! utk berlangganan gratis, Masukkan email anda di form dibawah ini, lalu klik link konfirmasi berlangganan yang kami kirim ke email anda

ADHI Karya, menjanjikan Lima tahun kedepan?

Dari tanggal 6 November 2014 sampai 3 Februari 2015, harga saham PT ADHI Karya Tbk, mengalami kenaikan sebesar 55%. Bagaimana analisis saham fundamental ADHI?

Sejarah ADHI Karya

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) adalah salah satu perusahaan terbesar di Indonesia yang bergerak di bidang konstruksi. Architecten-Ingenicure-en Annemersbedrijf Associatie Selle en de Bruyn, Reyerse en de Vries N.V. (Assosiate N.V.) merupakan Perusahaan milik Belanda yang menjadi cikal bakal pendirian ADHI Karya..

Assosiate N.V. dinasionalisasikan dan kemudian ditetapkan sebagai PN Adhi Karya pada tanggal 11 Maret 1960. Kala itu, Pembentukan PN Adhi Karya inilah yang menjadi pemacu pembangunan infrastruktur di Indonesia. Berdasarkan pengesahan Menteri Kehakiman Republik Indonesia, pada tanggal 1 Juni 1974, ADHI berubah status menjadi Perseroan Terbatas..

Pada tahun 2004, ADHI telah melakukan IPO dan menjadi perusahaan konstruksi pertama yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Saat ini, ADHI mempunyai 5 lini bisnis utama, diantarannya Bisnis Jasa Konstruksi, property, real estate, investasi infrastruktur dan Engineering Procurement Construction (EPC)..

Kinerja Bisnis ADHI Karya

Pada tahun 2013, ADHI mencatatkan kinerja bisnis yang cukup memuaskan..

ADHI mencatatkan Pendapatan sebesar rp. 9.799 M atau naik 28,5% dari posisi tahun 2012 yang sebesar rp. 7.627 M..

Lini Bisnis jasa konstruksi menyumbang pendapatan terbesar yakni sebesar Rp7,0 triliun di tahun 2013, meningkat 12,4% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp6,3 triliun..

Lini bisnis EPC mampu memberikan kontribusi Pendapatan Usaha sebesar Rp1,9 triliun, tumbuh 134,7% dari perolehan tahun sebelumnya sebesar Rp.805,8miliar..

Lini bisnis Properti lewat APP berhasil membukukan perolehan Pendapatan Usaha sebesar Rp507,8 miliar, meningkat 48,5% dari tahun sebelumnya sebesar Rp341,8 miliar..

Lini bisnis Real Estate mampu memberikan kontribusi Pendapatan Usaha di tahun 2013 sebesar Rp197,7 miliar, tumbuh 41,6% dari perolehan tahun sebelumnya sebesar Rp139,6 miliar..

lini bisnis Investasi Infrastruktur berhasil memberikan kontribusi Pendapatan Usaha di tahun 2013 sebesar Rp151,7 miliar, meningkat 128,4% dibandingkan perolehan tahun sebelumnya sebesar Rp66,4 miliar..

Laba bersih ADHI di tahun 2013 meningkat lebih tinggi, yakni menjadi rp.409 M atau naik 91,9% bila dibandingkan laba bersih tahun 2012 yang sebesar rp.213 M. Kenaikan Laba bersih yang hampir 100% ini membuat ADHI mencatatkan Return On Equity sebesar 34,6% dan Pertumbuhan Ekuitas sebesar 31,1%..

Namun, ada hal yang perlu kita perhatikan terkait kinerja bisnis ADHI, yakni adanya Piutang Terancam macet (belum dibayar setelah lebih dari 2 tahun) yang jumlahnya sebesar : rp.385 M. Bila piutang macet ini dihapus bukukan di tahun akuntansi 2013, maka Laba bersih ADHI menjadi rp.24 M, alias jumlah yang kecil sekali..

ADHI juga mencatatkan beban Penyisihan piutang tak tertagih yang cukup besar di tahun 2013, yakni sebesar rp 65 M, namun, jumlah ini jauh lebih kecil bila dibandingkan jumlah beban Penyisihan piutang tak tertagih di tahun 2012 yang sebesar rp.226 M!

ADHI juga mencatatkan Beban lain-lain sebesar Rp.183 M, yang tergolong besar untuk ukuran ADHI karena jumlah itu mencapai 44,7% dari laba bersih, angka yang besar kan?

Agaknya, dari angka-angka diatas, kedepannya ADHI harus lebih selektif dalam mencari proyek Kontruksi, terutama dalam hal mencari pemberi kerja yang memiliki kemampuan untuk membayar, bukan hanya omong besar..

Kondisi Keuangan ADHI Karya

Jumlah total asset ADHI di tahun 2013 sebesar: Rp.9.720 yang meningkat 23 % dari posisi akhir tahun 2012 yang sebesar rp7.872M. Dari total asset itu, Jumlah asset lancar berjumlah rp.9.099 dan asset tidak lancar sebesar rp.621M..

Yang perlu kita perhatikan dengan seksama adalah dari asset lancar ini, Rp.5,161 M merupakan piutang yang tidak semuanya tergolong ‘lancar’. Contoh asset lancar di akun piutang usaha Yang tergolong tidak lancar adalah Piutang Terancam macet (belum dibayar setelah lebih dari 2 tahun) yang jumlahnya sebesar rp.385 M. Jumlah piutang jumbo itu sudah dikurangi estimasi penurunan nilai piutang sebesar rp326M atau 79% dari laba bersih 2013..

Kewajiban ADHI di akhir 2013 sebesar rp.8.172 dengan jumlah kewajiban jangka pendek sebesar rp 6.541 M dan kewajiban jangka panjang sebesar Rp.1.630 M. Dari total kewajiban ADHI di akhir 2013, total Hutang Berbunga sebesar rp 1.708 M . Dari total hutang berbunga, hanya rp.211 M yang merupakan hutang berbunga jangka pendek..

Di akhir 2013, Jumlah Ekuitas ADHI tercatat sebesar rp 1.548 M , naik dari posisi akhir 2012 di Rp1.180M..

Arus Kas Operasi  juga positif sebesar Rp.562M yang meningkat dari posisi tahun 2012 yang sebesar Rp.241M..

Dari data diatas, bisa kita dapatkan nilai rasio lancar ADHI sebesar 139,1 % dan likuiditas yang tergolong baik. Sayangnya, ADHI mempunyai Debt to Equity Ratio (DER) sebesar 5,2 yang tergolong berbahaya secara solvabiltas. Hal ini tampak lebih buruk lagi bila melihat DER hutang berbunga ADHI (net gearing) yang sebesar 1,1..

Resiko kebangkrutan memang kecil karena BUMN konstruksi seperti ADHI adalah tulang punggung pemerintah untuk menggenjot pembangunan infrastruktur, namun, kondisi DER ini harusnya membuat kita berhati-hati saat berinvestasi jangka panjang di saham ADHI..

Kualitas Manajemen ADHI Karya

Kasus Hambalang yang menyeret Mantan Direktur Operasi I PT Adhi Karya Teuku Bagus Mokhamad Noor, dan membuatnya divonis penjara empat tahun dan enam bulan karena dinilai terbukti menyalahgunakan kewenangannya dalam proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Bukit Hambalang sangatlah layak untuk kita perhatikan. Proyek Hambalang yang begitu besar dan membutuhkan begitu banyak modal , menurut kami mustahil dilakukan tanpa sepengetahuan manajemen utama perusahaan. Dan bila hal seperti diatas terjadi berulang, bisa kita simpulkan bahwa perusahaan itu mempunyai budaya Kerja yang Kurang Baik..

Selain kasus Korupsi, Manajemen sebuah perusahaan Konstruksi bisa kita nilai dari jumlah piutang bermasalah nya..

Kenapa demikian?

Karena untuk menyetujui suatu proyek konstruksi, harusnya manajemen memeriksa kekuatan keuangan perusahaan pemberi kerja dan harus mencantumkan perjanjian pembayaran per waktu kemajuan proyek. Tidak adanya standar baik yang ditetapkan kepada perusahaan pemberi kerja, bisa menggaggu kondisi keuangan perusahaan Konstruksi itu sendiri akibat piutang tak tertagih yang jumlahnya besar..

Sayangnya, dari tiga perusahaan Konstruksi BUMN terbesar di Indonesia, ADHI adalah perusahaan dimana jumlahnya piutang bermasalahnya paling tinggi . Hal ini harusnya menjadi isyarat kuat akan lemahnya budaya GCG di PT.ADHI Karya..

PT ADHI Karya, 2013 :

Rating kinerja bisnis   :  B

Rating Keuangan        :   C

Rating manajemen     :   D

 

@dr_BramIrfanda

Beberapa waktu kedepan, kami akan menganalisis emiten Konstruksi di BEI selain ADHI dan akan mempostingnya di blog ini. UNTUK MENDAPAT KIRIMAN EMAIL GRATIS UPDATE ARTIKEL TERBARU irfanda.id , MASUKKAN EMAIL KE FORM DIBAWAH  INI

GRATIS! utk berlangganan gratis, Masukkan email anda di form dibawah ini, lalu klik link konfirmasi berlangganan yang kami kirim ke email anda

Jebakan Saham Emiten Konstruksi

Harga Saham emiten Konstruksi mengalami kenaikan besar-besaran beberapa bulan terakhir ini. Banyak Investor berasumsi bahwa focus pembangunan Infrastruktur Jokowi akan membuat emiten Kontruksi mengalami masa keemasan. Benarkah demikian? adakah jebakan yang patut diwaspadai investor terkait emiten Properti?

Program Infrastruktur  Jokowi

“Saya berikan arahan bahwa 2015, fokus kita pada infrastruktur. Kedua, di kegiatan yang berkaitan dengan pangan. Artinya lebih banyak di kementerian pertanian. Fokus kita sementara berada pada dua hal tadi,” kata Jokowi rapat kabinet paripurna menjelang libur Natal di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (24/12/2014) petang.

Melihat focus Presiden Jokowi, BAPPENAS langsung membuat berbagai rencana pembangunan Infrastruktur di seluruh Indonesia, berikut infografisnya:

INFOGRAFIS pembangunan infrastruktur JOkowi

Fokus Pemerintahan Jokowi dalam infrastruktur yang tampak sangat ambisius, membuat banyak investor berlomba-lomba membeli saham yang berhubungan dengan konstruksi..

Namun, sebelum ikut-ikutan membeli saham emiten konstruksi, alangkah baiknya kita terlebih dahulu memahami beberapa sifat bisnis emiten konstruksi berikut ini, agar kita bisa menilai emiten konstruksi dengan lebih baik :

  • Tingkat Piutang Bermasalah Besar

Semua Emiten Properti menghadapi klien pemberi kerja yang tidak mau membayar piutang tagihan pengerjaan proyeknya. Bila jumlah piutang tak tertagih ini kecil mungkin tidak masalah. Masalahnya, seringkali piutang bermasalah ini jumlahnya besar. Contoh piutang bermasalah  yang bisa kita gunakan adalah piutang PT Jakarta Monorail kepada ADHI. Perusahaan yang katanya konsorsium dengan modal ratusan trilyun rupiah ini mempunyai piutang sebesar rp. 26,693,761,000, yang sampai saat ini, masih belum jelas nasibnya.  Bila melihat rencana proyek monorail yang ditolak Ahok, agaknya Piutang ini bisa benar-benar harus di hapus bukukan oleh ADHI.  Jumlah Piutang Terancam macet (belum dibayar setelah lebih dari 2 tahun dari jatuh tempo) dari ketiga emiten konstruksi terbesar adalah sebagai berikut : ADHI rp.385M, WASKITA rp.9 M, WIKA rp.122M.

  • Ancaman Arus Kas Seret

Kas adalah darah bagi Bisnis. Oleh Karena itu kekurangan kas bisa menyebabkan terganggunya kinerja bisnis suatu perusahaan. emiten Konstruksi umumnya menghadapi dua penyebab terbesar penurunan jumlah Kas : pertama, adanya perjanjian kerjasama yang mensyaratkan pembayaran setelah proyek selesai dikerjakan sampai tahap tertentu atau bahkan sampai tuntas. Yang kedua, adanya keterlambatan pembayaran tagihan piutang dari pemberi kerja. Mirisnya, beberapa pemberi kerja proyek konstruksi WIKA dan ADHI mengalami kebangkrutan saat proyeknya selesai dan harus melakukan pembayaran.

  •  Ketergantungan yang Sangat Tinggi pada Manajemen dan Tim Kerja

Perusahaan Konstruksi merupakan salah satu tipe perusahaan yang sangat bergantung dengan Manajemen dan Tim kerja yang baik. Tim kerja yang baik akan memudahkan sebuah perusahaan konstruksi untuk menyusun proposal tender, mempresentasikan dan mengeksekusi suatu proyek konstruksi  dengan baik dan kompetitif.

Sewajarnya, karena SDM merupakan kunci utama kinerja, angka pergantian karyawan di perusahaan konstruksi terbilang besar. Bahkan, salah seorang sahabat kami yang bekerja di sector konstruksi bercerita bahwa di sektor konstruksi , ada banyak karyawan ‘kutu loncat’ yang berpindah-pindah tempat kerja agar standar gajinya naik. Hal yang cukup miris ini ternyata akan berkurang bila tercipta suasana kerja dan kantor yang nyaman . Oleh karena itu, untuk menurunkan tingkat keluar masuk karyawan d sector konstruksi, Adalah tugas utama bagi manajemen perusahaan konstruksi untuk menciptakan suasana bekerja yang nyaman bagi seluruh karyawannya

  • Kebutuhan Modal Besar

Bisnis Konstruksi besar membutuhkan modal besar untuk menyelesaikan pembangunan suatu proyek konstruksi. Sebagai Contoh,  pengerjaan pembangkit listrik 2×200 MW di Kalimantan yang dikerjakan ADHI membutuhkan dana sekitar rp.4 trilyun. Karena modal yang besar ini, umumnya angka DER perusahaan konstruksi jauh lebih tinggi bila dibandingkan perusahaan bidang lainnya

  • Tergantung Tender 

Setiap Proyek properti yang didapatkan emiten konstruksi merupakan suatu proses panjang yng dimulai dari proses tender. Kesuksesan suatu proyek perusahaan konstruksi dengan Perusahaan X, tidak berarti proyek selanjutnya dari perusahan X akan dimenangkan oleh perusahaan konstruksi itu, karena setiap proyek ditentukan pemenangnya lewat proposal tender yang masuk. Selain itu, repeat order juga sedikit dan hanya didominasi oleh proyek pemerintah serta BUMN.

  • Tingkat Leverage Besar

Tingkat leverage atau hutang yang besar adalah hal yang umum terjadi di emiten konstruksi. Ancaman arus kas yang seret seperti yang kami paparkan diatas, memaksa emiten Konstruksi untuk mencari hutang guna menambah modal kerjanya.  Tingkat Hutang yang besar seperti yang dimiliki tiga emiten konstruksi terbesar agaknya saat ini masih belum membahayakan, kecuali terjadi krisis ekonomi parah yang menghantam Indonesia

  • Kenaikan Harga Bahan Bangunan

Kenaikan bahan bangunan ditengah masa proyek berlangsung akan menurunkan margin usaha emiten konstruksi. Untungnya,  ada perjanjian pengerjaan proyek yang memungkinkan pertambahan biaya bila ada kenaikan harga bahan bangunan. Namun sayangnya, banyak pula klien pemberi kerja yang enggan mencantumkan hal tersebut, yang mana pasti menurunkan margin usaha emiten konstruksi tersebut..

Jebakan Saham Emiten Konstruksi

Dari beberapa sifat bisnis Konstruksi diatas, anda bisa menganalisis emiten konstruksi mana yang kinerjanya mengesakan dan emiten mana yang kinerjanya buruk serta malah menjadi jebakan investasi..

Emiten konstruksi mana yang terbaik menurut Anda?

Emiten konstruksi mana yang bisa menjadi jebakan Investasi menurut Anda?

 

@dr_BramIrfanda

Beberapa waktu kedepan, kami akan menganalisis emiten Konstruksi di BEI dan akan mempostingnya di blog ini, UNTUK MENDAPAT KIRIMAN EMAIL GRATIS UPDATE ARTIKEL TERBARU irfanda.id , MASUKKAN EMAIL KE FORM DIBAWAH  INI

GRATIS! utk berlangganan gratis, Masukkan email anda di form dibawah ini, lalu klik link konfirmasi berlangganan yang kami kirim ke email anda

Standing on The Shoulders of Giant Investors

Istilah Standing on the shoulders of giants pertama kali di populerkan oleh sir Isaac Newton lewat surat yang ditujukan kepada Robert Hooke, yang saat itu adalah sesama ilmuwan terkenal..

Namun, istilah itu tidak hanya dalam ilmu fisika, karena Istilah Standing on the shoulders of giants juga bisa kita lihat ada di dalam dunia Investasi bila kita meneliti sepak terjang Warren Buffett sejak dahulu kala..

Buffett pada awal mulanya sangat berpegang teguh pada ajaran Kuantitatif Benjamin Graham, Perlahan turut mengadopsi pemikiran kualitatif Philip Fisher dalam memilih saham..

Dalam Menentukan Nilai Intrinsik Suatu emiten yang tengah diteliti, Buffett tidak mengikuti pendekatan Graham, tapi malah mengadopsi pendekatan nilai dari John Burr William..

Dari ketiga Giants (Raksasa) inilah Warren Buffett mencatatkan imbal hasil rata-rata sebesar 19,7%/ tahun dari 1965 sampai tahun 2013..

Imbal Hasil yang sebegitu besar dalam jangka yang sebegitu lama (49 tahun!), membuat Buffett mencatatkan imbal hasil saham terbaik dan terlama di dunia, sepanjang sejarah..

Pertanyaannya, Apakah tanpa kehadiran Para ’Investor Raksasa’ yang menjadi Bahan Pijakan keilmuan Buffett, Buffett bisa mencatatkan imbal hasil begitu besar?

Saya meragukannya..

Walau ajaran ‘Margin of safety’ Ben Graham merupakan pokok utama dari investasi nilai, Phil Fisher dan John Burr William sangat berjasa bagi kegemilangan Buffett..

Bahkan di awal dan pertengahan tahun 1960an, Buffet masih sangat terpaku pada Strategi “Puntung Rokok” -strategi membeli saham perusahaan dengan kondisi bisnis yang buruk dengan harga diskon untuk mencicipi keuntungan terakhirnya- yang membuatnya terdampar di perusahaan Tekstil bernama Berskhire Hathaway yang masih disesali Buffett hingga sekarang..

Adalah Philip Fisher yang menjadi lampu penerang bagi Buffett untuk menggeser mindset investasinya..

Buffett adalah orang yang berdiri diatas pundak dari Para Investor Raksasa , yakni Benjamin Graham, Philips Fisher dan John Burr William. Karena sebab itulah, Buffett bisa ‘melihat lebih tinggi dari Para Raksasa Investasi’, dan menciptakan imbal hasilnya yang jauh melegenda daripada guru-gurunya..

Bila Investor tersukses seperti Buffett berdiri di pundak ‘para raksasa Investasi’ itu, kita harus juga mengikuti langkahnya, dengan sedikit banyak mengubah pendekatan Investasi sesuai keadaaan yang kita hadapi sekarang..

Mau?

 

@dr_BramIrfanda